Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
62


__ADS_3

Saat ini aron sean dan billi sedang dalam perjalanan menuju Amerika menggunakan pesawat peribadi


Aron tidak mengabari sang papa kalau dia hendak ke rumah papa nya


" bil kok gue degdegkan gak karuan gini ya" ucap aron sambil memegangi jantung nya


" lo sakit bos" tanya billi


" gue gak ngerasa sakit cuma degdegkan gak karuan gitu" ucap aron


" udah bawa tidur lagi aja bos mungkin lo kurang tidur" ucap sean menimpali


" iya bos bener kata sean selama anaya gak ada lo sepeti kurang istirahat" ucap billi


" bisa jadi ya udah dah kalau gitu gue tidur dulu ya nanti setelah sampai lo bangunin gue " ucap aron yang langsung menuju ke kamar pribadi nya


setelah sekian lama perjalanan akhirnya sampai juga di bandara Los Angeles- Amerika


" bos bangun kita sudah sampai " ucap billi yang menggoyang goyangkan lengan aron


" em udah sampai ya" ucap aron baru bangun tidur


" iya bos" ucap billi


Aron pun langsung beranjak dari tidur nya dan menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka nya


mereka langsung turun dari pesawat dan dan langsung menaiki mobil yang sudah di siap kan oleh sean


Mereka langsung menuju ke rumah papa rozi


" bil kok gue degdegkan lagi ya" ucap aron


" lo tidur gak adi bos" tanya billi


" ya tidur lah" ucap aron


" kalau menurut mitos ya bos biasa nya itu mau ketemu sama orang yang amat kita rindukan" ucap sean


" emang nya lo rindu om rozi bos" tanya billi


" gak juga , gue kan udah terbiasa pisah sama papa jadi gue gak ada kangen kangen nya" ucap aron


" nanti setelah kita sampai di rumah om rozi lo periksakan ke dokter deh siapa tau lo ada riwayat penyakit jantung" ucap sean


" wah kalau lo punya penyakit jantung gue akan menunggu in janda nya anaya aja lah " ucap billi menjahili aron


" maksud lo lo doain gue cepat mati gitu" ucap aron kesal


" becanda bos gitu aja udah marah kenap penyakit jantung beneran baru tau rasa lo bos" ucap billi


" lo ya" ucap aron langsung memukul kepala billi


" ampun bos ampun " ucap billi kesakitan

__ADS_1


sean hanya tertawa melihat aaron dan billi


🌸🌸🌸🌸🌸


di rumah papa rozi anaya sedang duduk di taman belakang sambil mengelus elus perut nya yang sudah membuncit


" nay lagi ngapain kamu di sini' tanya ibu lastri yang langsung duduk di samping anaya


" lagi ngeliatin bunga bunga bu" ucap anaya


" apa kamu sudah minum susu nya" tanya ibu lastri


" sudah bu, oh ya via kemana bu" tanya anaya


" via lagi menemani bik wati belanja bulanan" ucap ibu lastri


" kok mereka gak biang sih kan anaya juga pengen ikut , pengen melihat lihat kota ini" ucap anaya


" bukananya mereka ga mau ngajak kamu nay mereka gak mau terjadi apa apa sama kamu" ucap ibu lastri


" iya bu aku ngerti" ucap anaya


" nay apa sudah ada kabar tentang ibu kamu" tanya ibu lastri


" belum bu , papa belum ngomong apa apa tentang ibu" ucap anaya


" semoga saja cepat dapat kabar tentang ibu kamu ya nay" ucap ibu lastri


" kamu yang sabar ya" ucap ibu lastri berusaha menenangkan anaya


" assalamualaikum" ucap via


" wallaikumsalam" jawab anaya dan bu lastri bersamaan


" lo kenapa mbak anaya menagis bu" tanya via yang melihat air mata anaya di pipi nya


" gak papa kok aku cuma kangen sama ibu ku aja" ucap anaya


"mbak yang sabar ya semoga aja om rozi cepat dapat informasi tentang ibu nya mbak " ucap via


" iya vi , oh ya kalian abis borong apa aja nih kok banyak sekali" ucap anaya yang melihat belanjaan wati dan via banyak sekali


" aku gak belanja apa apa mbak ini semua permintaan om rozi kata nya untuk mencukupi gizi mbak dan anak anak mbak" ucap via


" ya Allah papa sangat perhatian sekali dengan cucu cucu nya" ucap anaya


" iya dong mbak om rozi kan gak mau mbak dan cucu cucu nya kekurangan gizi" ucap via


" kamu ini bisa aja vi" ucap anaya


"sudah ayo kita bantu bik wati membereskan barang barang ini" ucap ibu lastri


" sini aku bantu" ucap anya

__ADS_1


"eh kamu mendingan istirahat aja di kamar biar ini ibu via dan bik wati yang membereskan" ucap ibu lastri


" tapi bu" ucap anaya


" gak ada tapi tapian sekarang kamu masuk kamar aja dan istirahat aja" ucap ibu lastri memotong ucapan anaya


" iya mbak biar ini kita aja yang membereskan nya mbak istirahat aja" ucap via


" baik lah kalau begitu aku ke kamar dulu ya" ucap anaya


" iya istirahat lah " ucap ibu lastri


Anaya pun langsung menuju ke kamar untuk istirahat setelah sampai di kamar anaya merebah kan tubuh nya di kasur dan tak lama iya pun tertidur


Aron baru sampai di rumah sang papa iya


" bil lo turunin barang barang gue dan oleh oleh oleh buat papa lo langsung kasih ke bik wati aja gue mau langsung tidur ngantuk gue" ucap aron yang langsung memasuki rumah sang papa


" bi wati" panggil aron memanggil bik wati


" itu kan suara tuan Aron kok dia ada di sini sih" ucap bi wati


" bi ada yang manggil tu" ucap via yang masih membantu membereskan belanjaan tadi


" duh gawat " ucap bik wati


" gawat kenapa bi" ucap via penasaran


" itu suara tuan aron " ucap bik wati


" apa... terus kita harus gimana nih mana mbak anaya lagi di kamar nya lagi" ucap via kebingungan


" ya mau bagai mana lagi mungkin sudah waktu nya mereka bertemu" ucap bu lastri


" terus kalau tuan aron tidak menerima anak yang ada di kandungan mbak anaya gimana " ucap via


" kita liat aja dulu kalau sampai ada keributan kita langsung telfon rozi" ucap bu lastri


" bik wati" panggil aron lagi


" saya ke sana dulu ya " ucap bik wati yang langsung meninggal kan dapur


" iya den ada apa " ucap bik wati yang sudah di dekat aron


" itu ada oleh oleh buat papa bibik simpan ya saya mau ke kamar dulu mau istirahat " ucap aron langsung menuju ke kamar nya


" aduh gimana ini, semoga saja neng anaya dan anak nya baik baik aja" bik wati


Aron membuka pintu kamar nya iya melihat ada seorang wanita yang tidur di kamar nya dengan membelakangi nya


'siapa yang tidur di kamar gue' batin aron yang langsung mendekati orang itu


' anaya gue pasti berhalusinasi nih' batin aron saat melihat Anaya yang tidur di kasur nya

__ADS_1


__ADS_2