
Setelah selesai membeli buku, Rania dan Nathan pergi ke sebuah restoran untuk makan siang. Rania sangat senang akhirnya ia bisa jalan-jalan di hari minggu. Karena biasanya ia menghabiskan hari minggunya hanya untuk menonton drakor saja atau ia menemani Reby membereskan pekerjaannya di apartment. Dan setelah itu mereka akan pergi ke restoran dan pulang, namun hari ini Rania berencana akan pergi jalan-jalan lagi setelah makan dengan Nathan.
"Kau mau pesan apa, ?" Tanya Nathan Rania pun membuka buku menu dan menyebutkan makanan yang ia pesan pada pelayan disana, begitu pun juga dengan Nathan.
Nathan merasa sangat senang karena niatnya yang hanya ingin menghilangkan rasa jenuh di toko buku, namun ia malah bertemu dengan Rania. Gadis kecil yang selalu mengganggu hatinya, namun ia sama sekali tidak ada kesempatan untuk mendekatinya. Namun hari ini gadis yang selalu ia dambakan berada di hadapannya dan makan bersamanya.
"Rania kau tinggal bersama siapa disini,?" Tanya Nathan.
"Tinggal sendiri," Jawabnya sambil membuka buku-buku yang ia beli dengan senyum mengembang karena akhirnya ia bisa membeli novel dari penulis favoritnya.
"Orangtuamu, apa mereka tidak tinggal bersama denganmu, ?" Tanya Nathan yang memang ingin mendekati Rania. Dan Rania hanya menggelengkan kepalanya.
"Memangnya kau sudah punya rumah sendiri atau tinggal dimana, ?" Tanya Nathan lagi yang masih penasaran dengannya.
"Rania tinggal di apartmentnya A Reby, "Jawabnya yang masih fokus pada buku yang dibacanya.
"Apa, ? Kenapa kau tinggal di apartemennya Reby. Kenapa kau tidak tinggal di rumah orangtuamu saja Rania. Itu lebih aman," ucap Nathan yang merasa terkejut karena gadis pujaannya ini malah tinggal di apartement saingannya kenapa tidak tinggal di rumah orangtuanya saja, agar Nathan bisa lebih dekat lagi dengannya. Dan mendekati orangtuanya untuk mengambil hati mereka agar bisa lebih dekat lagi dengan gadis kecil ini.
__ADS_1
"Isshhh, ya gak bisa atuh. Mana mungkin Rania teh tinggal sama Ayah sama Ibu,"
"Kenapa tidak bisa, semua gadis yang pasti tinggal bersama orangtuanya kan," rupanya calon bintang laut pengganggu ini masih kekeuh ingin mendekati Rania dan membujuk orangtuanya.
"Kalau Rania tinggal sama Ayah sama Ibu, Rania teh jauh ke tempat kerjanya atuh gimana sihh kamu teh," Rania geleng-geleng kepala melihat Nathan.
"Aku akan menjemputmu, setiap hari aku akan menjemputmu," ucap Nathan dengan mantap demi cintanya pikir Nathan. Namun Rania malah tertawa melihat ke arah Nathan, hingga Nathan mengernyit heran melihatnya.
"Kamu kenapa malah tertawa,?" Tanya Nathan.
"Abisnya kamu itu lucu tahu, masa ia mau bolak-balik ke Desa buat jemput Rania. Emangnya gak cape apa, Rania aja capek. Kalau misalkan Rania pulang pergi kerja dari desa, yang ada kalau sampai ke sini Rania gak akan bisa kerja karena terlalu capek perjalanan. Palingan Rania cuman tidur dan akhirnya dipecat karena Rania nggak bisa kerja, " ucapnya sambil terbahak.
"Lalu kenapa kau malah tinggal di apartemennya Reby, ?"
"Kenapa tidak di apartementku saja," gumamnya di akhir kalimat.
"Ya karena A Reby itu kan Bos nya Rania, Ayah juga udah titipin Rania sama A Reby. Jadi disini teh Rania tanggung jawabnya A Reby, sebelum dan sesudah naik pelaminan nanti." ucapnya.
__ADS_1
"A-apa...!!! Astaga kenapa setiap ucapan gadis ini selalu membuat jantungku terkejut. Tak lama setelah itu makanan pun sampai, dan Rania pun dengan cepat langsung memakan makanannya karena ia sudah sangat lapar. Begitu pun dengan Nathan ,ia makan sambil melihat Rania yang cantik dan entah kenapa setiap yang ia lakukan selalu membuatnya gemas. Sayang sekali gadis ini sangat sulit di taklukan. Nathan selalu melihat Rania merajuk pada Reby namun manusia dingin itu selalu menanggapi Rania dengan wajahnya yang datar. Coba saja Rania merajuk padanya sudah Nathan pasti kan Nathan akan menghadiahinya dengan pelukan dan ciuman.
Ahh andai saja Rania menjadi miliknya, pasti Nathan akan sangat bahagia. Nathan pun melanjutkan makannya ia juga melihat Rania begitu lahap,. ia bahkan tidak merasa malu mulutnya terlihat penuh di depan Nathan. Tapi itu membuat Nathan malah menjadi gemas.
"Ouuhh ya ampun, semalam kita bertemu di hotel dan siang ini kita bertemu di restoran dengan orang yang sama, ternyata aku memang tidak salah jika kau itu adalah wanita murah*n " ejek seorang wanita cantik dengan rambut pirangnya dan memakai pakaian kurang bahan sedang menatap Rania dengan pandangan tidak suka dan meremehkan.
"Aihh jadi ini arti mimpi Rania semalem teh, " ucap Rania santai dan meminum minumannya. Untung saja pengganggu datang setelah Rania menyelesaikan makannya.
"Memangnya kau mimpi apa Rania,?" Tanya Nathan.
"Semalem Rania mimpi ketemu sama ratu dugong, eh siangnya ketemu sama anaknya," jawab nya sambil tertawa.
"Kau...!!!"
****
Ayo yang belum vote keluarin ya 💃💃💃😚😚😚
__ADS_1
"