Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
107


__ADS_3

" ada di luar pager" ucap anaya memberi tahu


" tapikan itu punya orang sayang ,nanti di marah kalau kita mengambil nya" ucap aron


" ya mangkanya minta dulu baru ngambil nya , biar gak kena marah" ucap anaya santai


" tapi aku gak tau itu punya siapa sayang" ucap aron


" bilang aja kalau kamu gak mau nuruti keinginan aku " ucap anaya yang langsung menutup seluruh tubuh nya dengan selimut


" hhhhuuufff , ya udah aku akan meminta daun singkong nya , tapi kamu jangan ngambek lagi ya sayang" ucap aron membujuk anaya


" beneran " tanya anaya memastikan , ia membuka selimut di bagian kepalanya


" iya sayang tapi kamu jangan ngambek lagi ya" ucap aron


" siapa yang ngambek aku gak ngambek kok , aku cuma kesel aja sama kamu" ucap anya


' terserah kamu lah sayang , kamu memang selalu bener ' batin aron


" ya udah , ayo temani aku untuk meminta daun singkong nya" ajak aron


" gak ah ,aku tunggu di dapur aja, sana kamu pargi sendiri " ucap anaya yang langsung beranjak dari tempat tidur dan langsung meninggalkan aron di kamar


"huff , anaya kenapa sih , kok sikap nya jadi kaya anak kecil gini sih" ucap aron yang heran dengan anaya, aron langsung keluar dari kamar untuk menyusul anaya


anaya menuju ke taman belakang , di sana ada billi dan via yang sedang menggendong twins


" twins nya mommy" panggil anaya pada anak anak nya


" tu mom kalian " ucap billi pada twins , twins tertawa melihat anaya yang menghampiri mereka


" kalian gak rewel kan sama uncle dan aunti " tanya anaya pada ana nya


" gak kok mbak , mereka sangat anteng dan ketawa terus dari tadi di ajak bermain" ucap via


" kalian itu udah cocok buat jadi orang tua " ucap anaya


" ya , nanti ada saat nya kami akan menjadi orang tau dari anak anak kami nanti , ya gak sayang" ucap billi


" iya , kami masih memperbaiki diri dulu mbak , dan mempersiapkan mental untuk nanti " ucap via


" jangan kelamaan , hal baik gak boleh terlalu lama di tunda" ucap anaya


" billi" panggil aron yang baru datang


" ada apa" ucap billi

__ADS_1


" temani aku ke belakang " ucap aron


" belakang mana , ini sudah di belakang bos" ucap billi


" masa ke belakang aja minta di temani " ucap anaya


" bukan gak berani sayang , cuma aku gak bisa bagai mana mengambil nya , aku takut nanti malah membunuh nya" ucap aron


" apa sih yang kalian bicarakan " tanya billi yang tidak mengerti


" iya , kalian mau bunuh siapa" tanya via yang ikut penasaran dan langsung melotot ke arah billi


" aku gak membunuh orang via , aku mengajak billi , buat minta daun singkong yang ada di belakang pagar itu" ucap aron yang menunjuk dinding pagar yang ada di belakang rumah


" daun singkong" ucap billi dan via bersamaan


" buat apa daun singkong bos" tanya billi


" buat di masak lah bil" ucap aron


" makanan udah banyak, buat apa nyari daun singkong" tanya billi


" buat aku lah bil , aku lagi kepengen makan daun singkong" ucap anaya yang sambil menggendong syakil


" buat kamu nay, apa jangan jangan kamu hamil lagi nay" ucap billi menebak


" gak lah ,orang aku tadi pagi halangan kok" ucap anaya


" aku kira kamu hamil nay , udah minta yang aneh aneh " ucap billi


" emang nya, harus hamil dulu ya ,kalau kepengen sesuatu" ucap anaya kesal


" ya gak juga sih , aku kan cuma nebak nebak aja nay , siapa tau aja kan twins dapet adik " ucap billi


" udah lah gak usah bahas aku hamil atau gak , sekarang aku mau daun singkong tumis masakan mas aron" ucap anaya yang gak bisa di bantah


" jadi yang masak si bos" tanya billi memastikan


' kok filing aku mbak anaya hamil lagi ya' batin via


" ya iya lah , masak kamu , kalau kamu udah di pastikan gak enak masakan nya" ucap anaya


" ya kan aku memang gak bisa masak nay" ucap billi


" udah sayang , kamu di sini aja ya sama via , aku sama billi meminta daun singkong nya dulu" ucap aron


" ya udah sana jangan lama lama" ucap anaya dengan ketus

__ADS_1


" ayo bil kita berangkat " ucap aron mengajak billi


" sayang aku ikut bos dulu ya ,kamu di sini aja sama anaya" ucap billi pada via


" iya mas" ucap via


" sayang sayang , halalin dulu baru sayang sayangan" ucap anaya dengan ketus


' kenapa dengan mbak anaya ,biasanya kalau denger aku sama mas billi sayang sayangan dia gak masalah tu ,kok dia sekarang protes ' batin via


" iya nanti secepat ya aku halalin via" ucap billi yang langsung pergi bersama aron menuju ke kebun tetangga di belakang pagar rumah nya


" vi , kamu tu jangan mau kalau di gombalin terus tapi gak ada ke pastian , kita itu cewek vi ,jual mahal sedikit " ucap anaya menasehati via


" iya mbak" ucap via


" bik sum" teriak anaya memanggil bik sum, bik sum yang mendengar panggilan anaya pun langsung menuju ke arah anaya


' kok mbak anaya makin aneh ya , dia biasanya kalau memanggil seseorang tu gak pernah teriak teriak kaya gitu,dia biasanya langsung menghampiri nya' batin via yang aneh dengan sikap anaya


" ada apa ibu , memanggil saya" ucap bik sum yang sudah sampai di hadapan anaya


" bersihkan kamar saya ya ,cepet gak pakek lama , nanti anak saya mau tidur soal nya" ucap anaya


'gak biasanya ibu kalau menyuruh seperti ini ,biasanya dengan nada lembut dan pasti ada mintak tolong nya ' batin bik sum yang juga merasa aneh dengan majikan nya itu


" ngapain kamu bengong di sini , sana bersihin kamar saya" ucap anaya kesal


" baik bu" ucap bi sum yang langsung menuju ke kamar anaya untuk membersihkan kamar anaya


via semakin di buat tercengang dengan sikap via yang berubah jadi kasar ini


" vi ,kenapa kamu bengong aja" tanya anaya


" ah, gak kok mbak " ucap via yang tersadar dari lamunan nya


" vi , menurut kamu dekorasi yang ada di ruang tamu bagus gak" tanya anaya pada via


"bagus kok mbak" ucap via yang takut kalau ia salah bicara dan membuat anaya marah


" iya dong itu kan aku yang mandori tukang dekor nya" ucap anaya dengan membanggakan diri sendiri


" benar kah mbak ,wah luar biasa sekali " ucap via


"iya dong , nanti saat kamu nikah sama billi biar aku aja yang mandiri dekorasi nya" ucap anaya


" iya mbak " ucap via mencari aman saja

__ADS_1


__ADS_2