
Bastian membawa sumarni kerumah nya, iya memangil dokter untuk memeriksa keadaan ibu sumarni
" bagai mana ke adaan nya dok" tanya bastian
" beliau baik baik saja tuan , beliau hanya kelelahan dan belum makan saja, saya sudah menyuntikkan vitamin untuk ibu ini ," ucap dokter itu
" kapan kira kira ibu ini bisa sadar dok" tanya bastian lagi
" sebentar lagi tuan" ucap dokter itu
" baik dok terimakasih " ucap bastian
" sama sama tuan , kalau begitu saya permisi dulu tuan" ucap dokter itu
" hem" jawaban bastian
Dokter itu pun keluar dari kamar tamu yang di tempati ibu sumarni saat ini
" aku melihat mu jadi teringat dengan mama ku , meski pun dia tidak pernah ada waktu untuk ku , aku masih tetap menyayangi nya" ucap bastian saat melihat ibu sumarni terbaring lemah di tempat tidur
Iya pun langsung pergi meninggal kan kamar ibu sumarni , iya akan mengambil kan makanan untuk ibu sumarni
Tak lama setelah bastian pergi pergi sumarni pun membuka mata nya, iya melihat sekeliling ruangan
" dimana aku" ucap ibu sumarni
" ibu sudah sadar" tanya bastian yang baru masuk ke kamar ibu sumarni sambil membawa semangkuk bubur
" anda siapa" tanya ibu sumarni
" saya orang yang menemukan ibu di pinggir jalan" ucap bastian yang langsung duduk di sisi ranjang
" terimakasih sudah menolong saya " ucap ibu sumarni yang hendak beranjak deri tidur nya
" ibu mau ke mana, kondisi ibu saat ini masih lemah, istirahat lah dulu di sini" ucap bastian
" tapi saya harus mencari anak saya" ucap ibu sumarni
" pulih kan lah dulu kondisi ibu di sini, setelah ibu pulih anti aku akan membantu ibu mencari anak ibu" ucap bastian membujuk ibu sumarni
__ADS_1
ibu sumarni terdiam mendengar ucapan bastian
" sekarang ibu makan dulu ya , biar ibu ceper sehat dan ibu bisa mencari anak ibu kembali" ucap bastian
" terimakasih" ucap ibu sumarni yang langsung mengambil semangkuk bubur yang di berikan bastian
' andai mama seperti ibu ini yang sepertinya sangat menyayangi anak nya aku pasti sangat bahagia' batin bastian yang melihat ibu sumarni makan bubur dengan lahap nya
"tuan , terimakasih anda sudah membantu saya" ucap ibu sumarni
" jangan panggil aku tuan , panggil saja aku bastian" ucap bastian
" baik lah bastian , ah susah sekali ibu memanggil mu dengan sebutan bastian , bagai mana kalau ibu memanggil mu dengan tian aja, biar gampang menggil nya" ucap ibu sumarni
" terserah ibu aja mau manggil aku apa, asal ibu nyaman , oh ya nama ibu siapa" ucap bastian
" nama saya sumarni, bisa nya ibu di panggil marni" ucap ibu sumarni
" ibu kalau boleh tau kenapa ibu bisa ada di jalanan dan kemana anak ibu sampai harus di cari" tanya bastian
Ibu sumarni pun menceritakan kalau dia sudah di ceri kan suami nya dan uang yang di berikan oleh anak menantu nya di ambil oleh suami nya dan dia cuma di beri seratus ribu
" emang nya ibu di beri uang oleh menantu ibu itu berapa" tanya bastian
" apa anak ibu pernah mengunjungi ibu setelah menikah" ucap bastian
Ibu sumarni hanya menggelengkan kepala nya
" sekarang ibu mau tinggal di mana" tanya bastian lagi
" ibu juga gak tau tian" ucap ibu sumarni
" begini aja ya buk, ibu mau gak tinggal di sini sama saya , kebetulan saya di sini tinggal di rumah ini sendirian" ucap bastian
" memang nya orang tua kamu kemana nak" tanya ibu lastri yang penasaran
" mereka sudah meninggal bu" ucap bastian
" ya Allah maafin ibu ya nakk ibu tidak tau kalau orang tua kamu sudah meninggal" ucap ibu sumarni yang langsung memeluk bastian
__ADS_1
' apa kah seperti ini rasanya pelukan seorang ibu' batin bastian yang sedang di peluk oleh ibu sumarni
bastian memang anak yang kurang kasih sayang dari orang tau nya, orangtuanya selalu sibuk dengan pekerjaan mereka , sehingga melupakan bastian yang butuh kasih sayang daro kedua orang tua nya
" kamu jangan bersedih ya nak , anggap saja ibu ini adalah ibu mu sendiri" ucap ibu sumarni
" benarkah bu, aku boleh menganggap ibu seperti ibu ku sendiri" tanya bastian memastikan
" iya kamu bisa menganggap ibu seperti ibu kandung kanu sendiri , sebenar nya ibu ini tidak memiliki anak nak, jadi ibu senang kalau ibu punya anak lagi seperti kamu" ucap ibu sumarni
" jadi yang ibu cari itu bukan anak kandung ibu" tanya bastian
" bukan tian , tapi ibu sudah menganggap nya seperti anak ibu sendiri, dia ibu temukan di dekat tong sampah saat dia masih bayi" ucap ibu sumarni
" aku kan membantu ibu menemukan , adik ku" ucap bastian
" ya dia sekarang jadi adik mu " ucap ibu sumarni sambil tersenyum
" ibu sekarang ibu tinggal lah bersama ku di sini , aku sangat kesepian dari kecil , aku tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang tua ku , mereka sangat sibuk dengan pekerjaan mereka , sehingga mereka melupakan aku yang masih butuh kasih sayang dari mereka" ucap bastian
" baik lah nak , ibu akan tinggal di sini bersama mu , ibu juga akan memberikan kasih sayang yang tidak kamu dapat kan dari kedua orang tua mu dulu" ucap ibu sumarni
" terimakasih bu , aku sangat bersyukur kalau ibu mau memberikan aku kasih sayang yang tidak pernah aku rasakan dari orang tua ku dulu" ucap bastian
" sini nak peluk ibu mu ini" ucap ibu sumarni yang merentangkan tangan nya untuk memeluk bastian
bastian pun langsung memeluk ibu sumarni dengan rasa haru , iya sampai menetes kan air mata nya sangking terharu nya
' kasihan sekali kamu nak , memang dari materi kamu sangat cukup malahan lebih dari cukup , namun kasih sayang dari orang tuamu tak kau dapatkan ' batin ibu sumarni yang kasihan dengan hidup bastian
" ibu , aku sangat bahagia hari ini , karena hari ini aku bisa memiliki ibu seperti ibu sumarni" ucap bastian
" ibu juga bahagia nak , sekarang ibu memiliki dua orang anak , yang cantik dan ganteng seperti kamu dan naya" ucap ibu sumarni
" jadi nama adik ku naya, eh adik atau kk ya ibu" ucap bastian yang bingung
" memang nya umur kamu berapa nak, kalau anaya baru menginjak 23 tahun" ucap ibu sumarni
" kalau aku 28 bu jadi aku kk nya " ucap bastian
__ADS_1
" ya bener kamu sekarang menjadi kk " ucap ibu sumarni
bastian sangat bahagia dia sekarang memiliki seorang ibu dan adik