Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
26


__ADS_3

Aron baru menyelesaikan raat nya iya segera menghubungi sean


" hallo bos " ucap sean yang ada di seberang telfon


"bagai mana" tanya aron


"anaya dan siti hampir aja di perkosa sama mata mata yang ada di rumah lo" ucap sean


" bagai mana bisa kemana para penjaga dan satpam di rumah" ucap aron


" mereka sudah mati di racun nya kalau aja gue dateng terlambat gue gak tau apa yang akan di lakukan oleh peria bajingan itu" ucap sean


" terus di mana peria berengsek itu " tanya aron sebenernya iya ingin menanyakan ke adaan anaya namun di urung kan nya


" peria itu gue suruh anak buah kita bawa ke markas" ucap sean


" jangan biarkan peria itu mati sebelum gue sampai di sana" ucap aron


" lo gak nanyain ke adaan istri lo, dia banyak luka lebam di muka nya sebab iya di mendapat kan beberapa kali tamparan" ucap sean memberi tahu


' kurang ajar akan gue balas lebih dari lo nyakitin istri gue' ucap aron dalam hati dengan marah


" nanti gue hubungi lagi gue mau berangkat menyerang markas kong kobra, lo sementara tinggal di rumah gue dulu dan minta beberapa anak buah buat menjaga rumah gue selama gue gak ada di rumah" ucap aron


" ok gue akan tinggal di sini untuk beberapa hari sampek lo pulang" ucap sean dengan senang hati


" udah dulu ya gue mau berangkat nih" ucap aron


" baik lah " ucap sean


sambungan telfon langsung di putus oleh aron


" kurang kalian berani berani nya main main sama gue , gue akan balas lebih sakit dari yang istri gue rasakan " ucap aron dengan emosi menggebu-gebu


" billi " teriak aron


" iya bos" ucap billi yang berlari menghampiri aron


" siapkan semua nya kita berangkat sekarang " ucap aron


" bukan nya kita mau menyerang nya tengah malam nanti bos" ucap billi


" gak usah banyak ngomong lo siap kan aja" ucap aron dengan nada tinggi


" siap bos" ucap billi yang langsung meninggalkan aron sendiri


" ada apa dengan nya , kenapa dia bisa semarah itu" ucap bili sendiri yang melihat perubahan aron


billi menyiapkan anak buah dan senjata yang akan di bawa untuk menyerang markas king kobra


" lapor bos semuanya sudah siap" ucap billi

__ADS_1


" kita berangkat sekarang" ucap aron yang langsung mobil nya dan di susul oleh anak buah nya dari belakang


aron membawa sekitar 200 anak buah untuk menyerang markas king kobra


tiba mereka di tengah hutan yang tak jauh dari markas king kobra


" menyebar sesuai yang telah di perintah kan" ucap billi pada anak buah aron


mereka pun mengangguk kan kepala lalu menyebar ada yang menyerang dari barat , selatan utara dan timur


" lo ikut gue kita akan menyerang dati depan markas king kobra ,dan lo sinta lo di sini aja berjaga jangan sampai ada pihak lain yang ingin membantu king kobra , jika mereka melawan habisi mereke" ucap aron pada billi dan sinta


" siap bos" ucap sinta


" ok kalau begitu billi ayo kita serang mereka jangan sampai ada yang ter sisa" ucap aron


" baik bos" ucap billi


aron ,billi dan anak buah nya pun mendekat ke arah pintu utama markas king kobra


" lempar bom ke depan gerbang king kobra " ucap aron pada billi


billi pun melemparkan bom ke pintu gerbang markas king kobra


duarrrr......


seketika pintu gerbang markas king kobra pun terbuka


dor.... dor....


terjadi tembak menembak antara anak buah aron dan anak buah king kobra


"kita di serang " teriak anak buah king kobra


dor... dor...dor...


bunyi tembakan yang tak terhingga dan juga banyak juga ratusan bahkan ribuan orang mati kena tembak


aron dan billi berjalan melewati mayat mayat yang tergeletak di lantai untuk mencari ketua dari king kobra


perok... perok...


bunyi seseorang bertepuk tangan keluar dari sebuah ruangan


" rupanya kalian bergerak cepat dari perkiraan ku" ucap orang ter sebut


" kenapa lo takut pak tua" ucap aron


" aku tidak akan takut dengan anak bau kencur seperti mu hahahaha " ucap peria paruh baya itu


" sombong sekali dirimu pak tua sebentar lagi lo akan mati di tangan gue pak tua " ucap aron

__ADS_1


" terlalu percaya diri sekali kau yang akan mati di tangan ku , anak buah ku sudah membunuh anak buah mu yang di rumah kemungkinan sekarang dia lagi bersenang senang dengan istri mu hahahaha" ucap peria itu


aron langsung mengangkat pistol nya ke arah kepala peria itu


dor....


lengan aron di tembak oleh seseorang yang ada di belakang peria itu


" aaahh" rintih aron kesakitan


" bos lo gak papa" tanya billi khawatir


" gue gak papa" ucap aron


aron melihat siapa yang menembak nya tadi


" oh ternyata kau menjadi lajang pak tua ini ya" ucap aron yang melihat siapa yang keluar dari ruangan itu


" tutup mulut mu aron aku mama mu ,mama yang melahirkan mu" ucap ibu kandung aron


"mama gue udah mati jangan ngaku ngaku jadi mama gue" ucap aron


" keterlaluan kamu aron aku menyesal kenapa dulu aku tidak menggugurkan saja saat kau ada dalam kandungan ku"ucap ibu kandung aron


deg...


sakit hati aron mendengar ucapan ibu kandung nya


" gue juga gak sudi sebenernya lahir dari rahim wanita murahan seperti lo kalau gue bisa memilih lebih baik gue tak di lahirkan ke dunia ini ketimbang harus lahir dari wanita murahan seperti lo" ucap aron yang lang sung menembak ibu kandung nya


dor..


peluru aron menancap di dada kiri ibu nya


" dewi" panggil peria paru baya itu


ya nama ibu kandung aron adalah dewi , dewi ter paksa menikah dengan rozi ayah aron karena di jodoh kan mereka saat itu masih mempunyai kekasih


mereka sama sama meninggalkan kekasih mereka namun setelah dewi melahirkan aron dewi pun bertemu lagi dengan mantan kekasih nya dan mereka melanjutkan kisah mereka secara diam diam


kala itu aron masih ber umur 1 bulan dewi sering meninggalkan aron bersama pengasuh nya demi untuk bertemu dengan kekasih nya yang ber nama willi


sebab ayah aron sering sekali keluar negeri melakukan perjalanan bisnis


dewi dan willi menjalani hubungan terlarang hingga aron berusia 9 tahun


hingga pada suatu hari perselingkuhan mereka ketahuan oleh aron dan ayah ya yang tak sengaja melihat dewi dan willi baru keluar dari hotel


aron yang ikut ayah nya miting dengan kelayen di restoran hotel langsung mengejar mereka


di sana lah terjadi pertengkaran dan mengakibat kan perceraian , dewi meninggalkan anak dan suami nya demi kekasih nya

__ADS_1


__ADS_2