
aron dan anaya baru sampai di rumah sakit mereka langsung masuk menuju ruangan dokter kandungan
tanpa mereka sadari ada anak buah bastian yang juga berada di rumah sakit
" bukan kah itu tuan aron , musuh bos" ucap anak buah bastia dengan lirih saat melihat aron dan anaya masuk ke rumah sakit
" aku harus memberi tahu bos" ucap nya sambil mengambil beberapa foto aron dan anaya secara diam diam
" semoga bos senang dengan apa yang aku laporkan pada nya" ucap anak buah bastian yang baru saja mengirim kan foto aron dan anaya
⭐⭐⭐⭐
Di sebuah perusahaan yang ada di jepang bastian sedang mengarjakan beberapa dokumen yang ada di hadapan nya , terdengar suara ponsel nya yang menandakan ada pesan dari seseorang
" oh ternyata dia sudah memiliki kekasih , kelihatan nya aron sangat menyangi perempuan ini , aku akan mencari tau tentang perempuan bersama aron ini, kemungkinan besar perempuan ini adalah sumber kelemahan nya" ucap bastian dengan senyum bahagia
Bastian langsung menghubungi seseorang dengan fonsel nya
" hallo" seseorang di sebrang telfon
" kamu cari tau perempuan yang bersama aron , nanti aku kirim kan foto nya" ucap bastian
" baik lah nanti akan ku cari informasi tentang perempuan itu, ada lagi" ucap seseorang di sebrang telfon
" tidak ada aku menunggu informasi dar mu secepat nya" ucap bastian
" baik lah , tunggu lah sebentar tak kan membutuh kan waktu lama" ucap orang itu
Bastian langsung mematikan sambungan telfon nya
Setelah menunggu sekitar setengah jam orang tadi pun mengirim kan pesan
" ternyata perempuan itu adalah istri nya , pantas saja waktu di lelangan itu aron rela membeli berlian dengan harga fantastis , ternyata untuk perempuan ini, bersenang senang lah dulu aron sebentar lagi kau akan merasakan bagai mana rasanya kehilangan orang yang kita cintai" ucap bastian dengan senyum licik
⭐⭐⭐⭐
Di rumah sakit saat ini anaya dan aron sudah berada di dalam ruangan dokter kandungan
" apa ada keluhan nona" tanya dokter kandungan itu dengan bahasa Inggris
" mas aku gak ngerti" ucap anaya pada aron
" kata dokter apa ada keluhan sayang" ucap aron mengartikan ucapan dokter
" tidak ada" ucap anaya sambil menggeleng kan kepala nya
" kata istri saya tidak ada keluhan dokter" ucap aron pada dokter
" baik lah mari kita lihat dulu per kembangan bayi nya, mari ikut saya" ucap dokter itu
" sayang ayo kita ikut dokter nya , mau memeriksa kandungan kamu" ucap aron
Anaya pun mengiring dokter itu
" apa saya boleh masuk" tanya aron pada dokter
__ADS_1
" apa anda suami nya" tanya dokter itu
" ya saya suami nya" ucap aron
"silah kan masuk tuan" ucap dokter itu
" nona silah kan berbaring di tempat itu" ucap dokter sambil menunjuk brankar tempat memeriksa pasien
Anaya pun berbaring di bantu oleh aron dan suster
Dokter pun mengangkat baju anaya dan mengoles kan jecll pada perut anaya
" silahkan lihat ke arah monitor itu , itu adalah anak kalian " ucap dokter
aron dan anaya melihat ke arah monitor ter lihat gambar bayi yang bergerak gerak dan terlihat agak tidak jelas
" apa itu anak saya dok" tanya aron
" ya mereka anak anda tuan " ucap dokter itu
" kenapa bentuk nya seperti elien seperti itu" tanya aron lagi
Dokter dan suster itu pun tersenyum mendengar ucapan aron
" anak taun masih kecil , dan masih dalam masa pertumbuhan tuan" ucap dokter itu menjelas kan
" oh begitu , apa anak saya baik baik saja dok" tanya aron lagi
" mereka sangat aktif dan sangat sehat tuan" ucap dokter itu
" apa jenis kelamin anak saya ok" tanya aron
" sebentar nya kita lihat dulu" ucap dokter yang langsung mencari tau jenis kelamin anak aron dan anaya
" yang satu laki laki dan yang satu nya perempuan tuan , selamat anak anda sepasang" ucap dokter
" benar kah dok" tanya aron
" benar tuan" ucap dokter
" sayang anak kita laki laki dan perempuan" ucap aron pada anaya
" benarkah mas , ya Allah terimakasih engkau telah memberikan sepasang anak kembar untuk hamba" ucap anya yang meneteskan air mata sangking senang nya
Aron pun langsung memeluk anaya iya juga ikut menetes kan air mata bahagia nya
Setelah selesai pemeriksan meraka pun pulang menuju ke rumah papa rozi
" sayang" panggil aron yang masih fokus menyetir
" apa" jawab anaya
" kita pulang ke indo yuk" ucap aron
" kalau aku sih mau mau aja , coba kamu berbicara dulu sama papa " ucap anaya
__ADS_1
" baik lah nanti aku bicara kan ini sama papa , kerjaan aku di sana gak bisa di tinggal terlalu lama sayang sayang " ucap aron
" kalau aku nurut aja mas , mau di sini atau di indo aku mau kok" ucap anaya
" ok setalah dapat izin dari papa besok nya kita pulang ya sayang" ucap aron
" kenapa sih mas buru buru banget , kamu tu di sini baru tiga hari loh , genap kan lah di sini seminggu biar papa ngobatin rasa kangen dulu sama kamu" ucap anaya
" baik lah sayang kita akan pulang beberapa hari lagi setelah mendapat izin dari papa" ucap aron
Tak lama mereka pun sampai di rumah papa rozi, di sana mereka sudah di tunggu oleh papa rozi , ibu lastri , via, sean ,dan billi di ruang tamu
" assalamualaikum" ucap anya dan aron bersaman saat hendak memasuki rumah papa rozi
" walaikumsalam" ucap semua orang yang ada di ruang tamu
" loh kalian pada ngumpul di sini" ucap aron yang melihat mereka ada di ruang tamu
"kita lagi nungguin kamu sama anaya , bagai mana pemeriksaan nya" tanya papa rozi
" anak lo cewek apa cowok bos" tanya billi
" kalau gue nebak nya si kayak nya cewek semua , karena bos ngidam nya warna pink" ucap sean
" sok tau lo ,kaya peramal aja
" kalian diam dulu biar kan aron dan anaya yang memjelaskan nya" ucap papa rozi
Anaya dan aron hany tersenyum melihat antusias nya mereka
" kasih tau gak ya" ucap aron sambil tersenyum jahil
" cepat bos kita kita udah penasaran ini" ucap billi
" bener tuan aron kami sudah penasaran sekali" ucap via
" aron jangan senyum senyum gak jelas gitu ya , cepat beri tahu kami apa jenis kelamin anak kalian" ucap papa rozi yang mulai kesal dengan aron
anaya hendak menjawab pertanyaan papa rozi namun di hentikan oleh aron
" biar aku aku aja sayang" ucap aron
anaya pun mengangguk kan kepala nya
" anak kami sepasang , cewek dan cowok" ucap aron
" benar kah , aku akan memiliki cucu yang cantik dan ganteng " ucap papa rozi dengan gembira
" bil keponakan kita cewek cowok" ucap sean ikut bahagia
" iya semoga aja kelakuan mereka gak nurun kaya bapak nya yeng menyebalkan itu" ucap billi menyindir aron sambil bercanda
" apa lo bilang gue menyebalkan" ucap aron kesal dengan ucapan billi
semua orang yang ada di ruangan itu pun tertawa mendengar ucapan billi
__ADS_1