Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
97.


__ADS_3

" kenyataan nya sekarang aku anak papa rozi, ya kan pa " ucap bastian sengaja memancing emosi aron


" pa, apa bener pria gila ini , anak papa juga" tanya Aron pada papa nya


" ya , bastian sekarang anak papa dan andik kamu" ucap papa rozi


"pa , aku gak mau punya adik kaya dia" protes aron sambil menunjuk bastian


" mas , gak boleh kaya gitu sama orang tua" tegur anaya


" tapi sayang aku gak mau pria gila ini jadi adik aku" ucap aron tak terima


" mau kamu menolak bagai mana pun , aku ini memang adik mu, kita satu rahim lo" ucap bastian


" meski pun kita satu rahim , tetep aja aku gak mau punya adik kaya lo" tolak aron dengan kesal


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu pun hanya menggeleng geleng kan kepala nya melihat aron yang berdebat dengan bastian


" mas " panggil anaya yang sudah pusing mendengar perdebatan suaminya dan bastian


" apa sayang" jawab aron pada anaya


" kamu bisa diem gak , kalau kamu gak bisa diem , aku minta pindah ruangan aja ya , pusing aku dengar kamu berdebat terus" ucap anaya menegur aron


" bener nay kamu pindah aja , jangan mau satu ruangan sama manusia menyebalkan seperti dia " ucap bastian sambil melirik aron


" diem lo, ini semua gara gara lo , istri gue jadi pusing kan sekarang" ucap aron


" mas , aku beneran pindah ni kalau kamu sama dia gak mau berhenti debat nya" ancam anaya


" iya sayang aku diem kok , kamu pindah di ranjang aku aja ya sayang biar aku bisa meluk kamu" ucap aron


" itu sih mau kamu" ucap papa rozi


" gak papa lah pa kan anaya istri aku"ucap aron


" nanti aja deh mas , kalau untuk sekarang gak dulu , kan kita sama sama ada luka bekas operasi , nanti takut nya kena senggol" ucap anya menolak


" iya juga ya , sayang kamu makan dulu sana , kamu kan belum makan dari sadar tadi" ucap aron


" kamu juga belum makan lo mas" ucap anaya


" sini kita makna berdua aja , aku suapin kamu" ucap aron


" ya , dunia serasa milik berdua, ya gak sean" ucap billi

__ADS_1


" yoi, kita cuma ngotrak " ucap sean


Ibu sumarni , dan papa rozi hanya mengeleng geleng kan kepala nya saja melihat kelakuan anak muda jaman sekarang


" pa , aku juga mau dong punya istri kaya kak aron" ucap bastian pada papa rozi


" kaka , jijik gue di panggil kaka sama lo" ucap aron yang menjawab ucapan bastian


" itu kenyataan yang tidak bisa di tolak" ucap bastian


" mas , udah jangan debat terus , kata nya mau nyuapin aku" ucap anya yang memutuskan perdebatan antara aron dan bastian


" iya sayang , maaf ya , sini aku suapin" ucap aron yang langsung mengambil semangkuk bubur yang di berikan suster tadi


aron pun mulai menyuapi anaya dengan bubur


" aron sini biar ibu aja yang menyuapui anaya , kamu makan aja dulu" ucap ibu sumarni yang tak tega melihat aron menyuapi anaya


" gak papa bu ,aku makan nya nanti aja setelah anya" ucap aron yang masih menyuapi anaya


" mas juga harus makan , kalau mas gak makan aku juga gak mau makan lo" ucap anya


" ya ni aku makan , kita sepiring berdua ya sayang , kalau kurang tu punya aku masih ada" ucap aron yang langsung memakan bubur yang sama degan anaya


" duh , bil kita pulang aja yuk ,kita minta di suapin sama pacar kita " ucap sean pada billi


" iya sean , bikin iri aja , untung nya kita punya pacar , kalau dia gak ada , cuma bisa gigit jari aja hahah" ucap billi menyindir bastian


" maksud kamu aku gitu" tanya bastian


" emang nya lo ngerasa " tanya balik billi


"kalau lo ngerasa berarti ,itu lo , kalau gak ya berarti bukan lo" ucap sena menimpali


" iya juga ya, kok aku jadi marah" ucap bastian bingung


" billi sam sean kalau mau pulang pulang lah biar om sama ibu sumarni yang jaga mereka" ucap papa rozi


" bik lah om , bos kita pulang dulu ya" ucap billi


" ya , sana pulang ajak tu sekalian pria gila itu , biar gak nyakitin mata di sini" ucap aron


" emang nya aku apa hah , bisa nyakitin mata" ucap bastian tak terima


" emang nya apan bil ,yang bisa nyakitin mata " tanya sean

__ADS_1


" gue juga gak tau , lo tanya aja tu sama bos" ucap billi sambil melirik aron


" apa bos yang bikin sakit mata" tanya sean


" tu pria gila itu" ucap aron


" kak ku yang paling menyebalkan k, aku bukan pria gila, tapi aku ini adek mu yang paling ganteng" ucap bastian kepada aron dengan pd nya


" eh lo bilang adek gue yang paling ganteng , ngimpi aja lo gue gak punya dik kaya lo" ucap aron yang masih setia menyuapi anaya


" terserah kamu kak gak mau mengakui aku , yang penting kan kenayaan nya aku ini adek mu yang paling ganteng" ucap bastian


" pa apa papa masih mau menganggap dia sebagai naka nya , papa liat sendiri kelakuan ya kaya orang gila gitu" ucap aron


" mas kalau kamu ngoceh lagi , aku beneran pindah kamar ni" ancam anay uang sudah pusing dengan perdebatan suami nya dan bastian


" ya jangan dong sayang , aku gak mau jauh dari kamu" ucap aron


" ya mangkanya jangan berdebat mulu," ucap anya dengan kesal


" ya sayang , dia yang mulai duluan sayang" ucap aron


" enak aja kaka yang mulai duluan " ucap bastian yang tidak mau mengalah


" jangan panggil gue kaka , gue bukan kaka lo" ucap aron


" sayang kita pergi ajayuk dari sini , pusing dengerin mereka yang berdebat terus dari tadi" ucap papa rozi mengajak ibu sumarni pergi dari ruangan rawat aron dan anaya


" sayang" ucap anaya , aron dan bastian bersamaan , mereka kaget dengan apa yang mereka dengar tadi


" ayo mas , aku juga pusing ngeliat mereka bertengkar terus, mendingan kita liat twins aja" ucap ibu sumarni


Papa rozi dan ibu sumarni pun keluar ruangan anaya dan aron, mmereka meninggalkan anaya , aron dan billi yang masih bengong


" mas , apa mereka memili hubungan " tanya anaya yang masih binggu


" aku juga gak tau sayang , aku aja baru tu sekarang" ucap aron yang jug merasa bingung


" billi , sean apa kalian tau sesuatu" tanya aron


" ya tau lah , ni ya gue ceritain( billi pun menceritakan tenteng kisah cinta papa rozi dan ibu sumarni) gitu cerita nya" ucap billi


" jadi yang di maksud ibu lastri itu ibu ku" tanya anaya


" ya " jawab billi dan sean

__ADS_1


__ADS_2