Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
63


__ADS_3

Aron terus mengucek ngucek mata nya untuk meyakinkan apakah dia tak salah lihat


" itu beneran anaya" ucap aron dengan lirih sambil menetes kan air mata nya sangking bahagia nya


aron mendekati anaya dan tidur di samping anaya dengan perlahan agar anaya tak terbangun


Aron mengecup kening anaya


" sayang ma'fkan aku yang sudah menyakiti mu" ucap aron dengan lirih


Aron melihat perut anaya yang sedikit membuncit lalau iya mengelus perut anaya


" hallo anak daddy ma'fin daddy ya sayang" ucap aron sambil meneteskan air mata ya


Iya teringat bagaimana iya menyiksa anaya dalam keadaan hamil aron sangat menyasali perbuatan nya


Aon memeluk anaya


" maafin aku sayang" ucap aron yang sambil menangis memeluk anaya dan tak lama aron pun ikut tertidur sambil memeluk anaya


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


" bik wati ini oleh oleh buat om rozi tolong simpanin di kulkas ya" ucap bili saat melihat bik wati yang berdiri di ruang tamu sambil melamun


" bik wati" panggil billi


Billi pun mendekati bik wati dan menepuk bahu nya


" bik kok melamun ada apa" tanya billi


" itu tuan di kamar tuan aron ada neng anaya di kamar tuan aron" ucap bik wati yang ketakutan


" anaya di sini" tanya billi tak percaya


" iya tuan, tuan besar yang membawa nya kemari" ucap bik wati


" pantas saja kami tak bisa menemukan anaya di mana mana ternyata anaya di sembunyikan oleh om rozi" ucap billi


" tuan, bagai mana kalau tuan aron tak menerima anak yang ada dalam kandungan neng anaya" ucap bik wati


" bibik gak usah khawatir mana mungkin bos tidak mau menerima anak nya sendiri, asal bibik tau ya selama anaya hamil bos lah yang mengalami ngidam nya dia muntah muntah setiap pagi dan muntah saat mencium bau parfum yang sangat menyengat dan lagi ni ya bik bos selalu meminta yang aneh aneh " ucap billi menjelaskan


" oh sukur lah kalau begitu" ucap bik wati lega


" bik bagai mana apa kita harus melaporkan ke pada om rozi" ucap via yang berlari dari dapur


Billi langsung melihat ke arah via


deg...

__ADS_1


Jantung billi berdebar debar saat melihat via


' cantik' batin billi melihat via


" kamu gak usah khawatir vi ternyata tuan aron itu selama ini mencari keberadaan neng anaya " ucap bik wati


" terus apa tuan aron mau menerima anak mbak naya nanti" tanya via


"kamu tenang aja tuan aron akan menerima anak dalam kandungan neng anaya" ucap bibi wati meyakinkan


" kok bibik seyakin itu sih" tanya via bingung


" karena selama neng anaya hamil tuan aron lah yang mengalami ngidam nya" ucap bik wati memberitahu


" alhamdulilah kalau begitu" ucap via


Billi terus memandangi via tak berkedip


" woy billi bantuin gue " teriak sen yang ada di luar


Seketika itu langsung menyadarkan lamunan billi


" ah iya tunggu bentar " ucap billi pada sean


via baru menyadari kalau ada orang lain selain diri nya dan bik wati


' siap pria tampan ini' batin via memuji bill


"baik tuan" ucap bik wati yang langsung mengambil oleh oleh itu


Billi melihat ke arah via dan langsung pergi menuju ke sean yang ada di luar


" bik itu siapa" tanya via yang melihat billi


" oh itu tuan billi anak buah nya tuan aron dan sekaligus sahabat tuan aron dari kecil , selain tuan billi ada tuan sean juga mereka berdua anak yatim piyatu yang di urus oleh tuan besar" ucap bik wati menjelas kan


" oh begitu" ucap via


" bibik ke dapur dulu ya vi mau masukin ini ke kulkas" ucap bik wati sambil menunjuk kan oleh oleh untuk papa rozi


" sini aku bantu bik" ucap via yang membantu bik wati mambawa oleh oleh uantuk papa rozi


Bik wati pun memerikan sebagian untuk di bawa via dan mereka pun menuju kedapur


Di luar rumah


" lo lama banget sih , ngapain aja lo " ucap sean kesal


" gue abis ngeliat bidadari" ucap billi sambil tersenyum

__ADS_1


" bidadari palalo paling juga bik wati" ucap sean


" buakan dia gadis yang membawa anaya ke bogor waktu itu" ucap billi


" gadis yang membawa anaya ke bogor maksud nya apa sih" tanya sean yang tak mengerti dengan ucapan billi


" anaya ternyata ada di sini" ucap billi


" elo ngomog apa sih, lo tadi bilang gadis yang memebawa anaya ke bogor terus lo bilang lagi kalau anaya ada di sini, mana yang bener oneng" ucap sean makin tak mengerti


" anaya ada di sini om rozi yang membawa nya kesini bersama gadis yang membawa anaya ke bogor" ucap billi


" jadi anaya ada di sini , pantesan aja kita mencari nya kemana mana gak ketemu, ternyata dia di sembunyikan om rozi" ucap sean


" iya , sini mana yang harus gue bawa masuk " ucap billi


" ini koper bos dan koper lo , oh ya terus si bos gimana reksi nya saat melihat anaya ada di sini" tanya sean penasaran


" gue gak tau anaya ada di kamar bersama bos" ucap billi


" apa mugkin mereka lagi melepas kangen kangenan kaleik ya" ucap sean menebak nebak


" mungkin aja, udah gak usah ngurusin si bos yang lagi kangen kangenan sama anaya , ayo kita masuk aja" ucap billi yang langsung mask rumah om rozi sambil memebawa koper milok nya dan milik aron


Sean pun mengikuti billi sambil membawa koper nya


Mereka menuju kamar masing masing yang biasa mereka tempati saat menginap di rumah papa rozi


di dapur


" vi bagai mana apa kamu terdengar keributan " tanya bu lastri yang sangat khawatir


" ibu tenang aja tuan aron tidak akan menyakiti mbak anaya" ucap via


" kok kamu bisa seyakin itu sih vi" ucap ibu lastri yang bingung


" karena taun aron selama ini mencari keberadaan anaya , asal itu tau ya selama mbak anaya hamil tuan aron lah yang mengalami ngidam nya" ucap via


" bener kah , pantesan ibu tidak pernah melihat anaya muntah mntah atau minta yang aneh aneh gitu" ucap ibu lastri


" iya bu itu lah ikatan batin seorang ayah dan anak nya" ucap via


" iya kamu benera vi , sukur lah kalau begitu semoga saja tuan aron tidak menyakiti anaya lagi dan mereka hidup bahagia" ucap ibu lastri


" amin" ucap via mengamin kan ucapan ibu nya


Di kamar aron


Anaya merasa ada yang sedang meeluk nya iya pun terbangun dan alangkah terkejut nya saat melihat keberadaan aron

__ADS_1


" apa aku sedang bermimpi ya" ucap nya sendiri


__ADS_2