Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
101


__ADS_3

Anaya baru saja keluar dri kamar mandi, ia mendengar suara anak nya menangis


" tu mommy mu sudah keluar, sayang seperti nya anak anak kita haus deh , mereka ingin asi dari kamu" ucap aron


" ya ampun , kasihan nya anak anak mommy sini sayang " ucap anya yang langsung mengambil bantal untuk menyusui si kembar


" sini aku bantu sayang , kamu meletak kan syakil aja , kalau syakila biar aku " ucap aron


anaya langsung memakai metode menyusui sekaligus untuk anak anak nya


' sabar aron ini adalah cobaan yang terbesar buat kamu , ingat anaya masih sakit dan masih nifas, akan ada waktu nya nanti' batin arin yang sedang menahan hasrat nya saat melihat anaya menyusui anak anak nya


" sayang , aku ke kamar mandi dulu ya , kamu bisa gak memegangi mereka sendirian " ucap aron , ia tidak bisa lama lama di dekat anaya yang seperti ini , ia takut hilaf


" iya mas bisa kok" jawab anaya yang masih sibuk menyusui anak anak nya


aron segera menuju ke kamar mandi untuk menuntas kan hasrat nya sendiri


setelah anak anak nya tidur anaya mulai memindah kan anak nya di atas kasur , satu persatu


" ngapain aja sih mas Aron di kamar mandi lama banget, aku samperin aja lah , kalau aku panggil nanti anak anak malah kebangun" ucap anya yang langsung menuju ke kamar mandi tanpa mengetuk pintu kamar mandi


Alangkah terkejut nya anaya melihat apa yang di lakukan suaminya di kamar mandi


" mas , kamu ngapain" tanya anaya heran


" sayang" ucap aron terkejut saat melihat anaya yang sudah ada di dalam kamar mandi


" kamu lagi ngapain" tanya anaya lagi


" emm , aku lagi menuntas kan hasrat aku sayang , aku gak tahan melihat kamu menyusui si kembar tadi" ucap aron dengan jujur


" maaf ya mas , aku gak tau kalau kamu sangat tersiksa melihat aku menyusui twins" ucap Anaya ayang merasa bersalah


" iya gak papa kok sayang" ucap aron


" mau aku bantu" tawar anya


" kamu beneran mau bantu aku" tanya aron memastikan , anaya hanya tersenyum dan mengangguk kan kepala nya


⭐⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Saat ini siti siti dan sean sedang dudu di taman belang rumah aron


"sayang , aku ingin bicara sesuatu sama kamu" ucap sean


" mau bicara spa mas" tanya siti


" kamu mau gak nikah sama aku" tanya sean


" emm , aku mau kok nikah sama kamu mas" ucap siti dengan senyum malu malu


" beneran sayang" tanya sean memastikan


" iya mas aku mau menikah dengan mu" ucap siti


" makasih sayang , jadi kapan kita menikah nya sayang , kalau bisa jangan lama lama lama ya sayang " ucap sean dengan sangat bahagia


" kalau aku sih juga gak pengen lama lama pacaran terus seperti ini mas" ucap siti


" baik lah kalau begitu , nanti aku bilang sama om rozi kalau kita mau menikah secepat nya" ucap sean dengan sangat bahagia


" iya mas , tapi aku mita mahar dan persyaratan sama seperti via , kalau kamu bisa memenuhi permintaan aku , besok juga gak papa kita menikah" ucap siti dengan senyum manis


" apa , ayo lah sayang jangan beri aku permintaan yang sangat sulit itu " ucap sean dengan wajah sedih nya


Seketika sean langsung terdiam , raut wajah yang tadi nya sangat gembira kini berubah jadi sedih


" jangan sedih gitu mas , aku akan selalu menunggu kamu , aku gak akan berpaling dari kamu , jadi semangat ya untuk belajar dulu" ucap siti menyemangati sean


" sayang apa gak bisa kita nikah dulu baru aku belajar " tawar sean


"gak sayang , semangat ya , anggap saja ini perjuangan kamu untuk mendapat kan aku" ucap siti dengan senyum manis nya kepada sean


" baik lah sayang , aku kan berjuang demi kamu , setelah aku bisa sholat dan mengaji , aku akan langsung menikahi kamu secepat nya" ucap sean


" nah gitu dong itu baru mas sean " ucap siti


Tak terasa hari sudah malam saat ini aron keluar dari kamar nya dengan mengunakan sarung dan baju koko


" kamu mau kemana ron " tanya papa rozi saat melihat anak nya memakai baju koko dan sarung


" mau belajar ngaji lah pa" ucap aron

__ADS_1


Tak lama sean dan billi pun datang dengan menggunakan pakaiyan yang sama seperti aron


" kalian juga mau belajar ngaji" tanya papa rozi


" iya pa , mereka mau belajar ngaji untuk memenuhi syarat dari pasangan masing masing" aron yang menjawab pertanyaan papa nya


" emang nya apa persyaratannya" tanya ibu sumarni yang baru datang


" mereka meminta pasangan nya bisa azan, shalat dan mengaji " ucap aron


" mas , kamu bisa sholah dan mengaji" tanya ibu sumarni pada papa rozi, papa rozi hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya


" mas kamu ikut mereka belajar sholat dan mengaji , setelah kamu bisa sholat dan mengaji baru kita menikah" ucap ibu sumarni, aron , sean dan billi tertawa mendengar ucapan ibu sumarni, ibu sumarni langsung meninggal kan mereka ia langsung menuju ke dapur tanpa menunggu jawaban dari papa rozi


" sayang , kok aku juga ikut ikutan kena juga sih " teriak papa rozi saat ibu sumarni yang langsung meninggalkan nya kedapur


" ini semua gara ara kalian , pernikahan yang seharus nya di laksankan dalam waktu dekat ini harus batal" ucap papa rozi denggn kesal


sedang kan aron,sean dan billi hanya tertawa terbahak bahak , kalau papa rozi juga bernasip yang sama seperti mereka


" assalamualaikum" salam seseorang yang datang


" wallaikumsalam " jawab aron , sean ,billi dan papa rozi bersamaam


" loh , kenapa kalian pakek sarung semua " tanya bastian yang sudah masuk ke dalam rumah terkejut dengn penampilan aron , sean ,dan billi, bastan tadi tidak ikut dalam penyambutan baby twin , karena ia ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan , ia kesini untuk memberikan kado untuk baby twins


" emang nya kenapa gak boleh , kita mau ngaji , eh benter setau ge lo gak punya agama terus kenap lo pakek ucapin salam tapi pas masuk" ucap aron


" iya , apa lo udah jadi mualaf" tanya billi


" aku cuma ikut kebiasaan ibu aja " jawab bastian dengn santai nya


" bas, kanpa kamu gak jadi mualaf saja " ucap papa rozi


" sebener nya , aku sudah ada niat untuk menjadi mualaf , pa tapi aku bingung harus belajar sama siapa" ucap bastian


"sekalian aja belajar sama mereka bas , sebentar lagi ustad mereka datang kok, sekalin kamu masuk islam dengan bimbingan beliau" ucap ibu sumarni yang baru datang


" ah gak bu, nanti dia malah mengganggu kita ngaji " ucap aron


" aku gak akan ganggu kalian kok , aku mau ikut belajar ya" ucap bastian

__ADS_1


" gak , gue gak mau belajar bareng lo" ucap aron menolak


__ADS_2