Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
59


__ADS_3

Sean baru sampai di rumah aron iya mengendap ngendap iya takut kalau siti melihat nya memakai baju pink


" kenap o mengendap ngendap seperti maling aja" tanya aron yang melihat sean baru masuk ke rumah nya


" eh ngagetin aja lo bos gue akut siti melihat gue pakek baju pnk kaya gini" ucap sean


" takut kenapa siti juga gak akan melarang lo makek baju warna apa" ucap aron


" bukan takut si sebenernya cuma malu aja di lihat siti , jatuh harga diri gue bos kalau ketemu wanita pujaan dalam ke adaan kaya gini" ucap sean


" lebay lo, ayo ikut gue ke taman belakang" ucap aron


" billi mana bos kok gak keliatan" tanya sean


" lagi ganti baju" ucap aron yang langsung berjalan ke taman belakang rumah


Di dapur


" siti " panggil surti ( ART di rumah aron )


" iya bik ada apa" ucap siti


" kamu lihat gak ya daster bibik yang warna pink" ucap surti mencari baju nya yang hilang


" emang nya bibi taro di mana" tanya siti


" tadi bibik jemur terus pas bibi mau angkat udah gak ada kemana ya , apa mungkin di rumah ini ada maling" ucap surti


" mana ada maling di rumah ini bik , bibik liat sendiri kan kalau penjagaan di rumah ini sangat ketat" ucap siti


" terus baju bibik kemana ya " ucap surti


Dengan waktu bersamaan billi baru keluar dari kamar tamu dengan menggunakan daster berwarna pink


" bik itu daster bibik bukan " tanya siti sambil menahan tawa nya dan menunjuk ke arah billi


Bik surti pun melihat ke arah yang di tunjuk siti


" hahahahaa" surti tak bisa menahan tawa nya saat melihat billi memakai baju daster milik nya


Billi yang mendengar suara tertawa pun melihat ke arah sumber suara


' ya ampun kenapa mereka melihat gue sih , jatuh deh harga diri seorang billi" batin billi

__ADS_1


" jangan ada yang tertawa atau gue suruh si bos memecat kalian" ancam billi dengan menahan rasa malu nya


" ma'f tuan " ucap siti dan surti bersamaan menahan tawa mereka


billi pun hendak meninggalkan surti dan siti


" tuan" panggil surti


" ada apa" tanya billi sambil menghentikan langkah nya


" itu baju daster milik saya " ucap surti menahan tawa nya


Billi yang mendengar ucapan surti terpelongok iya tak menyangka kalau baju yang iya pakai itu baju surti


" aronnnnn sialan lo" teriak billi sangat malu iya berlari menuju aron di taman belakang


Siti dan surti tertawa terbahak bahak setelah billi meninggalkan mereka


" aron sialan sini lo gue bunuh lo kali ini" tarik billi yang menghampiri aron


Sean yang melihat ke arah billi pun tertawa


" hahahaha ternyata ada yang lebih parah dari gue" ucap sean sambil tertawa


" wah lucu juga lo makek baju kaya gini badan besar berotot makai baju daster warna pink hahaha" ucap aron tertawa


Sean sudah tak bisa berkata apa apa lagi iya masih saja menertawakan penampilan billi


" bos udah jangan ketawa lagi gue mau tanya lo dapet dari mana daster ini" tanya billi


" gue ngambil di jemuran" ucap aron sambil tersenyum menahan tawa nya


" lo tau baju ini punya siapa" tanya billi lagi


Aron hanya menggelengkan kepala nya pertanda tidak tahu


" ini milik surti tadi dia mencari nya "ucap billi yang kesal


Aron dan sean tertawa terbahak bahak mendengar ucapan billi


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Anaya yang saat ini berada di kamar aron pun melihat ke setiap sisi kamar itu

__ADS_1


" nak ini adalah kamar papa kalian " ucap anaya sambil mengelus ngelus perut nya yang sudah mulai membuncit


" kalian pasti pengen ya ketemu sama papa sama mama juga pengen banget ketemu sama papa , tapi mama takut papa kalian tidak bisa menerima kehadiran kalian mama janji nanti kita pasti ketemu dengan papa " ucap anaya yang mengajak bayi dalam kandungan nya berbicara


Anaya membuka lemari aron terlihat di sana ada baju baju aron anaya pun mengambil satu kemeja yang wangi nya sama dengan wangi tubuh aron


Anaya membawa kemeja itu ke atas kasur iya pun berbaring di atas kasur itu di samping kemeja aron


" nak sementara kita mencium kemeja papa mu dulu ya untuk mengobati rasa rindu kita kepada papa kalian" ucap anya menciumi kemeja aron sampai ter tidur


saat ini aron billi dan sean sedang menyusun rencana untuk mengambil perusahaan bastian


" jadi kita akan menangkap mata mata yang ada di kantor kita dan memanggil bastian ke sini" ucap billi


" kalau menurut gue ya bos kita tangkap dan lo langsung datengin aja perusahaan nya bersama bukti bukti kecurangan nya,otomatis kan dia gak bisa berkutik lagi" ucap sean memberi ide


" terus bagai mana jika dia menyerang kita jumlah pasukan kita kalah banyak dari nya" tanya billi


" api gue setuju dengan pendapat sean kita datangi perusahaan nya dengan membawa bukti bukti kalau mengenai anak buah kita yang kalah jumlah kita akan mengirim bala bantuan dari sini " ucap aron


" bukan kah anak buah yang di sini sedang kita kerah kan mencari keberadaan anaya di sini bos" ucap billi


" begini aja bos bagai mana kalau kita minta bantuan kepada om rozi kan anak buah om rozi juga banyak bos" ucap sean


" ide bagus tu bos kita minta bantuan sama om rozi untuk berjaga jaga kalau kita di serang bastian dan anak buah di sini biar fokus mencari anaya " ucap billi menyetujui ide sean


" bik lah tapi papa gak akan membantu kita kalau kita ke Amerika" ucap aron


" apa susah nya kalau kita ke amerika dulu minta bantuan pada om rozi setelah kita mendapat kan bala bantuan baru kita menuju ke jepang menemui bastian " ucap billi


" baik lah sean kita harus selesaikan pekerjaan kita di kantor dulu selama dua minggu ke depan dan lo selesai kan transaksi penjualan senjata kita sampai du minggu ke depan" ucap aron


" baik bos " ucap billi dan sen bersamaan


" jadi kapan kita akan berangkat ke Amerika bos" tanya sean


" setelah lita menyelesaikan pekerjaan kita , perkiraan minggu depan kita baru bisa berangkat" ucap aron


" baik lah bos" ucap sean


" bil bagai mana tentang pencarian anaya apa sudah ada perkembangan" tanya aron


" belum ada bos" ucap billi

__ADS_1


" kita harus bertindak cepat gue gak mau terjadi apa apa sama anaya dan anak gue " ucap aron


" kami akan berusaha semaksimal mungkin bos untuk menemukan anaya dan calon anak bos " ucap billi


__ADS_2