
Saat ini aron billi dan sen sedang sangat sibuk dengan pekerjaan mereka
sudah hampir seminggu mereka selalu lebur mengerjakan pekerjaan mereka sehingga saat di tinggal nanti sudah tidak ada pekerjaan
" sean apa ini sudah semu berkas berkas nya" tanya aron pada sea
" ada sedikit lagi bos" ucap sean yang membantu aron mengerjakan tumpukan berkas
" cepat bawa sini dan selesaikan sekarang" ucap aron
" tapi ini sudah malam bos apa bos gak pulang" ucap sean
" kita harus cepat menyelesaikan ini dan kita bisa lebih cepat pergi" ucap aron
" baik bos " ucap sean yang langsung mengambil berkas yang tersisa
" ini bos berkas berkas nya" ucap sean memberikan berkas nya kepada aron
" letak kan saja di sana" ucap aron sambil menunjuk ke arah ujung meja nya
" bos bagai mana mengenai penangkapan mata mata di kantor ini" tanya sean
"nanti setelah kita mendapat kan bantuan dari papa " ucap aron yang masih mengerjakan berkas berkas
" baik bos" ucap sean
Mereka tak menyadari kalau ruangan aron sudah di pasang perekam suara
" jadi mereka sudah tau kalau aku mata mata di kantor ini , aku harus lapor pada bos" ucap dani mata mata di kantor aron
" hello" ucap bastian di sebrang telfon
" hallo bos saya sudah ketahuan bos mereka berencana menangkap saya" ucap dani
" bodoh bagai mana mereka bisa tau , cepat pergi dari sana jangan sampai tertangkap oleh aron" ucap bastian yang marah
" baik bos" ucap dani yang langsung mengemasi barang barang nya dan langsung pergi dari kota ini
Kembali keruangan aron , aron dan sean masih mengerjakan berkas berkas nya
cekerek
Seseorang membuka pintu ruangan aron
" hay ternyata kalian belum pulang " ucap billi
" mau ngapain lo ke sini " ucap sean sinis
" kalian terlalu fokus bekerja sampai sampai tidak tahi ada perekam sura di sini" ucap billi yang langsung mengambil perekam suara itu di bawah meja aron
" siapa yang memasang perekam suara ini si sini" tanya aron
__ADS_1
" doni mata mata yang ada di kantor lo" ucap billi
" dari mana lo tau" tanya sean penasaran
" gue menempat kan dua orang untuk mengawasi mata mata di kantor ini" ucap billi
" terus dimana doni berada" ucap aron
" lo tenang aja dia udah gue bawa ke markas" ucap billi
" sukur lah kalau begitu" ucap aron lega
" kalian belum selesai juga ngerjain pekerjaan kalian" ucap billi
" emang ya lo udah selesai" tanya sean
" udah dong" ucap billi sombong
" di bantu sinta" ucap sean
" yoi oh ya ngomong ngomong tentang sinta gue masih penasaran apa motif dia ngasih obat perangsang ke elo waktu itu bos" ucap billi
" kalau gue liat dari gerak gerik nya sih dia tu suka sama gue dan mau menjebak gue supaya gue tidur sama dia terus gue nikahin dia" ucap aron
" terus kenapa lo diemin aja dia gak lo hukum atau lo keluarin dari kelompok mafia kita" tanya billi
" iya bos lo seolah oleh membenarkan perbuatan nya" ucap sean
" baik lah terserah lo deh buruan selesaikan pekerjaan kalian biar cepat kita perang lagi" ucap billi
" gak usah banyak bacot lo sini bantuin" ucap sean kesal
" gue mana ngerti masalah begituan " ucap billi yang tek mengerti masalah perkantoran
" udah balik sono lo ganggu kita kerja aja " ucap sean
" emang gue mau balik bay bay selamat bekerja" ucap billi yang langsung meninggalkan ruangan aron
Aron dan sean pun melanjut kan pekerjaan mereka
⭐⭐⭐⭐⭐
Anaya terbangun dari tidur nya iya bermimpi kalau aron menemui nya dan meminta ma'f padanya
" ternyata cuma mimpi ,semoga aja mimpi ku kali ini menjadi kenyataan amin" ucap anaya yang langsung bangun dari tidur nya
Iya langsung menuju ke kamar mandi untuk mebersihkan diri dan mengambil air wudu anaya akan melaksanakan sholat subuh dan di lanjut kan membaca Al qur'an
Setelah selesai anaya pun keluar daro kamar nya menuju ke dapur
"selamat pagi nona" ucap wati yang sedang memasak
__ADS_1
" selamat pagi bik wati lagi apa nih" tanya anaya
" biasa nona lagi buat sarapan , nona mau bibi buat kan sesuatu" ucap bik wati
" bik jangan panggil saya nona panggil aja anaya atau naya aja" ucap anaya
" gak bisa gitu nona nanti saya di marah sama tuan besar " ucap bik wati menolak
" tapi aku gak mau bi di panggil nona gak cocok buat ku" ucap anaya
" bagai mana kalau neng aja gimana" ucap bik wati
" boleh juga tuh hehe" ucap anya
" neng mau bibi buatin sarapan apa" tanya bik wati
" aku pagi ini pengen jul alpukat aja bik , bibik lanjutin aja masak nya biar naya buat sendiri" ucap naya
" biar bibik aja neng yang bikinin eneg duduk yang anis aja di meja makan" ucap bik wati
" aku lagi pengen bikin sendiri bik " ucap anya yang memaksa
" baik lah kalau gitu tapi yang hati hati ya neng " ucap bik wati
" iya bik , oh ya buah nya ada di mana bik" tanya anaya
" ada di kulkas bawah neng" ucap bik wati
Anaya pun mencari buah alpuktnya dan iya langsung membuat jun alpukat untuk nya
" nay kamu lagi ngapain di dapur pagi pagi" tanya papa rozi yang hendak mengambil air minum
" aku lagi pengen jus alpukat pa" ucap anaya
" lagi kangen sama aron ya" tanya papa rozi yang tau kalau jul alpukat adalah kesukaan aron
" papa bisa aja papa mau jus alpukat nanti naya buaton sekalian kalau mau" ucap anaya menawari papa rozi
" gak nay kamu aja oh ya nay di lemari itu ada susu hamil buat kamu kemaren wati sudah membelikan nya sebelum kita sampi di sini papa lupa bilang sama kamu" ucap papa rozi sambil menunjuk sebuah lemari
" iya nanti naya minum susu nya erimakasih ya pa" ucap anaya sambil tersenyum
" sama sama penuhi gizi cucu papa ya nay" ucap papa rozi
" ya pa" ucap anya
" papa mau olahraga dulu ya nay" ucap papa rozi pamit ingin pergi ke ruangan olahraga
" iya pa hati hati olahraga nya pa" ucap anaya
" ok" ucap papa rozi yang pergi meninggal kan anaya di dapur
__ADS_1