
Aron mengandung kedua anak nya , sedangkan anaya duduk di kursi roda di dorong oleh sean, sedangkan billi bertugas membawa barang barang
" mas sini aku gendong satu anak kita" ucap anaya paa aron yang berjalan di samping nya
" gak usah sayang , aku masih kuat kok mengendong mereka " tolak aron , anaya hanya menghembus kan nafas nya dengan kesal
" sabar nay , nanti kalau di rumah kamu bisa menggendong mereka " ucap sean
" kemungkinan kamu akan jarang mengendong mereka nay" ucap billi
" loh kenapa" tanya anaya
" karena di rumah banyak orang yang akan selalu memperebutkan mereka , jadi kamu jangan terkejut kalau nanti kamu jarang menggendong mereka " ucap billi
" iya sayang bener kata billi , papa itu suka banget sama anak kecil , dia pasti akan lebih sering mengejak anak anak kita" ucap aron memberitahu
" tapi kan meeka masih butuh asi dari aku mas" ucap anaya
" ya , palingan kamu memegang anak mu ketika mereka nangis dan yang mengajak nya tak sanggup menenangkan nya" ucap billi
" udah lah sayang , nanti kita bikin lagi kalau kamu gak kebagian waktu sama anak anak mu" ucap aron
" bikin lagi , emang nya semudah bikin kue apa , gampang banget bilang bikin lagi" ucap anaya kesal
" yang penting tu enak nya sayang" ucap aron sambil tersenyum genit pada anaya
" anak masih kecil , bekas operasi aku aja belum kering , udah mikir nambah anak aja" ucap anaya kesal
" ya nanti nunggu kamu sembuh sayang , ya " ucap aron
" udah lah bos gak usah bahas bikin anak , kita ini belum menikah " ucap billi kesal
" justeru kalian belum menikah, aku sengaja untuk cerita seperti ini , agar kalian ada niat cepet cepet nikah"ucap aron
" kalau nikah sih udah pengen banget bos , tapi persyaratan nya itu yang belum bisa di penuhi" ucap billi
" gampang kamu tinggal siapin berkas dan juga mahar nya , udah gampang kan , jangan di buat susah bill " ucap aron
" lo gak tau bos , kalau via minta mahar yang sangat berat bagi billi" ucap sean
__ADS_1
" emang nya apa mahar nya bil" tanya aron yang kini memasuk kan anak anak nya ke dalam mobil terlebih dahulu, baru ia membantu sang istri memasuki mobil
" hati hati sayang" ucap aron saat membantu anaya
" anak kita kamu taro dimana" tanya anya bingung
" itu di belakang , udah di siapin buat tempat anak kita" jawab aron sambil melihat anak anak nya di tempat kan tempat khusus di dalam mobil
" siapa yang punya ide buat kaya gini" tanya anaya
" om rozi nay , dia yang terpikir buat seperti itu untuk bayi" ucap billi
" y udah ayo jalan billi,dan sean lanjut kan cerita mu tadi yang terpotong" ucap aron yang asih penasaran dengan ucapan sean tadi
" yang masalah mahar via " tanya sean memastikan
" iya" jawab aron
" via minta , billi bisa azan ,biar nanti kalau mereka punya anak billi bisa mengadzani nya, billi juga harus bisa sholah dan mengaji, dan satu lagi via minta mahar nya surat al bakoroh menimal sepuluh ayat" ucap sean memberitahu
" wah , bagus tu permintaan nya via , aku setuju sama via" ucap anaya yang setuju dengan pemikiran via
" iya bos , aku juga semoga aja nanti siti gak minta yang aneh aneh kaya via saat aku meu melamar nya" ucap sean berharap
" gak bisa , nanti aku akan bilang sama siti buat minta makar dan persyaratan yang sama dengan via , biar kalian bisa ngaji dan sholat " ucap anaya
"yah jangan dong nay , kasihani lah gue" ucap sean memohon
" bagus nay ,kasih tau aja sama siti , bier gue belajar ada temen nya" ucap billi sambil tersenyum jahil
" bagus sayang , bilang aja sama siti biar mereka bisa belajar ngaji dan sholat yang bener" ucap aron yang ikut ikutan
" nay lo gak adil kalau cuma kita berdua , si bos juga tu , masa cuma kita berdua aja yang belajar" ucap sean tak terima
" iya nay , si bosa juga tu kasih persyaratan , kaya gita" ucap billi yang menimpali sean
" kan gue memang udah belajar sebelum kalian , ya gak sayang" ucap aron
" ya kamu bener mas , tapi menurut aku sean sama billi juga bener, kalau kamu mau nambah anak atau kamu mau meminta jatah mu dari aku , kamu juga harus bisa azan , sholat dan mengaji " uca anay sambil tersenyum
__ADS_1
"APA... Gak sayang ,gak bisa gitu aku udah lama ini puasa nya , ayo lah sayang jangan buat persyaratan seperti itu" ucap aron memohon
" bagus nay ,itu baru namanya adil , ya gak bil" ucap sean dengan senang
" yoi, biar bos juga merasakan apa yang kita rasakan" ucap billi yang ikut senang
" hey , kamperet lo berdua ya , lo berdu belum pernah merasakan surga dunia , jadi kalian gak tau bagai mana cara menahan nya " ucap aron yang sangat kesal
" meski pun kamu gak aku beri persyaratan itu , kamu juga gak bisa minta jatah dari aku mas" ucap anaya
" lo kok gitu , emeng nya kenapa" tanya aron binggung
" karena aku masih dalam tahap nifas , dan aku tidak boleh di gauli oleh suami selama masih masa nifas" ucap anaya
" maksud nya gimana sayang" tanya aron binggung
" maksud aku kamu gak boleh minta jatah kamu ke aku selama aku masih nifas atau selama aku masih mengeluarkan darah bekas lahiran , dan itu biasa nya sampai empat puluh hari" ucap anayamenjelas kan
" kok lama banget , biasa nya juga cuma seminggu " tanya aron
" itu beda mas , kalau itu mestruasi kalau abis lahian nama nya nifas" ucap anaya
" berarti kalau wanita abis melahir kan gak bisa langsung bikin anak lagi ya nay" tanya sean
" ya gak boleh , kalau masa nifas nya belum selesai" ucap anya
" jadi aku harus puasa lagi sampai empat puluh hati kedepan sayang" tanya aron memastikan
" ya , betul sekali" ucap anaya
" ya Tuhan , aku aja udah puasa selama jutuh bulan , ini di tambah lagi dengan empat puluh haru" ucap aronsambil memijit kening nya
" haha.. Sabar bos" ucap billi meledek
" iya bos yang sabar , nanti akan indak setelah empat puluh hari kedepan hahaha.." ucap sean yang juga meledek aron
" gue sumpahin kalian berdua bernasip yang sama kaya gue , saat nanti kalian punya istri" ucap aron dengan kesal
Anaya hanya menggeleng geleng kan kepala nya saja melihat tingkah suami nya
__ADS_1