
" silakan mas , azani lah mereka" ucap ibu sumarni pad papa rozi
" ah ,iiya" ucap papa rozi salah tingkah, ia langsung mengambil bayi perempuan untuk di azani , papa rozi pun mulai mengadzani cucu perempuan nya , ia terharu saat mengadzani cucu nya , sampai menetes air mata nya
" sehat sehat ya cucu cantik kakek " ucap papa rozi sambil mencium cucu perempuan nya, setelah mengadzani nya
" sekarang yang satu nya tuan" ucap suster, papa rozi langsung memberikan bayi perempuan itu ke suster , ia mengambil cucu nya yang satu nya
" hay boy , sehat sehat ya cucu kakek yang ganteng , kita doain mommy dan daddy kamu supaya cepat sehat dan bisa melihat kalian " ucap papa rozi pada bayi laki laki , ia meneteskan air mata nya lagi sambil mencium cucu nya, setelah itu ia juga mengadzani cucu laki laki nya, Semua orang yang ada di sana ikut sedih melihat nya
' beruntung nya kamu ron , meskipun kamu gak dapat kasih sayang dari mama , tapi papa kamu seperti nya sangat menyayangi kamu' batin bastian yang memperhatikan papa Rozi
" sus mereka sehat semua kan" tanya papa rozi
" alhamdulilah, mereka sehat semua tuan, berat badan mereka juga termasuk normal saat lahir , namun mereka belum bisa lepas dari ruang inkubator , terlalu lama tuan" ucap suster menjelas kan
" sus apa boleh mereka bertemu dengan mommy dan daddy nya" tanya papa rozi pada suster
" boleh tuan, tapi untuk sekarang tidak bisa , sebab mereka sudah agak terlalu lama dari inkubator nya" ucap suster
" baik lah , mungkin besok ya sus" ucap papa rozi
" iya tuan kemungkinan besok bisa" ucap suster itu
" baik lah kalau begitu terimakasih ya sus" ucap papa rozi pada suster
" sama sama tuan" ucap suster itu sambil meletak kan bayi bayi itu ke dalam inkubator lagi
" kami permisi dulu ya sus, sayang kakek keluar dulu ya , nanti kakek ke sini lagi " ucap papa rozi
Suster itu hanya mengangguk kan kepala nya, papa rozi keluar dari ruangan bayi dan di ikuti yang lain nya
" kita kumpul di ruangan aron saja ya" ucap papa rozi pada semuanya
mereka semua menuju ke ruangan aron dan anaya , sebab di ruangan aron sangat luas dan di sana di sediakan kursi dan perlengkapan lain nya
" assalamualaikum" ucap semuanya saat memasuki ruangan aron dan anaya
" wallaikumsalam " jawab sean sendiri
__ADS_1
Mereka semua duduk di sofa yang ada di ruangan itu
" bil ,vi bas , kita kekantin yuk , biarin para orang tua ngobrol di sini" ucap sean yang mengajak pergi
" orang tua , sembarangan kamu kami ini masih muda ya" ucap papa rozi tak terima di bilang tua
" gak nyadar , udah punya cucu masih aja gak mau di bilang tua" ledek sean
" sean kali ini aku beneran akan membawa siti ke Amerika" ucap papa rozi
" jangan dong om , jak kasihan apa sama aku , kalau siti om bawa" ucap sean
" sukur lo" ledek billi
' papa nya aron , sungguh luar biasa bisa menerima sean dan billi seperti anak nya sendiri,beliau tak pernah mebeda bedakan mana anak kandung dan anak angkat , kelihatan dari kke akraban nya kepada sean dan billi, semoga nanti dia mau menerima ku , di keluarga mereka 'batin bastian yang melihat keakraban papa rozi , sean dan billi
" om maaf ya jangan bawa siti ke amerika , aku mau melamar nya om" ucap sean memohon
" sudah sana keluar lah kalian , kami mau bicara" ucap papa rozi mengusir
Via , billi , sean , dan bastian pun keluar dari ruangan aron dan anaya ,meninggalkan ibu sumarni, papa rozi dan ibu lastri
" lastri bisa kamu jelaskan , kenapa di sini ada sumarni" tanya papa rozi
" jadi kamu , ibu anaya" tanya papa rozi
" iya mas, aku ibu nya anaya" ucap ibu sumarni
" apa bastian tidak menyakiti kamu marni" tanya papa rozi pada ibu sumarni
" gak mas , dia sangat baik pada ku ,sebenar nya dia anak yang baik , dia hanya kekurangan kasih sayang dari kedua orang tua nya saja,bukti nya dia ikut menolong Anaya dan aron " ucap ibu sumarni menjelaskan
" zi , aku juga melihat kalau bastian itu aak yang baik , jangan kamu musuhi dia ya zi, kasihan dia , dia di sini suah tidak memiliki siapa siapa lagi , jangan kamu benci dia karena dia hasil dari perselingkuhan mantan istri mu dulu" ucap ibu lastri kepada papa rozi
" aku tidak pernah membenci dia , dia tidak tau apa apa masalah ini , aku cuma takut dia berbuat jahat saja pada orang orang yang ada di sekitar ku" ucap papa rozi menghawatirkan
" aku bisa menjamin nya mas , kalau dia tidak akan melakukan hal yang bodoh lagi aku akan membimbing nya" ucap ibu sumarni
papa rozi langsung melihat ke arah ibu sumarni saat mendengar ucapan ibu sumarni tadi
__ADS_1
" apa kamu menyukai nya marni" tanya papa rozi penuh selidik
Ibu sumarni dan ibu lastri pun tertawa mendengar ucapan papa rozi
" kamu cemburu zi" ledek ibu lastri
" ya gak lah , kamu ini ada ada aja" ucap papa rozi mengelak
" beneran gak cemburu" tanya ibu lastri dengan senyum meledek
" udah lah gak usah bahas itu " ucap papa rozi
" aku sekarang ibu angkat nya bastian mas , aku mau mengarah kan anak ku ke jalan yang benar " ucap ibu sumarni
" jadi gimana zi , kamu mau juga kan menganggap bastian seperti anak mu , mau bagai mana pun dia adalah adik nya aron" ucap ibu lastri
" kalau aku sih senang senang aja , kalau dia mau jadi anak ku, aku juga tidak pernah membenci nya , maupun kedua orang tua nya " ucap papa rozi
" sukur lah kalau begitu , aku senang kalau Bastian punya banyak keluarga , biar dia merasakan hangat nya punya keluarga" ucap ibu sumarni
" ya kamu benar " ucap papa rozi
"Sebantar aku akan memanggil kan bastian ke sini , kasihan dia sedari tadi hanya diam memperhatikan tanpa berani untuk ikut bicara" ucap ibu lastri
" ya , suruh lah dia ke sini " ucap papa rozi
Ibu lastri pun beranjak dari duduk nya dan langsung keluar ruangan aron dan anaya , untuk mencari bastian
" marni" panggil papa rozi
" ya" jawab ibu sumarni
" alu minta maaf dulu aku tak menepati janji ku kepada mu " ucap papa rozi yang mengingat masa lalu nya
" gak papa mas , itu kan sudah berlalu " ucap ibu sumarni
" em , em aku sebenernya mau menepati janji ku yang dulu , tapi aku takut kamu gak mau " ucap papa Rozi dengan ragu ragu
" maksud nya mas" tanya ibu sumarni tak mengerti
__ADS_1
" aku mau menikahi mu , nanti setelah masalah ini selesai , apa kamu mau marni" ucap papa rozi
Ibu sumarni tersenyum malu sambil mengangguk kan kepala nya , jujur mereka masih sama suka dan masih sama sama memiliki cinta yang dulu belum pudar