
Sinta sedang kesal lantaran iya baru mendapat laporan kalau anya kembali bersama aron , dan anaya sedang hamil anak aron
" ahhh sialan, tu perempuan kampung , kenapa sih dia harus kembali lagi" ucap sinta uang tengah kesal
"aku harus cari cara untuk menyingkirkan nya, aku gak mau kalau bos aron akan lebih sayang dan cinta pada nya" ucap sinta
" apa aku harus menyuruh sandi mengakui kalau anak yang di kandung anaya itu anak nya ya , agar bos aron akan sangat marah besar dan menyingkirkan anaya Dan anak anak nya, setelah itu aku akan menjebak bos aron lagi agar dia bisa menghamili aku , kalau aku sudah hamil anak nya kan dia mau gak mau harus nikahin aku" ucap sinta dengan senyum licik
Sinta langsung mengambil henfon nya , iya ingin menghubungi sandi
" hallo" ucap sandi saat sambungan telfon nya sudah tersambung
" hallo sandi , kamu di mana sekarang " tanya sinta
" aku sedang bekerja, kenapa kamu menghubungi aku , apa kamu sudah menemukan informasi tentang anaya" ucap sandi
Sandi memang mencari keberadaan anaya saat tau kalau anaya pergi dari rumah aron
" ya aku tau saat ini keberadaan Anaya" ucap sinta
" benarkah , dimana sekarang anaya berada" tanya sandi dengan gembira mendengar kabar tentang anaya
" anaya sekarang bersama bos aron " ucap sinta
" apa anaya bersama dengan bos mu lagi , bagai mana kalau anaya mendapat perlakuan tidak baik lagi oleh bos mu" ucap sandi yang mengkhawatirkan anaya
"Maka dari itu aku menghubungimu " ucap sinta dengan tersenyum
" terus bagai mana cara nya mengeluarkan anaya dari tangan bos mu itu, ayo lah sinta batu aku mengeluarkan anaya dari sana , aku tidak mau terjadi apa apa pada anya" ucap sandi
"asal kamu tau saat ini anaya sedang hamil " ucap sinta
" hamil, anaya hamil" ucap sandi memastikan
" ya saat ini anaya sedang hamil , coba kamu bayangkan saat anaya hamil terus mendapat siksaan dari bos aron bagai mana" ucap sinta sambil tersenyum , iya sengaja untuk mengompori sandi agar mau membantu nya
" tidak , jangan biarkan itu terjadi sinta , aku tak sanggup medengar atau pun melihat anaya di siksa oleh bos mu dalam keadaan hamil seperti itu" ucap sandi yang tak bisa membayangkan kalau anaya akan di siksa oleh aron dalam ke adaan hamil
" kalau kamu mau mennolong nya , kamu harus mengaku kalau anak yang ada di dalam kandungan anaya itu adalah anak kamu, itu lah satu satu nya jalan agar kamu bisa menyelamat kan anaya
__ADS_1
"apa setelah itu bos mu tidak akan menyakiti anaya lagi" ucap sandi
" tidak akan , au jamin kali ini" ucap sinta
" baik lah nanti aku akan mendatangi rumah bos mu itu untuk menjemput anaya " ucap sandi
" bagus nanti datang lah kesana dengan membawa beberapa orang yang akan ku kirim kan untuk membantu mu" ucap sinta
" baik terimakasih sinta kamu sudah mau membatu ku dan telah memberikan informaasi mengenai anaya" ucap sandi
" sama sama, kalau begitu aku matikan dulu ya telfon nya, aku masih ada pekerjaan" ucap sinta
" baik lah , aku juga mau melanjut kan pekerjaan ku" ucap sandi
Sinta pun langsung mengakhiri sambungan telfon nya
" haha kena kamu sandi mau aja aku bodohi, setelah ini pasti perempuan kampung itu kan di tendang sama bos , kalau tidak pasti dia dan sandi bodoh itu akan di tembak mati oleh bos hahahahaha" ucap sinta dengan tertawa senang
⭐⭐⭐⭐⭐
" mas kamu lagi apa" tanya anaya yang melihat aron sedang duduk di balkon kamar nya
" gak deh mas , pasti asem banget itu" ucap anaya yang membaynag kan masam nya buah mangga muda itu
" gak asem kok sayang , ini enak dan seger" ucap aron sambil memaka buah mangga itu
" gak ah bat mas aja, oh ya mas aku pengen jalan jalan boleh gak" ucap anaya
" gak boleh, di luar sana sangat bahaya sayang , aku gak mau kamu damn anak anak kita dalam bahaya" ucap aron yang tak mengizin kan anaya keluar rumah
" aku cuma pengen jalan jalan di taman aja mas kita kelilingi rumah ini aja , aku bosen di dalam rumah terus" ucap anaya
" kalau di sekitaan rumah ya boleh dong sayang , ayo aku temenin" ucap aron yang beranjak dari duduk nya
"terus itu mangga nya gimana" tanya anaya
" aku masukin ke kulkas aja dulu nanti aku makan lagi" ucap aron yang langsung mengambul sepiring buah mangga muda nya untuk di masuk kan ke kulkas
Mereka pun berjalan menuruni anak tangga dengan hati hati , aron selalu memegangi naya kalau iya ingin turun tangga
__ADS_1
" besok aku buatin lif deh buat kamu sayang , aku gak tega sama kamu naik turun tangga dengan perut yang gede banget gini" ucap aron
" aku udah terbiasa mas dengan perut besar ini" ucap anaya
" ya kamu udah biasa dan merasa enjoy aja , aku yang yak biasa ngeliat kamu naik turun tangga seperti ini" ucap aron
" iya deh terserah kamu aja mas" ucap anaya yang mengelah sebab kalau sudah berdebat dengan suami nya pastii akan kalah
" nah gitu dong mungkin besik lah sudah ada orang yang akan memasang lif nya" ucap aron
" iya mas , udah sana masukin ke kulkas dulu mangga nya , aku tunggu di sini aja" ucap anaya
" baik lah sayang kamu duduk aja di kursi itu ya, aku mau ke dapur buat masikin mangga nya ke kulkas" ucap aron
" iya mas " ucap anaya
Aron langsung berjalan menuju ke dapur
" bik surti" panggil aro
" iya tuan" ucap bik surti
" ini mangga punya saya ya jangan ada yang memakan nya , nanti mau saya makan lagi , saya mau nemenin istri saya jalan jalan dulu" ucap aron saat memasuk kan mangga mudamilik nya
" iya tuan " ucap bik surti
Aron pun meninggalkan dapur iya menghampiri anaya yang sedang duduk di sofa
" sayang ayo kita jalan jalan" ucap aron mengajak anaya
" ayo mas" ucap anaya yang langsung beranjak dari duduk nya
Aron langsung menggandeng tangan anaya menuju keluar rumah, mereka mulai berjalan jalan di taman menikmati udara segar dan bunga bunga cantik bermekaran
" sayang apa kamu ak keberatan membawa anak anak kita di sini" tanya aron yang sambil mengelus perut anaya
" gak kok mas , terkadang ajag susah aja kalau sudah tuduran atau duduk mau berdiri" ucap anaya
" maafin aku y sayang aku gak bisa menggantikan kamu untuk membawa mereka untuk saat ini , nanti saat mereka sudah llahir biar aku aja yang enggendong mereka" ucap aron yang kasihan melihat istri nya
__ADS_1