
Aron bingung harus menjawab apa , iya juga tidak tau keberadaan anaya, aron menunduk kan kepalanya.
" aron juga tidak tau bu, aron sedang mencari keberadaan nya" ucap aron
" bagai mana kamu bisa tidak tau keberadaan istri mu" ucap ibu sumarni kesal
" maaf bu , aku lalai menjaga anaya, dia di culik bu"ucap aron
" apa , anaya di culik" pekik ibu sumarni yang terkejut mendengar anaya di culik
" ada apa bu , apa peria gila itu menyakiti mu" tanya bastian yang mendengar pekikan ibu sumarni, bastian langsung bergegas menghampiri nya
" ibu mengenal peria berengsek itu" tanya aron sambil menunjuk ke arah bastian
" heh, kamu yang peria berengsek " ucap bastian tak terima di katai aron
" kalian saling mengenal" tanya ibu sumarni
" tidak, iya" ucap aron dan bastian bersamaan
" ini mana yang benar " tanya ibu sumarni
" tidak usah di dengarkan buk, peria berengsek seperti dia ,sekarang ibu ikut lah dengan ku ke rumah ku " ucap aron
" tidak bisa ,ibu akan tetep tinggal di sini bersama ku" ucap bastian iya tidak terima aron membawa ibu sumarni, iya baru saja merasakan kasih sayang seorang ibu semenjak ke hadiran ibu sumarni
" dia itu mertua ku , apa hak mu melarang nya ikut bersama ku" ucap aron dengan penuh penekanan
" tapi dia juga ibu angkat ku " ucap bastian yang tak mau mengalah
" hahaha gak usah mengada ngada kamu , mana mungkin mertua ku mau mengadopsi peria berengsek seperti mu itu menjadi anak nya" ucap aron tak percaya
" kalau kau tak percaya , kau bisa tanyakan kepada ibu sumarni nya sendiri" ucap bastian dengan senyum sinis
" bu apa benar ucapan peria gila ini" ucap arin sambil menunjuk ke arah bastian
__ADS_1
" hey aku tidak gila nya, kau yang gila" ucap bastian tak terima
" sudah sudah jangan ribut , pusing ibu denger nya , dengarkan ibu baik baik ya kalian berdua, bastian memang anak angkat ibu sama seperti anaya dan kamu juga aron , kamu juga sudah ibu anggap seperti anak ibu sendiri, jadi kalian adalah anak anak ibu semua, paham, mulai sekarang berusaha lah menjadi saudara yang akur" ucap ibu sumarni menjelaskan
" apa , bersaudara dengan dia" pekik bastian dan aron bersamaan , mereka saling menunjuk satu sama lain, mereka memastikan ucapan ibu sumarni
" ya , kalian bersaudara" ucap ibu sumarni sambil tersenyum
" tidak aku tidak mau bersaudara dengan nya" ucap aron dan bastian bersamaan lagi
" kamu" ucap aron dan bastian bersamaan ,sambil menunjuk satu sama lain ,mereka sangat kesal dengan ucapan mereka yang selalu sama
" tu kan kalian itu cocok buat jadi adik kk" ucap bu lastri
" tidak , aku tidak sudi punya saudara seperti peria gila itu" ucap aron sambil menunjuk ke arah bastian, iya tidak mau bersaudara dengan bastian, meski pun memang mereka bersaudara yang satu ibu beda ayah
" aku juga tidak sudi bersaudara dengan mu " ucap bastian menentang keras
" baik lah kalau kalian tidak mau bersaudara dan tidak mau akur .ibu tidak akan tinggal bersama kalian berdua, ibu akan mencari kontrakan saja" ucap ibu sumarni mengancam
" iya bu aku juga tidak setuju jika ibu harus tinggal sendiri" ucap bastian juga menentang ibu sumarni tinggal sendiri
" kalau kalian mau berdamai dan mau jadi saudara ibu akan tinggal di sini dan tinggal di rumah kamu aron" ucap ibu sumarni
Aron dan bastian terdiam mendengar ucapan ibu sumarni
' mana bisa aku berdamai dengan peria gila itu, tapi kalau aku gak berdamai anaya akan memarahi ku' batin aron
' gak sudi aku berdamai dengan nya , dia yang sudah membunuh kedua orang tua ku , tapi aku harus bagai mana, kalau aku tidak berdamai dengan peria berengsek ini, aku akan kehilangan kasih sayang seorang ibu , yang selama ini aku impikan ' batin bastin
" bagai mana , apa kalian mau berdamai" tanya bu sumarni pada aron dan bastian
Mereka masih terdiam tak menjawab pertanyaan ibu sumarni
Tiba tiba bunyi suara telfon aron berbunya pertanda ada seseorang yang menelfon nya, dengan sigap aron langsung mengangkat telfon dari no tak di kenal
__ADS_1
" hallo" ucp aron saat sambungan telfon sudah tersembung
" hallo aron ,kamu pasti sedang mencari istri mu yang cantik ini kan" ucap alex di sebrang telfon
" siapa lo hah , berani berani nya lo nyulik istri gue, kalau lo merasa laki , lawan gue jangan berani nya ama perempuan" ucap aron dengan emosi
" kau ingin tau siapa aku aron, aku Alex adik dari david yang kau bunuh , kau tenang saja aku tidak akan menyakiti istri mu , asal kau datang kesini sendirian dan jemput lah istri mu" ucap Alex yang ingin memancing aron datang sendiri ke tempat ny
" baik lah , kirim saja alamat nya gue akan pergi sendiri" ucap aron yang sudah tak sabar ingin menyelamat kan isrti nya
" aku akan mengirim kan alamat nya ,ingat aron jangan sesekali kamu mengajak anak buah mu kalau tidak istri tercinta mu dan calon anak mu ini akan mati di tangan ku" ancam Alex
"gue gak sepengecut lo" ucap aron dengan ketus
" dalam ke adaan seperti ini saja kau masih berlagak sombong aron" ucap Alex
" gak usah banyak bacot , cepet berikan alamat nya" ucap aron yang sudah kesal
" sabar sedikit lah ,oh ya kamu mau dengar suara indah istri mu, cepat ngomong sama suami kamu" ucap Alex
" mas aron ,kamu gak usah ke sini ya ini jebakan buat kamu" ucap anaya
" hay kenapa kamu bicara seperti itu, perempuan bodoh kamu" ucap alex yang kesal
" au" ucap anaya yang kesakitan
" sayang , kamu gak papa kan , kamu tenang aja ya dayang aku akan menyelamat kan mu " ucap aron yang sangat khawatir dengan anaya
sambungan telfon nya pun sudah terputus dan yang memutus kan nya adalah alex, tak lama alex mengirimkan alamat nya
" hallo, sialan kau Alex liat aja nanti" ucap aron yang sudah sangat emosi
" aron ,anaya gak papa kan " tanya ibu sumarni yang sangat khawatir dengan anaya, iya tadi mendengar ucapan aron dengan seseorang di seberang telfon
" anaya gak papa bu , ibu di sini aja dulu ya sama pria gila ini, aku mau menyelamatkan anaya dulu " ucap aron yang langsung menatap tajam ke arah bastian
__ADS_1
" lo jaga mertua gue, awas aja kalau terjadi apa apa sama mertua gue, lo yang akan gue abisin" ancam aron pada bastian