Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
117


__ADS_3

sean dan siti saat ini sedang menunggu di depan ruang UGD


" mas kok dokternya kok gak keluar keluar sih" tanya siti yang tak sabar ingin tau ke adaan anaya


" sabar sayang ,mungkin dokter sedang mengobati anya" ucap sean yang sebenar nya juga tidak sabar ingin tau ke adaan anaya


tak lama dokter pun keluar dari ruang UGD. tempat dokter menangani anya tadi


" dokter ,bagai mana ke adaan saudara saya" tanya sean yang langsung menghampiri dokter


" keadaan saudara anda baik baik saja, namun kami tidak bisa menyelamat kan calon bayi nya ,karena benturan yang sangat kuat ,mengakibatkan kandungan saudara anda tidak bisa di selamat kan" ucap dokter


" anaya hamil" tanya siti


" ya nona ,nona anaya saat ini sedang hamil satu bulan mau masuk dua bulan " ucap dokter memberitahu


" terus keadaan anya sekarang bagai mana dok" tanya sean memastikan


" saat ini ke adaan nona anya baik baik saja , sebentar lagi dia akan di pindah kan ke ruang rawat " ucap dokter


" baik dok terimakasih atas kerja keras nya" ucap sean


" sama sama tuan , kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter itu undur diri


" silahkan dok" ucap sean mempersilahkan


dokter itu pun pergi meninggalkan sean dan siti di depan ruangan UGD


" sayang , bagai mana ini ,apa yang harus aku katakan pada bos aron nanti kalau calon anak nya tidak bisa di selamat kan" ucap sean sambil memeluk siti


" katakan sejujur nya mas ,aku yakin bos aron bisa mengerti dan nisa menerima keadaan ini" ucap siti


" semoga saya aja ya sayang " ucap sean


****


di tempat lain aron, bastian dan manda baru sampai di rumah aron


" assalamualaikum " ucap aron saat sampai di rumah nya


" wallaikumsalam aron ,kamu sudah sampai nak" tanya papa rozi


" iya pa , pa aku titip syakil ya , aku mau langsung ke rumah sakit" ucap aron yang menyerah kan syakil kepada papa rozi, dan papa rozi langsung mengambil syakil


" dia siapa ron" tanya papa rozi saat melihat manda, manda hanya menunduk kan kepalanya, manda merasa bersalah akan kejadian ini


" nanti aja ceritanya pa , aku mau langsung ke rumah sakit dulu" ucap aron

__ADS_1


" ya baik lah hati hati di jalan" ucap papa rozi


" bastian , kamu urus manda , aku mau ke rumah sakit dulu" ucap aron pada bastian


" aron ,apa kah aku boleh ikut menjenguk istri kamu" ucap manda gang merasa bersalah, sebab karena dia lah anaya masuk rumah sakit


" tidak usah ,kamu di rumah saja , bastian yang akan mengurus kebutuhan mu" ucap aron yang langsung pergi naik mobil nya


" aku pergi dulu , assalamualaikum" teriak aron dalam mobil


" wallaikumsalam" ucap semuanya yang ada di sana


" ayo manda , masuk lah , aku akan menunjuk kan kamar untuk mu" ucap bastian mengajak manda, manda hanya mengangguk kan kepalanya saja


" bas ,nanti kamu tolong ke ruang kerja papa ya" ucap papa rozi yang langsung masuk rumah sambil menggendong syakil


"iya pa, ayo manda " ucap bastian lagi mengajak manda


mereka semua pun masuk kedalam rumah aron setelah aron pergi meninggalkan rumah


tak butuh waktu lama aron pun sampai di rumah sakit ia langsung bertanya kepada resepsionis yang ada di depan tenteng ruangan anya


aron terus berjalan menelusuri lorong rumah sakit , hingga sampai lah dia di ruangan anya ,anaya saat ini sudah di pindah kan ke ruang rawat


" assalamualaikum" ucap aron yang membuka pintu ruang rawat anaya


" bagai mana ke adaan anaya sean" tanya aron yang langsung mendekati anya dan mencium kening anya


" saat ini anya baik baik saja bos ,tapi" ucapan sean terhenti , sean seakan akan tidak sanggup mengatakan nya kepada aron


" tapi apa sean , apa ada yang serius dengan anaya" tanya aron yang sedikit panik


" maaf kan aku bos aku tidak becus menjalan kan perintah mu, anak yang ada di dalam kandungan anya tidak bisa di selamat kan , sebab benturan yang sangat keras mengakibat kan , calon anak mu tidak bisa di selamat kan" ucap sean sambil menunduk kan kepalanya , ia merasa gagal menjaga anya


" apa ,jadi calon anak ku tidak bisa di selamat kan " tanya aron memastikan


" iya bos" ucap sean yang merasa bersalah


" sayang , maaf kan aku ,aku tidak bisa menjaga mu dan calon anak yang belum sempat kita melihat nya" ucap aron sambil menangis memeluk anya yang terbaring lemah


" maaf kan aku sayang, aku tidak becus menjadi seorang suami dan sebagai seorang ayah" ucap aron yang menangis


anya yang mendengar suaminya menangis sambil memeluk nya pun tersadar


" mas" ucap anya dengan lemah


" sayang, kamu sudah sadar" tanya aron yang langsung mengelap air matanya

__ADS_1


" anaya " ucap sean dan siti bersamaan , anya hanya tersenyum


" sayang apa ada yang sakit , sean panggil kan dokter" ucap aron yang sangat menghawatirkan anya


" baik bos " ucap sean yang langsung pergi keluar ruangan anaya


" sayang, kamu mau minum atau mau makan " tanya aron


" tidak mas " tolak anaya


" apa yang kamu rasakan sayang" tanya aron


" perut aku sakit mas" ucap anya sambil memegangi perut nya


" tahan sebentar ya sayang , sean sedang memanggil dokter" ucap aron


" anaya " panggil siti yang sedang duduk tak jauh dari anya


" siti , makasih ya kamu sama sean telah membawa ku ke sini" ucap siti


" sama sama nay ,bagai mana ke adaan kamu" tanya siti


" aku baik baik aja kok" ucap anaya sambil tersenyum


tak lama dokter pun masuk ke dalam ruangan anaya bersama sean


"permisi ,nona anaya sudah sadar , apa ada keluhan nona" tanya dokter


" perut saya yang agak terasa sakit dik" ucap anya sambil memegangi perutnya


" hal itu sangat wajar bagi orang yang telah mengalami ke guguran" ucap dokter


" apa , saya keguguran dok" tanya anya mematikan


" iya nona , anda mengalami ke guguran , akibat benturan yang sangat keras , sehingga anak yang ada di dalam kandungan anda tidak bisa di selamat kan" ucap dokter memberitahu


" mas" panggil anaya sambil melihat aron yang sudah menangis


" maaf kan aku sayang , aku tidak bisa menjaga mu dan calon anak kita " ucap aron yang merasa bersalah


" kamu gak salah apa apa mas , aku yang salah tidak bisa menjaga calon anak kita" ucap anaya yang juga merasa bersalah , aron pun memeluk anya


" tidak sayang ,jangan salah kan dirimu , ini bukan salah mu" ucap aron sambil menangis


" ini juga bukan kesalahan mu mas ,jadi berhentilah menyalah kan mu" ucap anaya yang ikut menangis di pelukan suaminya


" kalian yang sabar ya , Allah lebih sayang kepada anak kalian , sehingga Allah mengambilnya dari kalian" ucap dokter menguatkan anaya dan aron

__ADS_1


__ADS_2