Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
105


__ADS_3

Setelah sarapan anaya langsung menuju ke ruang kerja mertua nya


Tok... tok....


" masuk" ucap papa rozi


Anaya pun memasuki ruangan kerja mertua nya , ternyata di sana sudah ada ibu sumarni, suami nya dan anak anak nya


" nak sekarang anaya sudah datang , apa yang ingin kalian katakan" tanya papa rozi


" begini pa , apa papa dan ibu akan selama nya seperti ini , apa kalian tidak kepikiran untuk menikah , maaf ya pa , bu usia kalian tidak lah muda lagi, masa kalian masih mau hidup seperti ini terus" ucap anya


" iya pa bu , kalau kalian ingin menikah segera lah , aku juga pengen liat papa dan ibu bahagia" ucap aron


Papa rozi dan ibu sumarni terdiam mereka bingung mau bicara apa


" kalau kalian tidak mau menikah mendingan ibu tinggal sama bastian lagi aja di rumah bastian , gak baik kalau kalian tinggal satu rumah " ucap anaya dengan tegas


" aku setuju sama anaya , kalau kalian masih mau seperti ini , mendingan kalian pisah aja , bila perlu nanti aku bilang sama bastian agar ibu di bawa ke jepang sana" ucap aron


" eh jangan , tolong jangan pisah kan kami lagi , kami baru saja di pertemukan setelah sekian lama , masa harus di pisah kan lagi" ucap papa rozi yang menolak keras kalau harus di pisahkan lagi dengan ibu sumarni


" iya ibu juga gak mau di pisah kan lagi , sudah cukup lama kami di pisah kan " ucap ibu sumarni


" kalau kalian tidak mau menikah , maka mau tidak mau kalian harus pisah" ucap anya menegaskan


"jangan nay, kalau papa sih mau banget kalau di suruh nikahin ibu kamu nay , tapi papa gak tau dengan ibu kamu" ucap papa rozi


" kalau ibu juga mau , cuma papa kamu tu yang gak pernah ngajak ibu buat nikah" ucap ibu sumarni


" bukan nya aku gak mau ngajak kamu nikah, tapi kamu nyuruh aku buat belajar ngaji dan sholat terlebih dahulu" ucap papa rozi


" tapi kan kamu sekarang sudah bisa sholat dan ya meskipun ngaji nya masih butuh proses" ucap ibu sumarni


" jadi beneran ni kalian mau menikah , kalau kalian mau kalian akan menikah alam waktu dekat , paling lama bulan depan , jadi sekarang kalian tentukan lah tanggal nya " ucap aron


" bener mas aku setuju , oh ya mas ada yang ingin aku sampai kan juga , siti tadi bilang sama aku kalau dia sama sean bersedia menikah dalam waktu dekat ini " ucap anya


" ya udah kita barengi aja sama papa dan ibu , gak papa kan pa" ucap aron

__ADS_1


" ya kalau papa sih gak masalah , kami kan sudah tua, kalau yang muda itu mau apa gak" ucap papa rozi


"kalau ibu bagai mana" tanya anaya pada ibu sumarni


" ya kalau ibu sih gak masalah " ucap ibu sumarni


" baik lah nanti setelah sean pulang kerja aku akan bicara kan lah ini pada nya" ucap aron


" ya udah sekarang kita tigal mempersiapkan segala keperluan untuk acara nya" ucap anya


" tapi kan tanggal nya belum di tentukan sayang" ucap aron


" kan kita cuma ciri gaun sama liat liat dekor aja mas" ucap anaya


" ya udah terserah kalian aja , oh ya pa bu kalau kalian sudah menentukan tanggal nya beri tahu kami" ucap aron


" bisa gak kalau mau di barengkan dengan sean dan siti , biar mereka aja yang memilih tanggal yang bagus , kami ikut aja" ucap papa rozi


" bagai mana dengan ibu , apa ibu keberatan " tanya aron


" ibu gak keberatan kok , kami tidak mau pusing dengan hal itu" ucap ibu sumarni


" ayo ini sykil juga udah ngantuk " ucap anya


" pa , bu kita balik ke kamar dulu ya" ucap aron


" iya " ucap papa rozi dah ibu sumarni bersamaan


Aron dan anaya meninggal kan ruangan kerja papa rozi dan ibu sumarni sambil menggendong anak anak mereka


Setelah sampai di kamar anya dan aron pun merebah kan anak anak mereka ke dalam boks bayi


" mas jam berapa kamu mau kerja" tanya anaya


" aku mau kerja sekarang aja deh sayang , kamu tolong siapin keperluan aku untuk ke kantor ya" ucap aron yang langsung masuk ke kamar mandi


" baik lah " ucap anaya yang langsung menyiapkan segala keperluan aron pergi kekantor


setelah ron selesai mandi ia keluar hanya mengunakan sanduk yang melilit di pinggang nya

__ADS_1


" kenapa kamu ngeliatin aku sampek segitu nya" tanya aron sambil tersenyum


" kok badan kamu banyak merah merah gitu mas , kamu alergi ya" tanya anaya yang heran melihat dada aron merah merah semua


" masa kamu gak tau sayang" tanya aron dengan senyum jahil nya


" tau apa , aku gak tau kalau kamu alergi sesuatu" ucap anaya yang tidak mengerti


" ini tu hasil karya kamu semalem " ucap aron


" karya apa mas , aku gak bikin karya apa apa semalem" tanya naya yang masih belum mengerti


" baik lah aku akan memberi tau , bagai mana kamu membuat maha karya" ucap aron yang langsung mengendong anya menuju ke kasur nya


" Aaa" teriak anya kaget karena langsung di gendong oleh aron


" sssstttt , jangan kenceng kenceng nanti anak anak pada bangun" ucap aron memperingati anya


" abis nya kamu ngagetin aja , kenapa kamu malas menyuruh aku tiduran begini" ucap anya


" udah kamu diem aja , dan nikmat aja" ucap aron yang langsung menjalan kan aksi nya, mereka melakukan kegiatan suami istri seperti semalam , hingga sampai anaya kelelahan meladeni nafsu suami nya


Setelah menyelesaikan kegiatan mereka anya cemberut saja , ia merasa kesal dengan suami nya , yang semalem aja dia masih belum pulih , di tambah di pagi hari ini sampai siang


" udah gak usah cemberut gitu " ucap aron yang langsung memasuki kamar mandi untuk mandi yang ke dua kali nya , setelah selesai mandi ia menghampiri anya lagi yang masih cemberut


" kok masih cemberut aja sih , kurang ya sayang , kalau kurang aku tambahin ya" ucap aron sambil tersenyum jahil


" gak ya , awas aja kamu mengulangi nya , yang semalem aja pegel nya masih terasa , ini lagi ditambahin , jadi makin pegel semua badan aku" ucap anya dengan kesal


" itu kan pahala lo sayang , gak boleh menolak nya" ucap aron yang sambil mengenakan pakaian ke kantor nya


" iya aku tau pahala tapi kan liat waktu juga , semalem kamu kam sudah sepuas nya , seharusnya kan cukup , ini malah pagi nya lagi" ucap anya yang kesal


" iya deh aku minta maaf ya sayang , udah jangan cemberut lagi , aku pergi ke kantor dulu ya , aku udah telat soal nya" ucap aron


" ya udah sana berangkat" ucap anya


" senyum dong masa suami mau cari nafkah buat istri dan anak nya malah di cemberuti kaya gitu" ucap aron , anaya pun langsung tersenyum mendengar ucapan aron

__ADS_1


__ADS_2