Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
77


__ADS_3

Aron , billi dan sean saat ini sedang berkumpul di taman belakang rumah


" ayo bos buruan kasih cara nya agar bisa menghalal kan siti" ucap sean tak sabaran


" kalau lo ingin menhalalkan cewek lo jangan kaya tadi " ucap aron


" terus kaya gimana " tanya sean


" lo ajak dia diner romantis , atau lo ajak jalan dan lo ketempat yang bagus dan romantis, lo ungkapin perasaan lo dengan embel embel kata kata yang romantis, terus lo kasih dia cincin atau perhiasan lain nya" ucap aron


" oh gitu pantes aja kemarin dia nolak gue" ucap billi


Sean dan aron terkejut mendengar ucapan billi


" lo di tolak" ucap sean


" di tolak siapa lo" ucap aron penasaran


" iya perasaan lo gak ada deket sama cewek " ucap sean yang heran


" gak ada gue gak bilang gue di tolak kok" ucap billi mengelak


" gak usah bohong lo, kita denger sendiri kalau lo bilang pantesan aja dia nolak aku" ucap sean


" ya lo gak usah bohong lo , lo abis nembak siapa" tanya aron


" hhuufff baik lah gue akan ngomong , gue di tolak sama via' ucap billi


" via" ucap aron dan sean bersamaan


" ya , gue langsung ngajak dia nikah dia nya gak nolak sih dia bilang ini kecepatan aku sama dia kan baru kenal " ucap billi


" ya lo gak mikir baru kenal beberapa hari udah ngajak nikah ya cewek nya takut lh" ucap aron


" tapi lo sama naya " tanya sean


" ya kan gue sama anaya beda " cap aron


" terus apa yang harus kita lakuin sekarang agar cewek cewek kita mau di ajak nikah" ucap bili


" mulai sekarang kalian itu harus sering ajak ngobrol di telfonan maupun secara langsung, kasih perhatian sama mereka" ucap aron


" ok bis mulai sekarang aku akan mendekati siti agar nanti saat gue melamar nya dia mau menerima nya" ucap sean


" iya gue juga mau kaya gitu sama via" ucap billi

__ADS_1


" sekarang masalah kalian sudah selesai kan gue mau ke kamar dulu" ucap aron yang hendak beranjak dari duduk nya


" bos tunggu dulu ada yang ingin kita laporkan sama bos" ucap billi


aron pun duduk kembali ke kursi nya


" informasi apa" tanya aron


" anak buah kita ada yang melihat bastian di indo, kemungkinan besar di tinggal di sini" ucap billi


" iya bos benar kata billi , soal nya anak buah kita udah sering liat dia di indo" ucap sean


" kalau dia beneran tinggal di indo kita harus lebih waspada terutama penjagaan di rumah khusus nya untuk anaya dan via, kemungkinan besar mereka yang akan jadi sasaran bastian sekarang" ucap aron


" lo benar bos , bastian pasti sudah mencari tahu tentang anaya " ucap bili


" mangka dari itu kita harus memperketat penjagaan untuk mereka" ucap aron


" ok nanti kita akan perketat penjagaan di rumah dan untuk anaya dan via" ucap sean


" apa anak buah kita sudah ada yang tau tempat tinggal bastian" ucap aron


" belum bos , bastian selalu saja bisa mengecok anak buah kita" ucap billi


" terus awasi dia jangan sampai dia membahaya kan anaya dan anak anak gue" ucap aron


" bil apa sudah ada perkembangan tentang pencarian mertua gue" tanya aron


" belum bos , anak buah kita masih terus mancari keberadaan nya saat ini bos" uccap billi


" kalian terus cari mertua ku jangan biar kan terlalu lama di jalanan , oh ya suru anak buah kita buat menangkap bagas dan kurung dia di penjara markas" ucap aron


" baik bos" ucap sean dan billi bersamaan


" gue ke kamar dulu ya , kalian lanjut kan lah misi kalian masing masing" ucap aron yang lengsung meninggal kan sean dan billi yang ada di taman baelakang


" ok bos" ucap sean dan billi secara bersamaan


⭐⭐⭐⭐


Di tempat lain ibu sumarni sedang memasak untuk bastian


" ibu , ternyata di sini , aku mencari ibu kemana mana" ucap bastian


"iya tian ibu sedang memasak nanti kamu cicipin ya masakan ibu" ucap bu sumarni

__ADS_1


" ok bu , aku unggu di sini aja ya bu" ucap bastian


Tak membutuk kan waktu lama ibu sumarni sudah menyelesaikan masak nya , iya membawa hasil masakan nya ke meja makan di mana bastian berada


" in di cicipi enak apa gak masaan ibu" ucap ibu sumarni


" aku cicipi ya bu"ucap bastian


"ya siahkan , atp kalau kamu gak cocok sama masakan ibu jangan di paksakn ya nak" ucap ibu sumarni


Bastian pun mulai mencicipi masakan ibu sumarni


' begini kah rasa nya masaan seorang ibu, terimakasih tuhan telah memberikan seorang ibu pengganti mama yang bisa memberikan aku kasih sayang seorang ibu' batin bastian yang menetes kan air mata nya


" lo nak kenaa kamu menangis , apa masakan ibu gak enak ya , sudah jangan di makan ya nak kalau tidak enak" ucap bu sumarni yang khawatir


"ini enak kok bu , sangat enak makasih ya bu " ucap bastian


" terus kalau enak kenapa kamu menangis na" tany ibu semarni


" aku cuma terharu aja bu karena ibu aku bisa merasakan masakan seorang ibu" ucap bastian


" ya ampun ibu kira kamu kenapa nak, ibu akan memasak kan makanan setiap hari kalau kamu mau nak" ucap ibu sumari


" terimakasih ibu , aku gak pernah merasakan momen seperti ini bersama mama dulu" ucap bastian yang menagis


" mulai sekarang kamu bisa merasakan ke hadiran seorang ibu , ibu akan mejadi ibu yang baik untuk mu, ibu akan memberikan semuanya yang tidak bisa ibu mu dulu berikan , namun kamu jangan pernah melupakan nya nak bagai mana pun juga dia adalah ibu kandung mu ibu yang melahirkan mu , dia sudah berjuang nyawa untuk melhir kan mu, jadi jangan sesekali kamu melupakan nya ya " ucap ibu sumarni menasehati bastian


" iya bu aku tidak akan melupakan ibu ku , meski dulu akau tidak pernah merasakan kasihsayang dari nya , aku akan tetep menyayangi nya sampai kapan pun" ucap bastian


" nak begitu dong ini baru anak ibu yang paling ganteng" ucap ibu sumarni sambil mengelus ngelus kepala bastian dengan sayang


" ah ibu bisa aja " ucap bstian malu


" oh ya ibu mau tanya boleh nak" tanya ibu sumarni


"boleh ibu mau tanya apa bu" ucap bastian


" apa agama mu nak, maaf jangan tersinggung ibu cuma pengen tau saja" ucap bu sumarni


" aku tidak memiliki agama bu" ucap bastian


" kenapa kamu tidak meiliki agama nakk" tanya ibu sumarni penasaran


"ya karena aku dari kecil tidak di perkenal kan agama bu" ucap bastian dengan polos nya

__ADS_1


Ibu sumarnu menghelanafas kasar mendengar ucapan bastian


__ADS_2