Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
56


__ADS_3

anaya melihat ke arah sebuah tv besar di hadapan nya di sana ada gambar bayi yang sedikit tidak jelas


" lihat lah nona ini bayi anda , bayi anda ada dua mereka kembar" ucap dokter


" lihat lah nona ini bayi anda , bayi anda ada dua mereka kembar" ucap citra menerjemah kan


" apa kembar" uap anaya seolah olah tak percaya


" ya Allah lucu nya selamat ya nay kamu akan mendapat kan dua anak sekali gus" ucap ibu lastri


" wah mbak aku bakalan punya ponakan gembar " ucap via senang


Anaya yang melihat gambar anak anak nya bergerak dengan lincah nya anaya pun menetes kan air mata


' mas anak kita gembar semoga aja suatu saat nanti kamu bisa menerima mereka ' batin anaya


" kenapa kamu menangis nay" tanya ibu lastri


" aku menangis bahagia bu" ucap anaya


" bagai mana keadaan mereka dokter" tanya anaya


"bagai mana keadaan mereka dokter" ucap citra menerjemah kan nya


" mereka sangat baik dan sangat aktif , jaga kesehatan dan makan makanan yang bergizi agar bayi nya tetap sehat" ucap dokter dan cita pun menerjemah kan nya kepada anaya


" terimakasih dokter" ucap anaya dan di terjemah kan oleh citra


" sama sama " ucap dokter itu


Anaya dan yang lain nya pun keluar dari ruangan USG mereka menghampiri papa rozi


" bagai mana dok ke adaan cucu saya" tanya papa rozi pada dokter


" mereka baik baik saja dan sangat sehat semua" ucap dokter


" mereka " ucap papa rozi


" iya cucu anda gembar tuan" ucap dokter itu


" gembar terus apa jenis kelamin nya dokter" tanya papa rozi antusias


" kalau kelamin nya belum kelihatan nanti periksa kembali sekitar dua bulan lagi baru kita bisa melihat jenis kelamin nya'" ucap dokter itu


" baik lah dok terimakasih atas kerja sama nya" ucap papa rozi


" sama sama tuan" ucap dokter itu


mereka pun keluar dari rumah sakit dan menuju ke rumah papa rozi


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


aron baru pulang dari markas nya iya menuju ke rumah nya


" bos " ucap sean yang menyambut kedatangan aron


" mana pesanan gue" tanya aron


" itu sesuai dengan apa yang bos monta pedagang rujak serba pink" ucap sean yang menunjuk pedagang itu


" kamu suru pulang aja ya gue enek mau muntah ngeliat nya " ucap aron langsung meninggal kan sean dan pedagang rujak itu


" loh kok kaya gitu hey bos gue udah susah payah dapetin pedagang rujak serba pink ini lo bilang mau muntah ngeliat nya" ucap sean yang kesal


"tuan jadi tidak rujak nya" tanya tukang rujak itu


" lo gak liat apa bos gue udah masuk kata nya ngeliat lo enek mau muntah" ucap sean


"terus saya bagai mana tuan" tanya tukang rujak itu


" pulang sana mau ngapain lagi lo di sini" ucap sean


" saya gak dapet tambahan gitu tuan buat ongkos pulang" ucap tukang rujak


" gue cincang badan lo kalau lo gak segera pergi dari sini" ucap sean yang kesal


tukang rujak itu pun berlari membawa gerobak nya keluar dari rumah aron


" dasar tukang rujak mata duitan udah di kasih 50 juta aja masih kurang" ucap sean yang kesal


" kenapa mas kok muka nya kaya orang kesal gitu" tanya siti yang sedang membersihkan ruang tamu


" eh ada kamu , aku cuma kesel aja sama si bos tadi dia minta di cariin tukang rujak yang serba pink tapi setelah aku dengan susah payah mendapat kan nya dia dengan enteng nya bilang suru pulang aja kata nya dia mau enek mau muntah ngeliat nya kan aku jadi kesel" ucap sean


" kenapa tuan bersikap kaya gitu ya mas " tanya siti yang heran


" kata si billi sih ini karena anaya sedang hamil anak nya dan si bos yang mengalami ngidam nya" ucap sean


" jadi anaya beneran hamil" tanya siti


" iya bos menemukan alat tes kehamilan di dalam kamar mandi dan setelah iya memeriksa cctv di kamar nya ternyata itu punya anaya" ucap sean


" terus apa sudah ada perkembangan tentang pencarian anaya mas" tanya siti lagi


" belum masih dalam pencarian sebelum nya pernah ada yang melihat anya di terminal tapi sampai sekarang belum di temukan " ucap sean


" kira kira kemana ya anaya semoga saja dia dan kandungan nya baik baik saja" ucap siti


" iya semoga aja, aku mau liat bos dulu ya siti" ucap sean


" iya mas aku juga mau lanjut beres beres dulu" ucap siti


Sean pun meninggalkan siti di ruang tanu iya menuju ke kamar aron

__ADS_1


Sean pun memasuki kamar aron


" bos lo di mana" ucap sean mencari aron


" gue di kamar mandi tolong gue" ucap aron


"lo ngapain di kamar mandi" tanya sean saat sudah di depan pintu kamar mandi


" hueekk... Huueekk.." aron muntah


" bos lo kenapa" ucap sena langsung membuka pintu kamar mandi


" lo kenapa" tanya sean lagi yang langsung membantu aron


" ini gara gara lo gue muntah karana melihat tukang rujak warna pink itu" ucap aron yang lemah karana baru sudah muntah


" itu kan permintaan lo bos" ucap sean


" udah lah gak usah bahas orang itu lagi nanti gue muntah lagi kalau mengingat orang itu" ucap aron


" ya udah ayo gue bantu lo ke kasur" ucap sean yang membantu aron menuju ke kasur nya


' bagai mana nanti anak bos ya masih dalam kandungan aja udah menyiksa banget seperti ini ' batin sean


" bos kata billi tadi lo belum makan apa apa dari semalem , lo makan ya biar lo ada tenaga lo muntah terus tapi gak makan apa apa "ucap sean membujuk aron untuk makan


" gue mau makan masakan lo jadi lo sekarang masak buat gue nanti gue mau makan " ucap sean


" tapi bos gue gak bisa masak " ucap sean


" ya lo harus bisa lah pokok nya gue mau makan masakan lo" ucap aron


" tapi nanti setelah gue masak lo harus makan dan menghabis kan nya ya" ucap sean


" iya udah sana buruan masak gue udah laper banget" ucap aron mengusir sean


" bener ya bos lo harus habisin masakan gue dan gak ada drama drama lo enek atau mau muntah setelah ngeliat masakan gue " ucap sean sebelum keluar dari kamar aron


" iya bawel lo buruan sana masak gue udah laper nih" ucap aron yang kesal


Sean pun keluar dari kamar aron iya menuju ke dapur untuk memasak


" gue masak apa ya goreng telor aja gue gak bisa " ucap sean sendiri


" cari apa mas di dapur" tanya siti yang baru datang ke dapur


" nah kebetulan ada kamu ajarin aku masak dong siti bos mau makan masakan aku sedangkan aku gak bisa masak" ucap sean


" ya uda sini aku ajarin , tuan mau makan apa "tanya siti


" dia gak bilang mau makan apa dia hanya bilang mau makan masakan aku aja" ucap sean

__ADS_1


__ADS_2