Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
33


__ADS_3

dari kejauhan siti tengah melihat anaya dan aron berpelukan


" semoga kamu dan tuan aron bisa seperti ini terus sampai maut memisahkan kalian" ucap siti bahagia melihat anaya dan aron


tak jauh dari siti ada juga yang mengambil foto saat aron dan anaya berpelukan


"nay sebenernya ada lagi yang ingin aku omongin sama kamu " ucap aron


" mau ngomong apa mas" ucap anya


" kamu tau kan kalau aku tu seorang mafia dan aku juga banyak musuh yang mengincar nyawa ku" ucap aron


anaya hanya mengangguk kan kepala nya


"aku gak mau kamu jadi titik kelemahan untuk ku , jadi aku berencana ingin mengajari mu bela diri kamu mau kan" ucap aron


" sebenernya aku bisa sedikit beladiri mas dulu aku pernah ikut karate di desa ku saat ibu belum sakit" ucap anaya


" benerkah" tanya aron seolah olah tak percaya


" iya tapi aku cuma bisa dasar dasar nya aja mas" ucap anaya


" boleh aku mengetes mu" ucap aron


" boleh" ucap anaya


" ayo ikut aku ke ruangan latihan" ucap aron mengajak anaya


anaya pun mengiringi aron dari belakang


aron yang merasa anaya berjalan di belakang nya pun menghentikan langkah nya lalu iya menggenggam tangan anaya sehingga anaya bisa berjalan di samping nya


setelah sampai ruangan berlatih mereka pun masuk kedalam ruangan itu


" kamu ganti baju dulu di ruangan itu ada baju karate pilih lah yang cocok dan nyaman untuk mu" ucap aron


" baik lah mas, mas gak ganti baju" ucap anaya


" nanti setelah kamu aku baru ganti" ucap aron


anaya hanya mengangguk kan kepala nya dan lalu pergi menuju tuang ganti


setelah berganti baju anya menghampiri aron


" sudah mas sekarang giliran mas" ucap anaya


" baik lah kamu tunggu sebentar ya" ucap aron yang langsung menuju ruang ganti setelah berganti baju aron pun keluar dan menghampiri anaya

__ADS_1


" kamu udah siap" ucap aron


" udah mas" ucap anaya


" sekarang kamu coba serang aku sesuka mu , kamu jangan ragu ragu keluarkan seluruh jurus mu" ucap aron


" baik lah mas "ucap anaya


anya pun mulai menyerang aron di bagian depan dan dapat di tangkis oleh aron lalu anaya menyerang lagi dari bagian samping aron masih bisa menangkis nya


anaya mengeluarkan seluruh tenaganya untuk melawan aron namun semuanya bisa di tangkis oleh aron


anaya mulai kelelahan tapi dia tidak menyerah iya melawan aron lah di bagian lengan kiri aron dan aron tak bisa menangkis nya


sehingga tendangan dari anaya mengenai lengan kiri arin dan luka aron yang kemarin belum sepenuh nya sembuh kembali mengeluarkan darah


" aa" ucap aron dengan lirih saat anaya menendang luka nya


" ya Allah mas tangan mu berdarah" ucap anaya yang langsung menghampiri aron


" ma'fin aku ya mas aku gak tau kalau mas ada luka di lengan mu" ucap anaya merasa bersalah


" gak papa kok ini luka kecil kamu gak usah merasa besalah ,oh ya gerakan kamu cepet juga ya sampek aku kena tendang oleh mu" ucap aron tersenyum


" udah ah nanti aja bahas latihan nya ayo aku obatin dulu lengan mas" ucap anaya


" mas tunggu di sini dulu ya aku mau ambil obat sama komperesan dulu" ucap anaya


aron hanya mengangguk kan kepalanya


anaya pun keluar dari kamar iya menuju ke dapur untuk mengambil air hangat untuk mengompres luka aron


" lagi apa nay " ucap siti yang melihat anaya di dapur


" mau ngambil ari anget buat ngomperes luka mas aron yang kembali berdarah saat aku tendang tadi" ucap anya yang masih sibuk menyiapkan komperesan nya


" kami nendang tuan aron kenapa" tanya siti penasaran


" dia mau ngetes kemampuan aku di bidang karate aku gak tau kalau dia ada luka di lengan nya " ucap anaya


" jadi kamu bisa karate naya" ucap siti


" bisa dikit udah ya aku mau ngobatin mas aron dulu" ucap anaya


" ya udah sana di obatin yang bener biar cepet dapet momongan" ucap siti menggoda anaya


" apa sih kamu gak nyambung banget udah ah aku ke kamar dulu" ucap anya yang langsung meninggalkan siti di dapur

__ADS_1


setelah sampai di kamar anya segera masuk ke kamar


" mas buka baju nya " ucap anya yang sambil meletak kan komperesan di atas meja


" yang bener nay" ucap aron yang sudah berfikir kemana mana


" iya mas kalau gak di buka baju nya bagai mana aku bisa mengobati nya" ucap anaya


' oh gue kira dia mau ngajak gue duluan ternyata dia cuma mau ngobatin gue' ucap aron dalam hati


" kok ngelamun sih cepetan di buka baju nya mas itu darah nya semakin banyak" ucap anaya


" ah iya " ucap aron


aron pun membuka baju nya dan terlihat otot otot kekar aron dan roti sobek nya aron


anaya yang baru pertama kali melihat laki laki lain selain ayah nya telanjang dada dia memalingkan wajah nya karena malu


aron melihat tingkah anaya pun tersenyum jahil


" ayo nay kata nya mau ngobatin aku" ucap aron dengan tersenyum


" iiya ini mau di obatin " ucap naya masih memalingkan wajah nya


" gimana mau ngobatin nya nay kalau kamu menghadap kesana" ucap aron sambil menahan tawanya


anaya pun dengan terpaksa melihat ke arah aron dan mengobati luka aron dengan pipi yang memerah


" nay pipi kamu kenapa merah" tanya aron sambil tersenyum


" ah gak kok mas " ucap anaya yang masih fokos mengobati luka aron


" beneran lo nay muka kamu merah seperti kepiting rebus " ucap aron sambil menahan tawanya


" udah lah mas gak usah di bahas masalah itu aku mau ngobatin luka kamu dulu" ucap anya menahan malu nya


" kamu pasti malu ya nay melihat aku gak pakek baju gini" ucap aron


' kalau udah tau kenapa di tanya sih mas aron' ucap anaya dalam hati


" gak usah malu nay aku kan suami kamu udah halal kok kalau mau liat nya , liat yang lain juga udah halal kok" ucap aron menggoda anaya


" ini udah selesai mas anaya mau ke dapur dulu mau mengembalikan komperesan ini" ucap anya yang langsung pergi meninggalkan aron di kamar


aron tertawa geli melihat anaya malu seperti itu


" ternyata seru juga menggoda anaya, nay nay kamu kok ngemesin sih lama lama" ucap aron sambil tersenyum membayangkan muka malu anaya tadi

__ADS_1


" lain kali aku mau ngerjain dia lagi ah biar aku bisa melihat muka menggemaskan anaya lagi hehehe" ucap aron


__ADS_2