
papa rozi baru pulang dari kantor saat iya memasuki halaman rumah nya iya melihat ada mobil anak buah aron
" apa Aron ke sini , kenapa tidak ada yang memberitahu aku" ucap papa rozi yang langsung bergegas memasuki rumah nya
papa rozi langsung mencari anaya iya takut kalau aron akan menyakiti anaya
papa rozi melihat anaya sadang masak dan aron duduk di meja makan sadang sibuk dengan henfon nya
ada kaca yang membatas meja makan dan dapur, dimana kalau dari meja makan terlihat jelas saat melihat ke dapur namun saat dari dapur melihat ke arah meja makan terlihat gelap
papa rozi langsung mendekati aron dan menarik telinga aron
" aaaa sakit pa" ucap aron yang telinganya di tarik oleh papa rozi
" mau ngapain kamu kesini, belum puas kamu menyiksa anaya selama ini , kamu bener bener keterlaluan aron ,papa selama ini belum pernah yang nama nya menyakiti fisik perempuan , mendingan kamu ceraikan saja anaya biar kan papa yang akan mencarikan anaya suami yang baik tidak temperamen kaya kamu" ucap papa rozi yang kesal dengan aron
" ampun pa aku minta maaf aku gak akan menyakiti anaya lagi, tolong jangan pisah kan aku dengan anaya pa, kasihan anak kami pa " ucap aron yang kesakitan akibat telinga nya di tarik oleh sang papa
" masalah anak gampang banyak laki laki yang menginginkan anaya dan akan menjadi papa sambung untuk anak nya" ucap papa rozi
" jangan pisah kan aron dari anaya dan anak anak kami pa , papa bisa hukum aron apapun asal jangan pisah kan kami pa" ucap arun memohon kepada sang papa
" loh om bos kenapa" tanya billi baru datang ke dapur bersama sean
" diam kamu , jangan ikut campur" ucap paparozi
billi dan sean pun langsung terdiam mereka tidak berani kalau melawan papa rozi
" ampuni aron pa"ucap aron memohon
' aku kerjain aja ini anak nakal, biar kapok sekalian' batin papa rozi
" baik lah papa akan mengampuni kamu kalau kamu mau menuruti semua permintaan papa" ucap papa rozi dengan senyum jahil
"iya pa aku akan menuruti apapun perintah papa asal jangan suruh aku menceraikan anaya " ucap aron
" baik lah sekarang kamu bersih kan kolam ikan kesayangan papa yang ada di belakang , sudah lama tidak di bersih kan" ucap papa rozi sambil melepas kan jeweran nya
" apa membersihkan kolam ikan papa yang ada belut listrik nya itu" ucap aron terkejut sambil menggosok gosok telinga nya yang kena jewer sang ayah
" ya bagai mana , kamu bisa meminta bantuan kepada dua asisten mu yang paling setia itu" ucap papa rozi sambil melirik billi dan sean
__ADS_1
aron pun melihat ke arah billi dan sean
" kayak nya gue gak bisa bantu deh bos pinggang masih sakit gara-gara jatuh dari pohon ,dan ini juga bekas gigitan lebah nya juga masih sakit ,bos minta bantuan sama billi aja ya bos" ucap sean beralasan tak mau membantu aron
" kayak nya gue juga gak bisa bantu deh bos kepala gie pusing mabuk perjalanan " ucap billi pura pura pusing
" kalian mau gue kirim ke Afrika atau ke surya " ucap aron mengancam
" bos gue beneran gak bohong ini masih sakit" ucap sean
" bil mau cari alasan apa lo" tanya aron
billi gelagapan bingung mau cari alasan apa lagi
" lo aja ya bil , li tega banget sama gue lo kan tau gua jatuh nya gimana" ucap sean
" bil afrika atau surya" ucap aron
" ya udah deh gue bantuin lo bos" ucap billi pasrah
" nah gitu dong ayo sekarang kita ke kolam nya" ucap papa rozi
" loh papa udah pulang" tanya anaya sambil memebawa hasil masakan nya
" anaya gak papa kok pa , mas aron lagi pengen masakan anaya" ucap anaya
" oh kamu sengaja nyuruh anaya mask supaya Anaya celaka gitu" ucap papa rozi yang menjewer aron lagi
" aaa ampun pa aku gak berniat mencelakai anaya , aku cuma lagi pengen banget makan masakan nya" ucap aron yang kesakitan
" iya pa , mas aron itu lagi ngidam pengen makan masakan aku" ucap anaya membela aron
" jadi anaya yang hamil kamu yang mengalami ngidam nya" ucap papa rozi
" iya pa aron yang mengalami muntah di pagi hari " ucap aron
" apa kamu juga sering minta yang aneh aneh" tanya papa rozi
" iya om kita yang selau nena , masa kita di suruh pakek baju pink sama bos dan aku sampek jatuh dari pohon gara gara mau ngambilin buah mangga muda milik tetangga yang ada lebah nya" ucap sean
" hahaha sampai segitu nya " ucap papa rozi
__ADS_1
anaya pun ikut tertawa mendengar cerita sean
" aku juga om masa aku di suruh makak baju daster dan yang parah nya lagi daster itu mengambil di jemuran nya bik surti dan bik surti nyariin dasternya" ucap billi saat mengenang hal yang memalukan itu
" hahahahaha" semua yang ada di ruangan itu tertawa termasuk via dan ibu nya yang berdiri di belakang billi
billi saat melihat via iya merasa sangat malu sekali
' aaa malu nya gue , gue gak tau kalau ada via di belakang gue' batin billi merasa sangat malu ada via
" ya ampun mas kamu sampai segitu nya " ucap anya
" ya mau gimana lagi aku pengen banget liat mereka pakek pakaian pink" ucap aron
" ya ampun aku gak bisa bayangin mas billi yang bertubuh besar dan berotot ini memakai daster haha" ucap via sambil tertawa
' ya ampun manis nya kalau dia tertawa ,eh dia tadi manggil gue mas' batin billi dengan bahagia
" iya vi kamu benar om juga gak bisa bayangin bagai mana billi memakai baju daster" ucap papa rozi sambil tertawa
" di ulang lagi aja om suruh billi pakek baju daster lagi"ucap sean sambil tertawa
" lo aja yang pakek , gue mah ogah" ucap billi
" ya ampun via sampek sakit perut gara gara gak bisa berhenti tertawa" ucap via yang masih tertawa
" sudah sudah kasihan nak billi jadi malu dia nya" ucap ibu lastri
' gue di belain sama calon mertua' batin billi dengan senang
" makasih bu sudah membela saya" ucap billi
" kita makan dulu yuk semuanya pumpung lagi kumpul " ucap anaya
" baik lah ayo kita makan dulu setelah itu kita liat aron dan billi membersihkan kolang ikan kesayangan ku yang ada di belakang" ucap papa rozi
" pa besok aja ya bersihkan kolam papa ini udah sore pa lagian aron juga udah mandi" ucap aron menawar
" iya om aku juga udah mandi , masa aku udah ganteng gini di suruh kotor kotoran sih om kan gak asik" ucap billi
" baik lah besok pagi saja kebetulan besok papa libur " ucap papa rozi
__ADS_1
aron dan billi pun hanya mengangguk kan kepala nya, mereka pun makan bersama