
sudah satu minggu anaya dan aron di rawat di rumah sakit , sebenarnya aron sudah di perbolehkan pulang sejak beberapa hari yang lalu , namun ia belum mau pulang , ia ingin menunggu anaya
Anaya dan baby twins di perbolehkan pulang hai ini
" sayang , kok baby twins gak di bawa ke sini ya" tanya aron
" sabar mas mungkin sebentar lagi" ucap anaya
Tok... Tok....
" masuk" ucap anaya dari dalam ruangan
" permisi, tuan , nona, saya mengantarkan baby twins " ucap suster yang baru masuk ke ruangan aron sambil membawa boks bayi
" hay twins nya daddy" ucap aron yang langsung menghampiri anak nya dan mencium anak anak nya
" apa tuan dan nona belum di jemput oleh keluarga anda" tanya suster itu yang tidak melihat ada keluarga aron mau pun anaya
" belum sus , mungkin sebentar lagi " jawab anaya yang sudah menggendong anak nya
" baik lah kalau begitu saya permisi dulu ya tuan , nona , kalau ada apa bisa panggil saya dengan memencet tombol yang ada di sana" ucap suster itu sambil menunjuk sebuah tombol
" baik sus , terimakasih" ucap anaya
" sama sama nona, mari saya permisi dulu , dada twins" ucap suster itu yang langsung meninggalkan ruangan rawat anaya dan aron
" sayang , sini deh" panggil aron pada anya , anaya pun menghampiri aron
" ada apa mas" tanya anaya
" dudu sini " ucap aron sambil menepuk sofa yang ada di sebelah nya dan tangan sebelah nya menggendong anak nya
" ada apa" tanya anaya lagi yang sudah duduk di sebelah aron
" liat deh anak anak kita sayang, mereka sangat menggemaskan bukan" ucap aron sambil melihat kedua anak nye secara bergantian
" iya mas , mereka sangat menggemaskan sekali " ucap anya
" sayang , ada yang ingin aku bicarakan sama kamu " ucap aron serius
__ADS_1
"mau bicara apa mas" tanya anaya yang penasaran
" kamu tau kan aku ini seorang mafia , dan aku banyak sekali musuh yang mengincar nyawa ku dan juga kalian , aku ingin kamu selalu waspada , dalam menjaga anak anak kita , dan selalu mengawasi mereka , kalau aku sedang tidak ada di dekat kalian" ucap aron pada anaya
" ya mas aku tau , kenapa kamu gak berhenti aja jadi mafia mas" ucap anaya
" meskipun aku berhenti jadi mafia , tetap saja musuh musuh ku akan mengejar aku dan mengincar nyawa ku sayang, jalan satu satu nya adalah aku harus menerus kan mafia ini , namun aku merubah kebiasaan nya saja" ucap aron
" kebiasaan seperti apa yang ingin kamu ubah mas" tanya anaya makin penasaran
" kebiasaan buruk nya , akan ku ubah menjadi hal hal positif sayang, misal nya menerima jasa pembunuh bayaran di gantikan ,dengan jasa pengawalan saja dan masih banyak lagi lah" ucap aron membuka rahasia tenteng kelompok mafia nya kepada anaya
" jadi selama ini kamu membuka jasa pembunuh bayaran" tanya anaya yang ter kejut dengan ucapan suami nya
" iya sayang, tapi itu dulu ya , sekarang aku mau merubah nya " ucap aron membela diri, anaya menarik nafas nya dalam dalam dan menghembus kan nya dengan kasar
" terus kegiatan apa lagi yang ingin kamu ubah" tanya anaya
" menjual senjata ilegal , akan aku buat jadi resmi , dan aku akan memberhentikan penjualan narkoba dan sejenis nya" ucap aron dengan takut takut ,ia takut anaya akan merah padanya
" astagfirullah , terus ada lagi" ucap anaya yang tak menyangka dengan kegiatan suami nya
" kalau , masalah penyerangan ke kelompok lain" tanya anaya , sebab ia pernah mendengar kalau suami nya suka menyerang kelompok mafia lain nya
" kalau itu kan mereka duluan yang mencari gara gara dengan ku sayang" ucap aron membela diri nya
" mulai sekarang tidak ada lagi penyerangan ke kelompok mafia lain , kalau kamu masih mau mejalankan mafia mu" ucap anya dengan tegas
" kalau mereka mencari masalah dengan kami masa kami diam saja sayang" ucap aron
" mas , dengar kan aku, kalau kamu menyerang kelompok mafia yang lain nya ,pasti nanti akan ada dendam dengan keluarga nya tau orang terdekat nya, contoh nya saja, kemarin saat aku di culik , itu motif nya balas dendem kan , apa kamu mau terus terusan hidup seperti ini , hidup dalam dendam orang lain" ucap anya, aron hanya menunduk kan kepala nya dendengar ocehan anya
" apa kamu mau aku dan anak anak mu ini menjadi korban penculikan lagi" tanya anaya saat melihat suami nya hanu\ya menunduk kan kepala ny saja
" ya gak lah sayang" jawab aron dengan cepat
" mangkanya mulai sekarang , jangan mengusik orang lagi ,dan hindari hal hal yang berbau negatif , mengerti kan maksud ku " ucap anaya
" iya sayang aku mengerti" ucap aron
__ADS_1
" bagus , mulai sekarang jadi lah contoh yang baik untuk anak anak kita ya mas " ucap anaya
" iya sayang , aku akan berusaha sekuat tenaga ku untuk menjadi contoh yang baik untuk anak anak kita dan aku akan selalu menjadi peindung untuk mu dan anak anak kita" ucap aron sambil memeluk anaya dengan tangan sebelah
tiba toba pintu di buka oleh billi dan sean
" duh , romantis nya , mau plang gak ni" tanya billi yang baru masuk ke ruangan aron dan anaya
" loh yang lain nya mana , kok cuma kalian berdua yang menjemput kami" tanya aron yang melihat cuma sean dan billi saja yang datang
" kata nya mereka males ikut , jadi mereka pada nunggu di rumah aja" jawab sean
" sudah lah mas , gak papa , mereka pasti capek nungguin kita terus di rumah sakit ini" ucap anya memberi pengertian kepad seami nya
" ya udah deh , ayo sayang kita pulang, kalian berdua bawa brang barang itu" ucap aron yang menunjuk barang barang yang sudah di susun rapi di atas kasur
" iya mas" ucap anya
" sayang kamu kuat menggendong syakil sampai ke mobil, kalau kamu gak kuat , biar aku aja yang menggendong mereka berdua" ucap aron
" aku kuat kok mas" ucap anya
" sini sayang biar aku yang meng gendong mereka berdua , kamu jalan aja di samping aku , aku gak mau kamu kenapa napa" ucap aron yang menghawatir kan istri nya
" aku gak papa mas , aku kuat kok" ucap anaya merasa kuat
" sayang , aku gak menerima bantahan ya " ucap aron dengan tegas
" iya mas" ucap anay yang mengalah , ia memberikan syakil ke aron , jad aron menggendong kedua anak nya
" sean , ambilin kursi roda , kamu dorong anaya sampai ke mobil" ucap aron pada sea
" siap ucap sean yang langsung mengambil korsi roda untuk anya
" gak usah mas a, aku masih kuat jjalan sampek mobil kok" ucap anya menolak
" sayang" panggil aron yang tak mau di bantah oleh istri nya
"baik lah" ucap anaya yang tidak mau berdebat dengan suami nya
__ADS_1