Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
52


__ADS_3

saat ini anya yang berada di rumah via


" via sepertinya aku gak bisa kalau terus terusan nganggur kaya gini bantu aku cari kerjaan dong via " cap anaya pada via


" emang nya embak mau kerja apa mbak kan lagi hamil nanti kenapa kenapa lagi" ucap via


" ya tapi kan aku gak bisa seperti ini terus, aku juga harus menabung untuk saat aku melahirkan kan nanti" ucap anaya


" kalau untuk bersalin insyaallah aku ada mbak ini juga uang dari suami mbak waktu itu " ucap via


" emang nya berapa kamu di kasih suami aku sampai sampai masih ada uang nya sampai sekarang" tanya anaya


" 3 M mbak mangkanya uang nya masih ada untuk operasi ibu ku dan perawatan sampai ibu ku sembuh saja cuma 100 juta " ucap via


" 3M " cap anaya tak percaya


" iya mbak aku sudah kebeli sawah dan ladang dengan uang itu nanti rencana nya aku mau merenovasi rumah ini" ucap via


" mangkanya kamu sekarang gak kerja lagi" ucap via


" iya mbak aku fokus ngurus ibu aja " ucap via


kamu memang anak yang berbakti via aku senang punya saudara kaya kamu" ucap anaya


" aku juga sangat seneng punya mbak yang cantik dan baik banget kayak embak" ucap via


" via bagai mana kalau kita jualan aja biar kita punya penghasilan harian" ucap anaya


" emang nya kita mau jualan apa mbak" tanya via


" bagai mana kalau kita buka rumah makan aja kecil kecilan di teras ruah kamu" ucap anya


" tapi mbak aku gak bisa yang enak" ucap via


" kamu tenang aja biar mbak yang masak kamu melayanin pembeli aja bagai mana" ucap anaya


" boleh banget mbak besok kita ke pasar untuk belanja keperluan warung kita nanti" ucap via


" ok" ucap anaya


Mereka pun mulai merancang dan mencatat keperluan apa yang di butuh kan untuk warung mereka nanti


Di tempat lain aron masih mencari anaya yang belum ada titik terang anaya menghilang bak di telan bumi


" bil bagai mana apa sudah ada perkembangan " ucap aron pada billi


" belum ada bos sangat sulit mencari keberadaan anaya " ucap billi


" gue harus mencari kemana lagi bill" ucap aron

__ADS_1


Yang sabar bos gue yakin anaya gak akan pergi jauh dari sini dia mungkin sedang bersembunyi saja" ucap billi


Tak lama henpon billi ber bunya billi pun segara mengangkat nya


" hallo" ucap bili


" hallo bos kami mendapat kan informasi tentang nona anaya" ucap anak buah aron dari seberang telfon


" informasi apa yang kalian dapat kan" ucap billi


Aron yang mendengar ucapan billi pun langsung menghadap ke arah billi


" anak buah kita dapat informasi apa bil" tanya aron


" sabar dulu napa dia belum ngomong apa apa kita dengarin dulu apa yang mau dia sampai kan" ucap billi kesal


Aron pun diam iya ingin mendengarkan informasi apa yang akan di berikan oleh anak buah nya


" begini bos kami adi bertanya ke salah satu pedagang yang ada di terminal kalau nona anaya pernah membeli makanan di warung nya beberapa hari yang lalu" ucap anak buah aron menjelas kan


" terminal apa lo udah mengecek kemana anaya pergi " tanya billi


" sudah bos namun tidak ada yang bernama anaya yang membeli tiket" ucap anak buah aron


" apa kamu sudah bertanya kepada para calok yang ada di sana" tanya aron yang sedari tadi hanya menjadi pendengar


" sudah bos namun mereka bilang tidak tau siapa saja yang membeli tiket dengan mereka" ucap anak buah aron


" baik bos" ucap anak buah aron


" bill apa anaya pergi dari kota ini" ucap aron


" seperti nya begitu bos , gue kan menebar kan anak buah kita ke kota terdekat untuk mencari nona anaya" ucap billi


" permisi bos aku bawain kopi sam cemilan untuk bos" ucap sinta yang baru datang menghampiri aron dan billi sambil membawa nampan berisi segelas kopi dan makanan ringan


" bos aja ni yang di bikinin kopi gue gak" ucap billi kepada sinta


" bikin aja sendiri" ucap sinta sewot


" ambil aja itu bil gue lagi gak ma minum kopi" ucap arin


" tapi kan ini aku bawain buat bos bukan buat billi" ucap sinta


" sinta tolong ya lo jangan dekat dekat gue gak tahan bau parfum lo gue rasanya mau muntah" ucap aron saat sinta mendekat ke arah aron


Sinta pun mencium bau parfum yang iya pakai


" enak kok bau nya ya gak bil" ucap sinta bertanya pada billi

__ADS_1


" gue gak tau" ucap billi


" iii lo ya" ucap sinta


Aron langsung berlari menuju kamar mandi iya memuntahkan isi perut nya


" hhuueekk ... Hueekk...." aron muntah


Sinta dan billi langsung berlari menuju kamar mandi


" bos lo gak papa" ucap billi


aron hanya menggelengkan kepalanya


" bos kenap apa bos masuk angin" tanya sinta yang mendekati aron


" huek... huekk... " aron muntah lagi saat sinta mendekati nya


" sinta lo pergi dari sini gue gak tahan sama bau lo'' ucap aron nya sudah lemas


" lo pergi dulu sana bos nanti muntah lagi kalau lo gak pergi dari sini" ucap billi yang mengeserkan sinta


" tapi aku gak bauk aku wangi kok ini juga parfum yang biasa nya aku pakai" ucap sinta yang membela diri nya


" tapi bos gak tahan sama bau parfum lo , udah sana pergi nanti bos malah mutah lagi" ucap billi mengusir sinta


Sinta pun pergi menunggalkan aron dan billi di kamar mandi


" kenapa sih dengan bos aneh banget aku yang wangi gini dia bilang bauk " ucap sinta dengan kesal samil pergi ke kamar nya


" lo kanapa bos gak biasanya lo kaya gini" ucap billi


" gue juga gak tau bil rasanya mual tak tertahan kan saat mencium parfun sinta tadi" ucap aaron


" apa ini gara gara lo mabok kemarin" ucap billi


" tapi gue dulu juga pernah mabok malah lebih parah dari yang kemaren tapi gue biasa aja" ucap aron heran


" gue panggilin dokter aja ya biar lo di periksa sama dia " ucap billi


" gak deh bil gue rasa gue cuma masuk angin aja " ucap aron menolak usulan billi


" ya udah kalau kaya gitu lo sekarang kembali ke kamar aja untuk istirahat" ucap billi


" iya bil gue mau istirahat aja , ayo bantu gue ke kemar" ucap aron


" lo tu uah makan belom sih " tanya billi sambil memapah aron


" udah tadi gue makan meskipun cuma sedikit" ucap aron

__ADS_1


" ya udah lo istirahat aja siapa tau tar sesudah lo istirahat akan sehat kembali" ucap billi


billi pun mengatar kan aromn untuk beristirahat di kamar aron


__ADS_2