
sudah satu bulan semenjak kejadian aron memukuli anaya aron tak pernah pulang iya selalu tidur di markas
selama satu bulan ini juga sinta selalu memberi perhatian lebih kepada aron namun tak dapat respons dari dari aron
aron juga semenjak kejadian itu lebih banyak diam dan menyibukkan diri dengan pekerjaan
' kenapa perempuan kampung itu masih di biarkan di rumah bos sih, bos juga gak pernah ngerespons perhatian aku ' batin sinta
" lo gak pulang bos udah sebulan lo di sini " ucap billi yang sedang menunggu sarapan nya
ya saat ini mereka sedang sarapan bersama di markas aron
aron hanya diam dan menikmati sarapan nya
" masalah tu di selesaikan bukan di hindari" ucap billi lagi
" bisa diem gak lo ganggu napsu makan gue aja" ucap aron yang langsung meninggalkan sarapan nya
" kamu sih bil bahas masalah rumah tangga nya jadi pergi kan bos" ucap sinta esal dengan billi
"gue kasih obat perangsang ter lo bos biar tau rasa gimana rasanya gak ada tempat buat menyaluar kan nya" ucap billi yang kesal dengan sikap aron
' obat perangsang... Apa aku jebak bos tidur sama aku aja ya supaya bos ninggalin perempuan kampung itu dan memilih aku' batin sinta sambil tersenyum
" sinta tar kamu anterin makan ke bos dia cuma sarapan sedikit" ucap billi yang langsung memakan sarapan nya
" ya nanti aku akan mengantarkan makanan buat bos" ucap sinta kegirangan
' ini kesempatan emas buat aku , aku gak akan menyianyia kan nya
Di tempat lain anaya yang sudah sembuh selalu memasak untuk aron namun aron tak pernah pulan
" nay kamu mau masak lagi buat tuan " ucap siti yang menghampiri anaya
" iya aku takut nanti dia pulang aku gak masak " ucap anaya
" ya udah sini aku bantu kamu" ucap siti
Mereka pun masak bersama saat anaya hendak menumis bumbu tiba tiba iya ingin muntah tapi dia berusaha untuk menahan nya namun tak bisa di tahan iya berlari ke kamar mandi
" hueek... Hueekk" anaya muntah
" anaya kamu gapapa " ucap siti yang khawatir
" aku gak papa kok cuma aku gak tahan mencium bumbu yang aku tumis tadi" ucap anaya yang terasa lemah
" jangan jangan kamu hamil nay apa kamu udah datang bulan bulan ini" tanya siti
__ADS_1
" sepertinya belum deh siti, aku juga lupa kapan terakhir aku datang bulan " ucap anaya
" coba nanti aku keluar beliin kamu tespek buat kamu siapa tau aja kamu beneran hamil" ucap siti
" terimakasih ya siti kamu baik banget sama aku" ucap anaya yang terharu akan kebaikan siti ter hadap nya
" aku tu udah menganggep kamu sebagai saudara aku sendiri nay" ucap siti yang sambil memeluk anaya
" aku beruntung punya saudara seperti kamu siti" ucap anaya yang membalas pelukan siti
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang menguping pembicaraan anaya dan siti
" saya harus melapor kan ini kepada nona sinta lumayan kan setiap informasi yang aku kasih bisa jadi uang" ucap lisa( ART yang di bawa sinta
lisa langsung pergi meninggal kn anaya dan siti
" nay kamu istirahat aja di kamar biar aku yang melanjut kan masak nya" ucap siti
" terimakasih ya siti kalau begitu aku ke kamar dulu ya" ucap anaya
" mau aku bantu ke kamar nay" ucap siti
" gak usah siti aku masih kuat kok" ucap anaya yang hendak ke kamar nya
"ya udah kalau kaya gitu, hati hati ya" uca siti
Anaya hanya mengengguk kan kepalanya iya lalu berjalan menuju ke kamar nya
" gawat kalau perempuan kampung itu sampai hamil bos pasti akan kembali pada perempuan kampung itu , aku harus cepat bertindak pertama aku harus menjebak bos terlebih dahulu terus aku akan menyingkir kan perempuan kampung itu" ucap sinta sambil tersenyum
" aku harus menjalan kan rencana pertama dengan cepat" ucap sinta yang tengah menyiapkan makanan dan secangkir kopi untuk aron tak lupa iya menambah kan obat perangsang ke dalam kopi untuk aron
Sinta menuju k ruangan aron untuk memberikan makanan untuk aron
Tok... Tok...
Sinta mengetuk pintu ruangan aron
" masuk" ucap aron dari dalam ruangan nya
Sinta pun masuk ke dalam ruangan aron
" permisi bos aku ke sini membawakan makanan dan kopi untuk bos , bos tadi sarapan cuma sedikit" ucap sinta
" letang kan saja di sini kamu silahkan keluar" ucap aron yang masih fokus pada leptop nya
Sinta pun meletak kan kopi dan makanan untuk aron
__ADS_1
" silahkan di cicipi dulu bos kopi nya" ucap sinta
Aron langsung menghentikan pekerjaan nya iya melihat ke arah arah sinta
" lo gak liat pekerjaan gue masih banyak , nanti gue makan dan minun sekarang lo keluar dari ruangan gue"ucap aron kesal
" baik lah bos kalau begitu aku permisi dulu" ucap sinta yang keluar dari ruangan aron
' ii kenapa gak langsung di minum sih kopi nya kan kalau kaya gini aku harus menunggu sampai bos meminum nya' batin sinta kesal
Sinta duduk di samping kursi ruangan aron
Aron pun meminum kopi yang di berikan sinta
" kenapa jadi panas gini ya" ucap aron marasa ke panasan
" apa AC nya mati ya" ucap aron lagi sambil membesarkan folume AC nya
" kayak nya ada yang masukin obat perangsang ni di minuman ini" ucap aron yang langsung menelfon billi
" hal"belum sempat billi berbicara sudah di potong oleh aron
" keruangan gue sekarang cepet " ucap arun yang sudah merasa kepanasan
" ok gue kesana sekarang" ucap billi yang langsung menuju ke ruangan aron
Billi berlari menuju ke ruangan aron iya melihat ada sinta yang duduk di samping pintu ruangan aron
" lo ngapain di sini" tanya sinta
" gak kok aku tadi abis telfonan sama temen aku jadi numpang duduk aja di sini" ucap sinta mencari alasan
" oh " ucap billi yang langsung memasuki ruangan aron
' sial kalau ada billi gagal deh rencana aku' ucap sinta dalam hati dengan kesal
" lo kenapa bos " tanya billi yang baru masuk ruangan aron melihat aron sudah membuka baju nya
" kayak nya ada yang ngasih gue obat perangsang" ucap aron
" obat perangsang siapa yang ngasih bos perasaan gue tadi baru rencana aja" ucap billi bingung
" panggil dokter sekarang bill gue udah gak tahan ini panas banget" ucap aron
" ok lo tahan dulu ya gue telfon dokter dulu " ucap billi yang langsung menghubungi dokter yang ada di markas
Tak lama dokter pun datang ke ruangan aron dan segera memeriksa ke adaan ron saat ini dan menyuntik kan penawar nya
__ADS_1
" kenapa obat nya tidak berjalan " ucap aron
" ma'f tuan seperti nya obat yang di berikan sangat melebihi cara pakai nya sehingga obat nya tidak bisa , bos harus menuntaskan nya kalau tidak akan sangat bahaya bisa mengakibat kan kematian " ucap dokter itu menjelaskan