
via dan billi kini sudah sampai di ruangan bayi , ada banyak bayi di ruangan itu .hanya dua bayi yang di dalam inkubator.
" apa itu mereka" tanya via , mereka melihat dari balik kaca ruangan bayi
" kita tanya saja sama suster nya" ujar billi
mereka pun mengetuk pintu ruangan bayi itu ,tak lama pintu pun di buka oleh seorang suster
" ada yang bisa saya bantu, tuan ,nona" ucap suster itu dengan sopan
" begini sus kami ingin melihat keponakan kami , apa kah boleh kami melihat nya" tanya via meminta izin
" kalau boleh tau ,siapa nama orang tua dari keponakan kalian" tanya suster lagi
"nama ayah nya aron dan ibu nya anaya" ucap billi
" oh , bayi kembar yang baru saja di lahir kan" ucap suster itu memastikan
" iya sus ,boleh kami menemui nya" ucap via
" boleh tapi kalian harus cuci tangan terlebih dahulu dan kalian harus memakai pakaiyan yang ada di sana" ucap suster itu sambil menunjuk tempat cuci tangan dan ruang baju khusus
"baik sus terimakasih" ucap via sambil tersenyum
"sama sama" ucap suster itu yang langsung masuk lagi ke ruangan bayi
" ayo, mas kita cuci tangan dulu, setelah itu kita pakai baju khusus nya , terus kita masuk , aku udah gak sabar pengan melihat mereka" via antusias ingin bertemu dengan twins
" ah ,iya ayo" billi pun mengikuti via untuk mencuci tangan dan memakai baju khusus
" ayo mas kita masuk" ajak via , setelah mereka menyelesaikan mencuci tangan dan berpakaian khusus sebelum masuk ruangan bayi
" permisi sus , kami boleh melihat keponakan kami" ucap via
" boleh kok kebetulan mereka dengan di keluar kan dari inkubator " ucap suster yang menjaga bayi bayi yang ada di ruangan bayi
" wah mereka lucu banget mas" ucap via saat melihat twins
" iya vi, jadi kalian ya yang ngerjain om , sama om sean " ucap billi pada bayi
" sus boleh saya menggendong ya satu" via ingin sekali menggendong salah satu dari twins
__ADS_1
" boleh kok , tuan juga mau menggendong yang satu nya" tanya suster , dengan cepat billi menggelengkan kepalanya , ia tidak berani kalau memegang anak kecil
" gendong lah, yang satu nya mas kasihan dia , masa saudara nya digendong dia nya enggak sih, " ujar via yang sudah menggendong salah satu dari mereka
" tapi aku gak pernah gendong bayi , aku takut vi" ucap billi yang tak berani menggendong bayi
" sini, saya ajarin tuan" ucap suster yang langsung mengajari billi, setelah itu suster itu langsung menyerah kan bayi nya ke pada billi
" mudah kan tuan" ucap suster ,setelah berhasil menyerah kan bayi nya kepada billi
" iya tapi aku masih takut " ucap billi yang sangat kaku saat menggendong bayi
" ini yang cewek apa yang cowok vi" tanya billi sambil melihat bayi yang ia gendong
"itu cowok mas , masa kamu gak liat yang satu nya ada bando nya" ucap via
" kalian sudah sangat cocok, untuk memiliki anak" ucap suster
" vi , kata suster nya kita udah cocok, yuk vi kita bikin yang kaya gini" ucap billi sambil mengedip kan sebelah mata nya pada via
"di halalin aja belum ,udah mau ngajak bikin anak " ucap via kesal
" ya udah nanti aku bilang sama ibu kamu, buat menghalal kan kamu" ucap billi serius
" terserah kamu , kalau kmu bisa dapet restu dari ibu ku" ucap via sambil tersenyum
Via hanya mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum
" maaf tuan , nona , bayi nya belum di Azani, tolong di Azani dulu "ucap suster
" ayo mas , Azani mereka " suruh via pada billi
' duh gimana ini , gak ada jalan lain selain mengakui nya' batin billi
" vi , aku ga bisa Adzan " bisik billi ke telinga via ia takut kalau suster itu mendengar kan nya, via melotot ke arah billi
" beneran" tanya via memastikan, dan di jawab anggukan oleh billi
Via menghela nafas nya panjang , ia melihat ke arah billi
" sus , kita keluar dulu ya , nanti ada yang akan ada orang yang lebih berhak mengadzani mereka" via beralasan , untuk melindungi billi agar billi tidak malu
' aku gak salah pilih , dia sengaja mengatakan seperti itu agar aku tidak malu' batin billi
__ADS_1
" baik lah , kalau begitu , kalau orang nya sudah ada suruh aja kesini untuk mengadzani mereka" ucap suster
" baik sus , oh ya ini bayi ya taro di mana ya , dia tidur" ucap via
" sini , mereka akan d masuk kan lagi ke inkubator " ucap suster yang langsung mengambil bayi nya dari via
" yang ini sus dia juga sudah tidur" ucap billi sambil melihat bayi yang iya gendong juga tidur
" sebentar ya saya meletak kan yang adik nya terlebih dahulu" ucap suster itu yang sedang meletak kan bayi perempuan ke inkubator
" jadi yang kk nya yang cowok ya sus" tanya via memastikan
" iya , yang cowok kk nya dan yang cewek ini adik nya" ucap suster itu yang baru selesai memasang alat alat bayi perempuan
" ganteng , om pamit dulu ya, om mau melihat mommy dan daddy mu dulu " ucap billi sambil mencium bayi laki laki itu
" sini tuan , saya masuk kan dia ke inkubator " ucap suster yang mengambil bayi laki laki itu dari billi
" kami keluar dulu ya sus " ucap via pada suster nya
" ya siahkan" ucap suster itu
" dada twins nya om , nanti om kesini lagi ya bersama opa kalian , beliau sedang menuju ke sini" ucap billi pada twins
via dan billi pun keluar dari ruangan bayi, via nampak diam saja tak seperti biasa nya
" vi" panggil billi
" hem" jawab via
"kok gitu sih jawab nya, kamu marah ya sama aku" tanya billi
" gak" jawab via dengan ketus
" vi , kita kan mau nikah , jangan kaya gini dong sayang ,kalau aku salah tolong di omongin , jangan kaya gini , aku gak tau kesalahan aku" ucap billi
Via tersenyum tipis dengan hati yang berbunga bunga mendengar billi memanggil nya dengan sebutan sayang
" kalau mau nikah sama aku , aku mau kamu sudah bisa azan , aku gak mau, nanti kalau punya anak ,kamu gak bisa ngazanin anak kamu sendiri" ucap via
" baik lah , nanti aku akan belajar azan , sebelum nikahin kamu" ucap billi bersungguh sungguh
" jangan cuma azan aja , tapi juga sholat dan ngaji" ucap via
__ADS_1
" sayang kalau sholat sama ngaji nanti belajar sama kamu aja ya , kelamaan sayang kalau aku di suruh belajar sholat dan ngaji dulu " ucap billi
" pokok nya nanti saat nikah aku mau mahar al bakoroh , menimal sih ayat satu sampai sepuluh lah" ucap via sambil tersenyum jahil, billi langsung melotot mendengar permintaan via