GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA

GADIS DESA KESAYANGAN TUAN MUDA
Bab 86


__ADS_3

Rencana pernikahan antara Rully dan juga Nathan sangat disambut baik oleh Nisya. Ia sangat senang karena akhirnya putra kesayangannya mau menikah juga. Apalagi menikah dengan gadis pilihannya, tidak ada lagi hal yang lebih membahagiakan dari ini.


Akhirnya Nisya meminta Nathan datang ke desa Rully untuk menemui orangtuanya disana. Nanti Nisya akan menyusul jika Nathan sudah benar-benar diterima oleh keluarga Rully, Nisya menunggu sembari menyiapkan segala keperluan Nathan dan Rully serta untuk menyiapkan barang-barang apa saja yang akan dibawa saat lamaran.


Dan pagi ini akhirnya Nathan dan Rully pergi ke desa untuk bertemu dengan orang tua Rully. Sebelumnya orang tua Rully juga sudah diberitahu jika ia akan membawa calon suaminya pulang. Dan tentu saja mereka sangat antusias mendengarnya, mereka senang akhirnya anak gadis mereka yang sedikit aneh kelakuannya bisa mendapatkan seorang pria kota. Bahkan mereka tidak tahu jika Nathan adalah seorang pengusaha muda yang sukses yang kekayaannya tidak kalah dari keluarga Maheswara. Yang mereka tahu hanyalah calon suami anak mereka adalah orang kota dan bekerja di kantor.


*


*


*


"Rully dimana alamat rumahmu?" tanya Nathan, Rully pun langsung membuka tasnya dan memberikan kartu tanda pengenalnya pada Nathan.


"Ini," Rully menyerahkannya pada Nathan.


"Apa ini?" Nathan malah membolak-balikan kartu itu sambil tertawa.


"Di kasih tahu malah ketawa, jangan bikin orang tersungging ya,"


"Tersinggung Astaga, ingin sekali aku menelanmu sekarang juga. Dasar sapu-sapu menyebalkan."


"Abisnya dikasih tahu malah ketawa, kan Ully jadi gemessss pengen sentil ginjalnya,"


"Aku tertawa karena melihat fotomu ini,"


"Emangnya kenapa foto Ully?" Rully mengernyit heran, memangnya ada yang salah dengan fotonya. Bukankah semua foto kartu tanda pengenal sama saja pikir Rully.


"Kau lihat foto mu ini, sudah jelek seumur hidup lagi astaga," Nathan semakin terbahak saja. Membuat Rully kesal hingga mencubit pinggang Nathan hingga Nathan memekik kesakitan.

__ADS_1


"Aaaaarkhhhh, apa yang kau lakukan? Kenapa kau mencubit ku. Ya ampun sakit sekali," Nathan mengusap pinggangnya yang terasa panas akibat capitan ikan sapu-sapu.


"Itu hukuman buat orang yang ngetawain bidadari cantik, masih mending Ully gak cubit itu cacing alaska punya Kak Nathan,"


"Oh ya ampun, ternyata ikan kecil ini buas juga," gumam Nathan. Mereka pun kini melanjutkan perjalanan mereka menuju ke desa.


*


*


*


Sudah tiga jam mereka melakukan perjalanan. Namun desa Rully masih jauh, dan menurut perhitungan masih harus menempuh waktu 3 jam lagi untuk menempuh kesana.


"Kak Nathan capek?" tanya Rully.


"Lumayan, perjalanannya sangat jauh jadi lumayan melelahkan nanti kita berhenti kita cari makan dulu, perutku lapar," jawab Nathan.


"Memangnya kalau kau yang membawa mobilku kita akan sampai kemana?"


"Ya, nyampenya ke rumah sakit atuh. Kan Ully gak bisa bawa mobil gimana ari Akang," Jawabnya sambil terbahak-bahak melihat ekspresi Nathan yang entahlah, antara kesal merasa konyol dan juga merasa bodoh.


"Tuhan, kenapa aku merasa selalu menjadi orang bodoh jika berada didekatnya,"


*


*


*

__ADS_1


Saat waktu hampir malam akhirnya Nathan dan Rully sampai di desa, Nathan melihat rumah sederhana namun terlihat sangat asri dan juga bersih. Rumah ini langsung berhadapan dengan jalan dan disamping jalan ada banyak pesawahan dan perkebunan yang sangat luas. Di halaman rumahnya juga ada sebuah pohon yang di bawahnya ada bangku-bangku dan meja. Sepertinya tempat itu tempat dimana mereka sering menghabiskan waktu bersama keluarga dengan berkumpul disana. Tempat yang sangat nyaman, pikir Nathan.


"Ayo masuk sini, jangan bengong aja," ajak Rully. Rully dan Nathan pun kemudian masuk dan memberi salam.


"Assalamualaikum, Ayah ibu Ully pulang,"


"Waalaikumsalam, "terdengar sahutan dari orang rumah, jiga terdengar suara langkah mereka. Nathan sempat gugup namun sebagai paus sejati maksudnya pria sejati ia harus menunjukkan kejantanannya. Eh tunggu kejantanan yang seperti apa yang harus ia tunjukkan. Yang terpenting bukan cacing alaska saja yang ia tunjukkan kepada calon mertuanya.


"Ully, Ya Allah anak ibu pulang. Ibu teh kangen sama Ully," ujarnya sambil memeluk putrinya. Ayah Rully pun sama, ia pun memeluk putri kesayangannya.


"Oh ya ini teh calon menantu yang kamu ceritain?" tanya ibunya Rully.


"Iya, ini Kak Nathan calon menantunya Ayah sama Ibu," jawab Rully.


"Selamat malam Ayah, Ibu, perkenalkan saya Nathan," sapa Nathan dengan sangat sopan. Ia harus terlihat sangat baik karena malam ini adalah penilaian sang calon menantu pikir Nathan.


"Selamat malam juga, Ya Allah Ully meni kasep pisan (tampan sekali) calon menantu Ibu teh, artis bukan ini teh? Ibu mau minta tanda tangan sama foto bareng sama Nathan,"


"Apa...?"


****


Udah dua bab nih kasih Mimin hadiah dong 😚😚😚


Jangan lupa mampir di cerita temen aku ya 🤗


Judul : Tirai Kehidupan Sang CEO


Author: EL

__ADS_1



.


__ADS_2