
Kini anaya dan aron sudah dalam satu ruangan , namun anaya mau pun aron belum ada yang sadar.
via ,ibu lastri sedang menjenguk ibu sumarni di UGD, mereka ingin tahu keadaan ibu sumarni
" bos , lo gak pengen liat anak anak lo , mereka lucu banget loh bos" ucap billi mengajak aron berbicara
" nay , lo juga gak kepengen liat mereka" ucap billi pada anaya
namun tak ada respon dari ke dua nya, billi menghembuskan nafas nya
" sean , lo bisa azan gak" tanya billi
" gak ,kenapa" tanya balik sean
" terus kalau di antara kita gak ada yang bisa azan , siapa dong yang mau ngazani dia malaikat kecil itu" ucap billi
" bil lo udah ngomong sama om rozi tentang ke adaan anaya dan bos aron " tanya sean
" udah pas gue ngabarin lo , setelah itu gue ngabarin om rozi,mungkin sekarang om rozi masih di jalan" ucap billi
" sukur lah kalau gitu, gue takut lo belum ngabarin beliau, bisa abis kita diceramahi" ucap sean
" ya bener kata lo ,oh ya sean gue mau tanya sama lo" ucap billi yang mulai serius
" tanya apa" ujar sean penasaran
" siti pernah ngajuin persyaratan buat lo nikahin dia gak" tanya billi
" gak sih kayak nya, kan gue belum ngajak dia nikah , emang nya kenapa"tanya balik sean
" via ngajuin persyaratan buat gue nikahin dia" ucap billi agak sedih menginat persyaratan dari via
"emang ya apa sih persyaratannya" tanya sean lagi yang makin penasaran
" dia minta gue supaya gue bisa azan, nanti saat kami punya anak ada yang mengadzani , dia juga minta sama gue, agar gue bisa sholat dan mengaji ,dia juga minta mahar surat, apa gitu yang ada di Al-Qur'an lah pokok nya, gue juga lupa nama surat itu" ucap billi
" wah , susah juga ya permintaan via , semoga aja siti gak minta yang aneh aneh , cukup minta emas atau berlian aja" ucap sean berharap siti tidak meminta seperti via saat dia ingin menikahinya nanti
" gue bingung mau belajar sama siapa , gue takut nanti kalau gue kelamaan belajar nya, dia akan di ambil orang sean" ucap billi ketakutan via di ambil orang
" gue yakin kok via gak akan ninggalin lo , kalau lo lagi berjuang buat dia" ucap sean agar billi tak merasa takut
" semoga saja sean" ucap billi
__ADS_1
tak lama pintu langsung di buka paksa oleh seseorang , billi dan sean yang ada di ruangan itu pun langsung menoleh ke arah pintu
" aron , anaya " ucap seseorang yang baru datang
" om rozi" ucap billi dan sean bersamaan
" bagai mana ke adaan aron , anaya bagai mana , kenap perut anaya rata , kemana cucu cucu ku" ucap papa rozi menodong kan berbagai pertanyaan untuk sean dan billi
" satu satu om kalau tanya , kita bingung mau jawab yang mana dulu" ucap sean
"iya om " ucap billi menimpali
" sudah jawab aja yang kelian tau cepat" ucap papa rozi dengan kesal
" baik lah , yang pertama bos sama anaya ,ke adan nya mulai membaik , tinggal menunggu mereka sadar aja , yang ke dua cucu cucu om sekarang ada di ruang bayi , mereka sudah lahir" ucap billi menjelas kan
" loh, kok sudah lahir kan belum waktu nya" tanya papa rozi
" mereka di paksa suruh keluar om , keadaan anaya sangat lemah , dan itu berpengaruh sama kedua bocah itu, setelah anya melahirkan mereka , naya sempat meninggal dunia om , namun anya kembali lagi sama kita" ucap billi menjelas kan
" ya Allah , terus cucu ku bagai mana , mereka gak kenapa napa kan" tanya papa rozi lagi
" mereka ,baik baik aja om ,tapi ada satu masalah lagi om sama cucu om" ucap billi
" mereka belum di azani om" ucap billi sambil tersenyum
" jadi itu masalah nya , emang nya kalian tidak bisa azan gitu" tanya papa Rozi
" iya om hehe" ucap sean
" cemen sekali kalian azan saja tidak bisa" ucap papa rozi meremehkan sean dan billi
" emang nya om bisa" tanya billi
" bisa dong , yang mangadzani aron aja aku"ucap papa rozi dengan sombong
" ya udah sana om , azani cucu cucu om " ucap billi
" anterin yuk bil" ucap papa rozi
" gak malu ,minta di temenin udah tua juga masa gak berani ke ruangan bayi sendiri" ledek sean pada papa rozi
" sean kurang ajar kamu ya , aku bukan gak berani , cuma gak tau aja tempat nya " ucap papa rozi kesal
__ADS_1
" sama aja om" ucap sean sambil tersenyum mengejek
" terserah kamu lah , ayo bil kita ke ruangan bayi nya" ucap papa rozi pada billi
" ayo om" ucap billi sambil ter senyum
" kamu tunggu di sini aja sean , tungguin aron sama anaya, jangan kemana mana" ucap papa rozi
" siapa juga yang mau ikut" ucap sean sambil tersenyum
" sean , awas kamu ya gak kan aku setujui hubungan kamu sam siti , aku akan membawa siti ke Amerika " ucap papa rozi mengancam
" ya jangan dong om , iya deh aku minta maaf , gak akan ngeledekin om lagi" ucap sean
" udah telat , ayo bil kita pergi dari sini" ucap papa rozi
" ayo om, rasain lo" ucap billi sambil tersenyum mengejek ke arah sean
billi dan papa rozi pun menuju ke ruangan bayi , di sana sudah ada via , bastian , ibu sumarni dan ibu lastri
Papa rozi menghenikan langkah nya di depan pintu saat melihat ibu sumarni yang ada di ruangn bayi,
' sumarni' batin papa rozi
" ada apa om kenapa behenti di sini , ayo kata nya mau ngadzani mereka" ucap billi yang heran kenapa papa rozi berhenti di depan pintu masuk
Sontak suara billi membuat semua orang yang ada di ruangan bayi itu menoleh ke arah pintu
" rozi , sini masuk kamu mau mengazani cucu cucu kamu kan " ucap lastri saat melihat papa rozi
" ayo om , apa jangan jangan om sama kaya aku ya" bisik billi pada papa rozi
Papa rozi langsung melotot ke arah billi , lalau iya langsung masuk ke dalam ruangan bayi itu
" assalamualaikum" ucap papa rozi
" walaikumsalam " jawab semua orang yang ada di sana
Papa rozi terus memandangi ibu sumarni ia masih tidak yakin dengan apa yang ia lihat
" hem , nanti aja ngeliatin nya , itu cucu nya di azani dulu" ucap ibu lastri pada papa rozi , ucapan ibu lastri membuat papa rozi jadi salah tingkah
Ibu sumarni hanya tersenyum melihat papa rozi salah tingkah dengan ucapan ibu lastri
__ADS_1