
saat anaya pergi ke depan pagar untuk mengambil paket nya , tiba tiba henfon yang tertinggal pun berbunyi, sean langsung melihat siapa yang menelfon anaya
"my love" ucap sean saat membaca nama yang tertera di henfon anaya
" hallo bos" jawab sean saat sambungan telfon nya tersambung
" hello sean , anaya mana" tanya aron panik
" anya sedang mengambil paket di depan bos ada-" ucapan sean di potong oleh aron
" sean kejar anaya , jangan sampai menerima paket itu " teriak aron dari seberang telfon
" memang nya ada apa bos tanya sean yang bingung
" peket itu isinya bom , kejar anaya sean cepet, jangan sampai anaya menerima peket itu" teriak aron lagi
Sean langsung menjatuh kan henfon anya dan langsung berlari menuju ke depan
" ada apa dengan sean , kenapa dia berlari seperti di kejar kejar setan saja" ucap papa rozi yang melihat sean berlari dalam keadaan panik, papa rozi baru ingin duduk di sofa setelah membantu istri nya menenangkan syakila
"om , mas sean tadi kenapa berlari terburu buru gitu" tanya siti yang baru datang sambil membawakan minuman
" gak tau siti,loh ini kan henfon anaya " ucap papa rozi yang langsung melihat henfon anya
" aron , ini masih tersambung telfon nya hallo aron" ucap papa rozi
" hallo pa , gimana apa sean sudah berhasil menahan anaya" ucap aron dalam keadaan panik
" loh , memang nya ada apa" tanya papa rozi penasaran
" anaya akan mengambil paket berisi bom pa" ucap aron yang masih dalam keadaan panik
" apa" ucap papa rozi terkejut sampai menjatuh kan henfon anya dan sambungan telfon nya pun terputus
Sean terus berlari menuju ke gerbang depan rumah aron
" anya jangan menjauh , jangan terima paket nya" teriak sean saat melihat anya yang sudah hampir mendekati gerbang depan
Anaya pun menoleh saat sean memanggil nya , ia tidak terlalu jelas mendengar ucapan sean
" kenapa kamu ikut menyusul sean " tanya naya yang melihat sean berlari menuju ke arah nya
" anaya , menjauh dari gerbang itu , cepat menjauh , ada bom" teriak sean lagi sambil berlari
__ADS_1
" ada bom" ucap anaya yang mendengar ucapan sean , seketika anaya langsung panik dan melihat tukang paket itu
" ini nona paket nya" ucap orang yang mengantar paket nya dengan wajah pucat
" pergi anya , menjauh lah dari sana" teriak sean yang terus berlari
Anya yang panik pun langsung berlari menjauh gerbang itu , ia berlari menuju ke arah sean
orang yang mengantar paket itu yang melihat anaya berlari ia pun meletakkan paket nya di depan gebang rumah aron , ia langsung berlari menjauh juga dari gerbang rumah aron
Dan tak lama setelah anaya dan orang yang mengantar paket itu berlari menjauh
Ddduuuuaarrrrr
Bom itu meledak sampai menghancurkan pagar depan rumah aron dan pos sekuriti yang tak jauh dari gerbang rumah aron
anaya pun masih ikut terpental akibat ledakan bom yang ada di depan pagar rumah nya
" anaya" teriak sean yang langsung menghampiri anya yang ikut terpental
" anaya kamu gak papa" tanya sea yeng sudah sampai di dekat anaya
" aku gak papa kok sean" ucap anya dengan lemah
" sean , tolong aku , perut ku sakit sekali" ucap anya sambil memegangi perut nya
"bertahan lah anya aku akan membawa mu ke rumah sakit" ucap sea , yang tanpa pikir panjang langsung menggendong anya , menuju ke mobil nya
Anaya terus merintih kesakitan di dalam gendongan sean
" sean , anaya" teriak papa rozi saat mendengar ledakan yang hebat di depan rumah anaya dan aron
Semua orang pun berlarian keluar rumah saat mendengar ledakan itu
" anya, sean anya kenapa" teriak papa rozi saat melihat sean mengendong anya
" om kami kan langsung pergi kerumah sakit om tolong , jaga rumah ya " ucap sean yang masih mengendong anya yang sedang meruntih kesakitan
" baik lah , kamu jangan menghawatir kan rumah , bawa anya ke rumah sakit sekarang" ucap papa rozi
" sayang ayo kamu ikut aku , kamu bisa menjaga naya di dalam mobil nanti" ucap sean pada siti
" baik mas" ucap siti yang langsung mesuk ke dalam mobil, setelah siti masuk ke dalam mobil sean pun memasuk kan anaya ke dalam mobil di samping siti, lalu iya langsung berlari ke tempat mengemudi
__ADS_1
" om , kita pergi dulu" teriak sean yang langsung memasuki mobil nya
" ya berhati hatilah sean " ucap papa rozi
mobil sean pun langsung melaju meninggalkan rumah aron , selama di perjalanan anya terus merintih kesakitan
Setelah mobil sean sudah tidak terlihat lagi papa rozi langsung menyuru anak buah aron untuk memberes kan bekas ledakan bom nya
" mas , ini aron dari tadi telfon terus" ucap ibu sumarni yang menyerah kan henfon anya , ibu smarni masih menggendong syakila
" hallo , ron" ucap papa rozi saat sambungan telfon nya tersambung
" hallo pa , bagai mana , apa anaya baik baik saja" tanya aron dalam ke adaan panik mengkhawatir kan istri nya
" anaya saat ini sedang di bawa sean dan siti kerumah sakit , anaya masih dalam ke adaan sadar , namun anya terus merasakan sakit di bagian perut nya ron" ucap papa rozi memberitahu kan keadaan naya tadi
" jadi anya tidak kena ledakan bom nya pa" tanya aron
" seperti nya tidak , dia hanya terpental saja akibat ledakan itu" ucap papa rozi
" baik lah pa , aku akan segera pulang , papa tolong terus jaga rumah " ucap aron
" baik ron , oh ya bagai mana dengan cucu ku " tanya papa rozi
" alhamdulilah cucu papa baik baik saja , kami akan segera pulang pa" ucap aron
" baik lah , hati hati di jalan ya ron " ucap papa rozi
" baik pa " ucp aron yang sambungan telfon nya langsung di putus oleh aron
Sesampai nya sean di rumah sakit , ia langsung mengendong anyaa menuju ke UGD di bantu oleh siti
" dokter, tolong saudara saya " teriak sean sambil mengendong anya, dokter dan susterpun berlarian langsung membantu anya
" letak kan saja di sini pak , " ucap ssalah satu suster yangmenunjuk berangkar yang iaa dan teman teman nya bawa
Sean pun langsung meletakkan anya di berankar , para suster pun langsung membawa masuk anya ke dalam UGD
" maaf pak anda di larang masuk ke dalam , dokter akan menangani pasien " ucap suster yang menahan sean yang ingin iku masuk ke dalam UGD
" suster , tolong selamat kan saudara saya " ucap sean pada suster itu
" baik pak, kami akan berusaa semaksimal mungkin untuk menolong saudara anda, anda silah kan mengurus administerasinya di depan agar tidak memperhambat peroses pengobatan nya" ucap suster itu
__ADS_1
" baik sus" ucap sean yang langsung menuju ke tempat administrasi , untuk membayar pengobatan anya