
Ibu lastri dan bastian pun memasukui ruangan rawat aron dan anaya , di sana sudah ada papa rozi dan ibu sumarni
" zi ini bastian" ucap ibu lastri menunjuk bastian
Bastian hanya menunduk tak berani menatap papa rozi , ia takut kala papa rozi akan mengusir nya dan tak mengizinkan dia bertemu dengan ibu sumarni lagi
Papa rozi beranjak dari duduk nya dan langsung menghampiri bastian
"bastian , apa kamu mau jadi anak saya" tanya papa rozi pada bastian yang masih menunduk kan kepalanya
Sontak bastian terkejut dengan ucapan papa rozi pada nya
" om , serius , om gak marah atau benci sama aku" Bastian balik bertanya
Papa Rozi langsung memeluk bastian sambil menepuk nepuk punggung bastian
"saya gak pernah benci sama kamu bas" ucap papa rozi yang masih memeluk bastian
" terimakasih om " ucap bastian yang langsung membalas pelukan papa rozi ,ia juga sampai menetes kan air mata nya sangking terharu nya .papa rozi pun melepaskan pelukan nya dan memegang kedua bahu bastian
" sekarang kamu sudah menjadi anak ku , jadi kamu panggil aku papa ya , sama seperti aron" ucap papa rozi sambil tersenyum
" terimakasih pa" ucap bastian yang memeluk papa rozi lagi
" sama sama, kamu mau kan tinggal bersama kami" jawab papa rozi sambil mengajak bastian tinggal bersama , bastian hanya mengangguk kan kepala nya
"sekarang ayo kita pulang ke rumah mu untuk mengambil barang seperlunya saja , kita pindak ke rumah aron ,kita berkumpul disana bersama sama" ucap papa rozi kepada bastian
" baik pa , terimakasih sudah mau menerima ku sebagai anak mu" ucap bastian
" sudah jangan berterima kasih terus , ayo kita pulang , biar kan billi dan sean menunggu mereka di sini" ucap papa rozi
" baik pa" jawab bastian
" assalamualaikum" salam via , billi , dan sean bersamaan saat memasuki ruangan rawat anaya dan aron
" wallaikumsalam " jawab merak bersamaan
" nah kebetulan billi dan sean sudah kembali ayo kita pulang , besok kita kesini lagi" ucap papa rozi yang mengajak pulang
" ya biar kan kami berdua saja yang menunggu bos sama anaya di sini , kian pulang lah untuk istirahat" ucap sean
" baik lah kalau begitu kita pulang dulu ya , kalau ada apa apa segera hubungi kami " ucap papa rozi pada sean dan billi
__ADS_1
"Baik om" jawab sean dan billi bersamaan
Mereka semua pun pergi meninggal kan billi dan sean yang menunggu anaya dan aron
" bil gue ikut pulang ya , gue udah kangen sama siti" ucap sean
" gak , besok suru siti aja yang ke sini , dia pasti mau menjenguk anaya dan bayi nya" ucap billi
" ya udah deh nanti gue sur siti kesini sama via" ucap sean
" bos , lo gak bosen apa tidur muluk , kita aja yang nungguin lo udah bosen " ucap billi mengajak aron berbicara
" udah lah biarin aja , mereka suruh tiduran dulu , mending kita juga ikut tiduran " ucap sean yang berbaring di kasur
" ya lo bener juga , capek gue dari kemarin gak istirahat" ucap billi yang ikut rebahan di kasur yang di sediakan untuk yang menjaga pasien
tak lama mera pun tertidur dengan pulas nya
⭐⭐⭐⭐
Keesokan hari nya billi dan sean sudah bangun saat ini mereka tengah sarapan di ruangan aron , tadi sean yang membeli sarapan di kantin
Tak lama aron pun mulai membuka mata nya,ia melihat ke arah pelapon yang berwarna putih , ia menebak kalau ia saat ini sedang berada di rumah sakit , aron langsung teringan anaya yang terluka saat melindungi nya
" anaya' ucap aron dengan lemah, sontak hal itu membuat billi dan sean menghentikan sarapan mereka
" alhamdulilah , akhir nya bos sadar juga" ucap sean yang ikut menghampiri aron
" anaya" ucap aron lagi
" anaya ada di sebelah bos , itu anaya dia belum sadar" ucap billi sambil menunjuk ke arah anaya
aron langsung melihat ke arah samping nya terlihat Anaya yang tertidur menggunakan berbagai alat medis di tubuh nya, aron melihat ke arah perut anya yang terlihat kempes
" anak gue bil" tanya aron
" lo tenang aja , anak lo baik baik saja , mereka lagi di ruangan bayi" jawab sean
" iya anak lo baik baik aja , mereka sangat lucu dan mengemas kan" ucap billi
" bukan nya anaya baru hamil tujuh bulan " tanya aron
" dokter yang menyarankan agar anaya melakukan operasi sesar , keadaan anaya saat itu sangat lemah itu berpengaruh sama anak anak lo" ucap billi menjelas kan
__ADS_1
" lo tau gak bos , kalau anaya sempat di nyatakan meninggal dunia saat melahirkan si twins, tapi tak lama anya kembali bernafas lagi dan ke adaan mereka semu selamat " ucap sean memberitahu
" terus bagai mana ke adaan nya sekarang " tanya aron
" lo tenang aja bos , ke adaan anaya sudah setabil , tinggal sadar nya aja" ucap billi
Aron bernafas lega setelah mendengar kalau anaya baik baik saja, terus ia teringat dengan anak nya
" bil gue pengan liat anak gue" ucap aron
" nanti kata suster mau di ajak ke sini , untuk menemui kalian " ucap billi
" tolong geserin ranjang ini , mendekat ke anaya" pinta aron
" lo gak mau makan atau minum dulu bos " tanya billi
" gak, buruan dekat kan ranjang nya dengan anaya" ucap aron
Billi dan sean pun menuruti ucapan aron untuk mendekat kan ranjang nya ke ranjang anaya
" sayang " panggil aron sambil memegang tangan anaya
" bangun dong , anak kita sudah lahir , kamu mau kan melihat anak kita" ucap aron mencoba membangun kan anya, namun anaya tak meres pun`
"Sayang" panggil aron lagi , namun sama saja anaya masih tak merespon
Tak lama pintu di buka oleh suster yang membawa boks bayi
" selamat pagi , wah daday nya ternyata sudah bangun ya ," ucap suster yang membawa dua bayi mungil yang menggemaskan
" apa itu anak saya sus" tanya aron yang ingin beranjak untuk duduk , dengan sigap billi langsung membantu aron untuk duduk
" iya tuan ini adalah anak anda" ucap suster itu
" boleh saya mengendong ya sus " pinta aron
" boleh tuan ,tuan mau yang cowok atau yang cewek " tanya suster itu
" yang cwek aja sus, yang cowok letak saja di dekat mommy nya , supaya dia bisa membangun kan mommy nya" ucap aron
Suster itu pun menuruti permintaan aron , suster itu memberikannya bayi perempuan kepada aron
"ini tuan , hati hati ya" ucap suster itu memberikan bayi perempuan kepada aron
__ADS_1
" hay sayang " ucap aron sambil mencium anak nya , sampai ia meneteskan air mata nya
suster itu meletak kan bayi laki laki itu ke samping anaya