
mereka sedang menunggu kedatangan ustad yang akan mengajari mereka mengaji dan sholat
" assalamualaikum" ucap salam seseorang yang baru datang
" wallaikumsalam" jawab mereka semua yang tengah duduk di ruang keluarga
" ustad , silahkan masuk " ucap sandi yang menyambut pak ustad yang baru datang
" terimakasih" ucap pak ustad itu yang langsung masuk ke dalam rumah
" bos , ini ustad danu yang ingin mengajar ngaji" ucap sandi memperkenal kan ustad danu
" silahkan duduk ustad" ucap aron mempersilahkan ustad itu dudu, ustad danu pun langsung duduk di sofa
" jadi siapa yang mau belajar ngaji" tanya ustad danu, aron , billi, sean , papa rozi dan bastian pun menunjuk tangan nya keatas
" baik lah , kalau begitu ,kita mulai dari belajar mengaji dulu saja , setelah belajar mengaji kita mulai hafalan bacaan untuk sholat ya" ucap ustad danu
" tapi ustad saya bukan seorang muslim, saya ingin masuk muslim dulu" ucap bastian
" alhamdulilah, kalau begitu mari ,saya tuntun kamu untuk menjadi muslim" ustad danu, bastian langsung mendekat ke arah ustad danu
" ikuti perkataan saya ya " ucap ustad dani seolah oleh bertanya siapa nama bastian
" bastian ustad" ucap bastian menyebut kan namanya
" baik lah bastian , ikuti ucapan saya ya" ucap ustad danu mengulangi nya, dan bastian hanya mengangguk kan kepala nya
" Asyhadu an laa ilaha illallah" ucap ustad danu membimbing bastian
" Asyhadu an laa ilaha illallah" ucap bastian mengikuti ustad danu
"Wa Asyhadu anna muhamadar Rasllah" ucap ustad danu
"Wa Asyhadu anna muhamadar Rasllah" ucap bastian
" aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah " ucap ustad danu
" aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah " ucap bastian
" dan aku bersaksi Nabi Muhamad utusan Allah" ucap ustad danu
" dan aku bersaksi Nabi muhamad utusan Allah" ucap bastian
" alhamdulilah sekarang kamu sudah menjadi seorang muslim" ucap ustad danu
" alhamdulilah" ucap semua orang yang ada di ruangan itu
" setelah ini lo harus sunat bas" ucap aron dengan senyum jahil nya
__ADS_1
" sunat , apa itu sunat" tanya bastian yang tidak mengerti
" sunat itu , burung kebanggaan mu itu di potong" ucap aron
"iya bas burung mu akan di potong , di gunting dan di jahit" ucap billi menimpali ucapan aron
" apa, di potong, di gunting , dan di jahit" ucap bastian sambil memegangi burung nya
" di potong cuma sedikit bas , masa gitu aja takut" ucap papa rozi
" papa , bayangin aja kejepit seleting celana aja sakit ya minta ampun , ini di potong, aku gak kebayang gimana sakit nya" ucap bastian
" gak papa bastian , nanti di kasih obat, biar gak sakit" ucap ustad danu
" udah lah bas gak usah lebay , anak kecil aja berani masa lo kalah sama anak kecil" ucap aron
"sudah , sudah nanti aja debat nya , ayo ustad kita mulai ngaji nya" ucap papa rozi
" ya udah , ayo kita mulai ngaji nya " ucap ustad danu yang menulis kan huruf hijaiyah di papan tulis berukuran kecil yang ia bawa tadi
" itu apa ustad" tanya sean
" sebentar ya nanti saya beritahu" ucap ustad danu yang masih menulis huruf hijaiyah
" baik lah mari ikuti saya ya, alif" ucap ustad danu
" ba" ucap ustad danu
" ba" ucap mereka
" ta" ucap ustad danu
" ta" ucap mereka
" ustad saya mau tanya " ucap aron
" silahkan apa yang mau di tanyakan" ucap ustad danu
" itu , kenapa titik nya ada yang di atas dan yang satu nya di bawah" tanya aron
" begini ya , ini yang titik nya ada di bawah , nama nya ba, di ibarat kan ini adalah sebuah perahu yang orang nya jatuh kebawah" ucap ustad danu
" tenggelam dong ustad orang ya kalau jatuh dari perahu" ucap bastian
" orang ya bisa berenang bas , mangkanya dia gak tenggelam " ucap aron
"ya kalau berenang terus kan jadi keram dan tenggelam lah" ucap bastian yang tak mau kalah
" ya dia kan pegangan di perahu bas , lo sih goblok banget jadi orang" ucap aron
__ADS_1
" sudah sudah kok malah pada debat orang tenggelam sih, lanjut ustad" ucap papa rozi, ustad danu hanya tersenyum mendengar perdebatan bastian dan aron
" baik lah saya lanjutkan ya, yang ini mana nya ta" ucap ustad danu di potong billi
" perahu yang penumpang ya di atas peruhu ya ustad" ucap billi memotong ucapan ustad danu
" sok ta lo, siapa tau nanti penumpang nya jatuh lagi , atau perahu nya kebalik" ucap sean
" kalau kalian debat terus masalah perahu dan penumpang nya kita ngaji gak kelar kelar ini" ucap papa rozi yang sudah kesal
" bisa kita lanjut kan " tanya ustad danu
" kali ini siapa yang berdebat dan bertanya yang aneh aneh lagi , kalian cari guru sendiri gak usah ngaji bareng ustad dani" ucap papa rozi , semuanya pada diam
" baik ustad silahkan di lanjut kan " ucap papa rozi yang nenyuruh ustad danu melanjut kan mengaji nya
Ustad danu pun melanjut kan mengajar ngaji nya , sekarang sudah tidak ad yang bertanya yang aneh aneh lagi, setelah selesai belajar ngaji ustad danu pun pamit pulang , mereka akan melanjut kan mengaji di esok hari
" seru juga ya mengaji dengan ustad danu" ucap bastian
" iya , gue sekarang gue udah tau nama nama huruf hijaiyah, ya meskipun belum hafal sih" ucap sean
" bas , kapan kamu akan sunat" tanya papa rozi
" pa , aku gak usah sunat ya" ucap bastian
" asal lo tau ya , umat islam yang laki laki itu wajib di sunat" ucap aron
" tapi aku takut , kak" ucap bastian
" hey , udah gue bilangin jangan panggil gue kaka , gue gak sudi punya dik kya lo" ucap aron
" terserah kamu lah , mau bagai mana pun aku tetap adik mu" ucap bastian
papa rozi hany menggeleng gelengkan kepalanya melihat kedua naka nya yang selalu berdebat
"udah, gak sah di debat kan lagi masalah itu, sekarang yang lagi kita bahas itu , kamu bastian , kapan mau sunat" ucap papa rozi mengulangi pertanyaan nya
" gak usah takut bas , gak sakit kok" ucap billi
" iya bas , lo gak usah takut" ucap sean
" iya bas lo gak usah takut , kan dokternya nanti cuma mtong burung lo, sesudah di potong habis , lo bakal di suntuk sama suntikan yang gede banget , yang rasanya sakitnya luar biasa , terus setelah itu burung lo di jahit sama benang yang besar juga , lo bisa bayangin bas gimana rasa sakit nya" ucap aron menakut nakuti bastian
muka bastian langsung pucat mendengar ucapan aron , ia langsung berlari menuju kamat nya yang ada di ruam aron
" aku gak mau sunat" teriak bastian sambil berlari menuju kamar nya
" hahahahaha" aron tertawa
__ADS_1