Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
57


__ADS_3

Sean pun memasak di bantu oleh siti mereka masak menu yang mudah mudah saja


" mas ini tinggal ngasih garam sama penyedap aja ya siti mau lanjut kerjaan siti dulu yang masih banyak" ucap siti


" ok kalau cuma masukin garam sama penyedap aja mah aku bisa " ucap sean


" ini garam dan ini penyedap nya ingat mas ngasih garam sama penyedap nya jangan banyak banyak ya secukupnya aja dan jangan lupa d cicip dulu ya" ucap siti


" ok kamu tenang aja gak udah khawatir aku bisa kok" ucap sean


Siti pun meninggalkan sean sendiri di dapur


" ok sekarang kita masukin garam nya setengah sendok teh dan penyedap setengah sendok teh setelah itu aduk aduk dan saat nya mencicipi" ucap sean yang mengambil centong untuk mencicipi masakan nya


" seperti nya masih kurang asin sedikit" ucap sen yang menambah kan setengah sendok teh lagi garam


Namun sean mencicipi kuah yang ada di centong yang iya pengang


" kok masih kurang asin ya padahal sudah aku tambahin" bingung sean


" apa aku tambahin aja sedikit lagi ya " ucap sean yang menambah kan garam lagi setengah sendok teh kedalam panci


sean pun mencicipi lagi kuah nya namun yang di cicipi oleh sean kuah yang ada di centong nya lagi


" ini garam apa sih kok gak asin asin padahal udah aku tambahin masih aja gak sin asin" ucap sean yang kesal


" astaga pantesan aja gak asih asin gue nyicipin yang di centong aja yang di dalam panci gak gue cicip in , aduh gimana ini" ucap sean bingung


" aha gue tambahin aja gula banyak banyak biar gak asin" ucap sean yang menambah kan gula pasir ke masakan nya dengan beberapa sendok


" gimana udah mask apa belom gue udah kelaparan ni" tanya aron yang menghampiri sean di dapur


" ini udah mateng kok lo tunggu aja di meja makan gue wadahin dulu ke mangkok" ucap sean yang sedang mencari mangkok untuk mewadahi sop ayam yang iya buat tadi


aron pun menuju ke meja makan


" nih di makan gue jamin lo pasti suka" ucap sen yang langsung meletak kan semangkuk sop ayam buatan nya ke atas meja


aron pun menyicipi masakan sean


" kata nya lo gak bisa masak ini enak masakan lo" ucap aron yang langsung memakan masakan sean


" kalau enak makan lah " ucap sean

__ADS_1


" ambilin gue nasi" ucap aron


Sean pun langsung mengambilkan aron nasi yang cukup banyak


" ini abisin" ucap sean


Aron pun langsung memakan nasi itu dan sop buatan sean dengan lahap nya


" gue jadi penasaran sama sop buatan gue seenak apa sampek lo makan dengan lahap nya" ucap sean yang langsung menuju ke belakang mengambil sop untuk nya


Sean duduk di meja makan ber sama aron dan langsung mencicipi masakan nya


" bbbuuurrrr, huek rasanya gak karuan " ucap nya sendiri


' tapi kok bos makan dengan lahap banget ya padahal gue aja yang mencicip sedikit aja mau muntah sedang kan dia makan dengan lahap nya' batin sean yang melihat aron makan


" lo kenapa kalau lo gak suka sini buat gue aja" ucap aron yang langsung mengambil mangkuk sop milik sean


' semoga aja nanti saat gue mau punya anak gak aneh kaya di bos deh ihh' batin sen yang ngeri melihat aron makan


" akhir nya kenyang juga gue , masakan lo enak banget hampir sama sama masakan anaya meskipun masakan anaya yang paling enak di dunia ini" ucap aron setelah menghabis kan semua makan yang ada di hadapan nya


' enak dari mana gue aja mau muntah makan nya ' batin sean


Di tempat lain anaya dan rombongan nya baru sampai di rumah papa rozi



" ayo kitamasuk" ajak papa rozi


" ini rumah papa " tanya anaya tak percaya


" iya ini rumah papa sekarang kalian akan tinngal di sini " ucap papa rozi


" om tinggal di rumah sebesr ini sendirian " tanya via


" gak sendirian kok di sini ada satpam dan juga para ART " ucap papa rozi


" ya sama aja sendirian om kan mereka di sini buat kerja , om pasti kesepian di rumah yang sangat besar ini " ucap via


" ya sekarang kan udah gak kesepian lagi sudah ada kalian yang menemani om dan di akan bertambah cucu cucu om nanti " ucap papa rozi


" ya kan sekarang maksud aku tu dulu nya om" ucap via

__ADS_1


" via kamu ini cerewet banget sih " ucp ibu lastri pada via


" ii ibu aku kan cuma penasaran aja " ucap via


" gak papa lastri dia cuma pengen tau kehidupan aku aja , kita ngobrol nya di dalem aja yuk biar enak kalian pasti capek kan menempu perjalanan yang sangat melelah kan " ucap papa rozi


Mereka pun memasuki rumah papa rozi


Naya , via dan ibu lastri pun ter pukau melihat ke indahan rumah papa rozi


" bibik tolong bawa kan barang barang mereka ke kama tamu ya dan barang yang ini tolong bawa ke kamar aron ya " ucap papa rozi


" baik tuan" ucap ART itu yang langsung membawa barang barang anaya , via dan ibu lastri ke kamar mereka


" om ATR nya orang indo ya " tanya via


" iya om sengaja minta semua yang bekerja di rumah ini orang indobiar om gak kaku ngomong indo nya saat pulang ke indo nanti" ucap papa rozi


" oh gitu" ucap via


" pa barang baang anya tadi di bawa ke kaar mas aron " ucap anaya


" iya kekamar aron akan kamu istri nya" ucap papa rozi


" tapi pa nanti mas aron tau kalau aku di sini gimana" ucap anaya yang khawati


" suami kamu itu kalau gak papa paksa ke sini dia gak akan mau ke sini jadi kamu tenang saja ya " ucap papa rozi


Anaya pun bernafas lega


" zi kamu kan sekarang sudah duda kenapa kamu gak mencari kebaradaan sumarni siapa tau saja dia sekarang janda atau pun belum menikah " ucap ibu lastri


" simarni siapa kenapa nama nya sama seperti nama ibu ku" ucap anaya


" sumarni teman kami dulu dan rozi pernah pacaran sama dia dan terhalang restu sehingga dia pergi meninggalkan rozi" ucap bu lastri


" apa peremuan yang papa ceritain ke aku yang kata papa pernah menolong papa di desa dulu" ucap anaya


" iya itu orang yang sama dulu papa hanya mengarang cerita sama kamu yang sebenar nya kami bertemu itu saat papa pergi dari rumah dan lastri joko dan sumarni ini lah yang menolong papa dan mencarikan papa kerjaan" ucap papa rozi


" nay nama ibu mu sumarni" ucap ibu lastri


" iya bu dia ibu angkat aku , aku di temukan di tong sampah dan di rawat oleh ibu dan ayah ku" ucap anaya

__ADS_1


__ADS_2