Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
12


__ADS_3

Hari ini hari di mana aron dan anaya menikah , saat ini anaya sedang duduk di sebuah kamar sambil menunggu aron mengucap kan ijab kobul di depan penghulu


Terdengar semua orang mengatakan kata SAH saat setelah aron mengucapkan ijab kabul nya


" selamat ya nay kamu sekarang sudah menjadi istri sorang Aaron Ryen " ucap siti yang menemani anaya di dalam kamar


" ya makasih" ucap anaya yang meneteskan air mata


Iya sedih saat acara suci seperti ini sang ayah dan ibu nya tidak bisa hadi dalam acara pernikahan nya


" kamu kenap nangis nay"tanya siti yang melihat anaya menangis


" aku cuma sedih aja di hari pernikahan aku ayah dan ibu ku tak bisa menghadiri nya" ucap anaya


" kamu yang sabar ya , kamu hapus dulu air mata mu kita mau keluar ini " ucap siti


" baik lah " ucap anaya yang menghapus air matanya


merekapun keluar dari kamarnya anaya menuju tempat membelai wanita yang di sebelah aron


" silahkan membelai wanita salim kepada sang membelai peria , kalian sekarang sudah menjadi suami istri sah di mata hukum dan agama "ucap pak penghulu


Anaya pun menyalimi tangan aron


" membelai peria silahkan mencium kening sang istri nya" ucap pak penghulu


' reseh banget sih ni pak penghulu nya' ucap aron dalam hati


Aron pun mencium kening anaya


Deg...


' kenapa nih jantung gue kok tiba tiba berdetak kencang kaya gini sih' ucap aron dalam hati


aron segera menjauh kan dirinya dari anaya iya tak ingin bunyi detak jantungnya di dengar oleh anaya


" selamat ya nak sekarang kamu sudah menjadi seorang suami, jadi lah suami yang baik , bertanggung jawab dan selalu sayangi istri kamu" ucap sang papa pada aron


" iya pa" jawab aron singkat


" nay papa titip aron ya kamu bimbing dia kejalan yang benar kalau dia membangkang tak bisa di bilangin kamu kasih tau papanya" ucap papa rozi pada anaya


'papa apa apaan sih di kira aku anak kecil apa sampek harus di titipin segala' ucap aron dalam hati dengan kesal


" iya om " ucap anaya sambil tersenyum


" kok om sih papa dong kamu sekarang sudah menjadi anak ku juga" ucap papa rozi

__ADS_1


" ma'f pa belum terbiasa" ucap anaya


" harus di biasa in dong oh ya kalau aron menyakiti kamu kamu bilang sama papa ya jangan sungkan papa ini juga oang tua kamu sekarang" ucap papa rozi


" iya pa" ucap anaya


' dia gak akan berani ngadu sama papa kalau dia berani ngadu berarti dia siap kehilangan orang tuanya' ucap aron dalam hatinya


" nak jangan sia siakan anaya dia gadis baik tidak seperti ibu dan mantan kamu dulu " ucap sang papa pada aron


" iya pa" ucap aron


" papa temuin tamu dulu ya kalian duduk aja di sini sambil menyambut tamu yang datang" ucap sang papa


" iya pa" ucap anaya dan aron bersamaan


Papa rozi pun meninggalkan mereka berdua di atas pelaminan tak lama datang lah billi dan sean


" wih penganten baru mukanya gembira banget " ucap bili meledek


" gak usah aneh aneh lo sana pergi " ucap aron


" wih dia gak mau kita ganggu " ucap billi pada sean


" kan pengen berduaan gak mau di ganggu lah" ucap sean


" mas gak boleh kaya gitu mereka kan cuma bercanda" ucap anaya mengingat kan sang suami


" lo diem aja gak usah ikut campur" ucap aron pada anaya


Anaya pun terdiam mendengar ucapan ron


" wih santai bro jangan marah kita cuma bercanda kok , kita ke sini cuma mau ngasih selamet sama lo dan naya" ucap bili


" iya kita juga mau menyampaikan kalau ada penyusup di acara lo , tapi lo tenang aja udah kita beresin kok" ucap sean


" iya udah kita beresin tapi lo harus hati hati kemungkinan penyusupnya gak cuma satu" ucap billi


" lo perketat penjagaan terutama bokap gue , gue gak mau sampai terjadi apa apa sama bokap gue" ucap aron


" lo tenang aja udah kita perketat penjagaan di tempat ini dan juga terutama bokap lo dan kalian berdua" ucap billi


" ok gue gak mau ada kekacauan di acara ini " ucap aron


" baik bos" ucap billi dan sean bersamaan


"kalau begitu lo harus waspada sama tamu tamu lo yang akan bersalaman sama lo dan naya" ucap billi

__ADS_1


" lo tenang aja gue dah ada persiapan kok" ucap aron sambil melihat ke arah dalam jas nya


" ok kalu gitu lo lindungi bini lo aja biar om rozi kita berdua yang jaga" ucap sean


" hem " ucap aron


" kalau gitu kita ke sana dulu ya ingat hati hati" ucap billi


" ya" ucap aron


Sean dan billi pun menunggalkan aron dan anaya di pelaminan mereka menuju tempat di mana papa rozi ber ada


' mereka abis bahas apa sih ' ucap naya dalam hati


" apapun yang terjadi lo jangan pernah jauh dari gue" ucap aron pada anaya


" emang nya mau terjadi apa sih " tanya anaya yang bingung


" gak usah banyak tanya lakuin apa perintah gue jangan nyusahin gue ,nih kalau ada apa apa lo lindungi diri lo sendiri" ucap aron sambil memberikan sebuah pistol kecil ke anaya


" ini apa " tanya anaya sambil mengambil pistol yang di berikan aron


" pistol lo pegang aja inget jangan jauh jauh dari gue gunakan senjata itu saat kepepet " ucap aron


" iya " ucap naya yang lengsung menyembunyikan pistol dari aron dalam lengan baju nya


Semua tamu mengucapkan selamat kepada aron dan anaya, aron mengamati setiap gerak gerik para tamu yang ingin memberikan selamat pada nya


" hati hati dengan peria kepala pelontas itu dia memegang senjata" bisik aron pada anaya, anaya hany mengangguk kan kepala badan nya sudah gemetar kerena ketakutan


Tak lama peria berkepala pelontas itu mendekat dan langsung menembak ke arah anaya


Dor....


Aron telah membaca pergerakan peria itu iya langsung menarik anaya ke belakang tubuh nya sehingga anaya tak kena tembakan


Aron langsung mengambil pistol di dalan jas nya dan menembak kan kepada peria tadi


Dor... Dor...


Tembakan aron meleset peria itu langsung menghindar


semua tamu tiarap takut akan bunyi tembakan di dalam gedung itu


Aron terus mengandeng anaya agar anaya tetap bersama nya


" buka sepatu lo biar lo gak susah jalan dan gunakan senjata lo buat ngelawan mereka" ucap aron

__ADS_1


Anaya pun menurut perkataan aron iya membuka sepatu tinggi nya dan mengeluarkan pistol yang di berikan aron tadi


__ADS_2