
Aron dan dan billi baru saja pulang dari kebun tetangga yanga ada di belakang pagar milik nya, sambil membawa daun singkong pesanan anaya
" sayang , ini daun singkong nya udah aku dapet kan" ucap aron yang menunjuk kan sekantong daun singkong
" terus ngapain , di bawa ke sini , masak sana" ucap anaya
' kok istri ku jadi kaya gini ya, ada apa dengan nya' batin aron yang merasa aneh dengan perubahan sikap anaya
" kok malah bengong , sana masak " ucap anya lagi
Semua orang yang ada di sana pada bengong melihat sikap anya yang berubah
" iya ini juga mau di masak , aku gak bisa cara masak nya , kamu ajarin aku ya" ucap aron dengan nada lembut
" gak , belajar sendiri , aku capek" ucap anya dengan ketus
Billi melirik ke aron seolah olah bertanya kenapa dengan anya, aron hanya mengangkat kedua bahunya
" aku gak mau masak nya, kalua kamu gak nemenin aku dan gak mau ngajarin aku" ucap aron
" hiks hiks , kamu tega ya mas sekarang sama aku , padahal aku cuma minta kamu buat masakin aku hiks hiks" ucap anya yang tiba-tiba menangis , hal itu membuat semua makin heran dengan sikap anya
" maafin aku ya sayang , iya aku akan masak buat kamu , tapi kamu ajarin aku ya" ucap aron yang langsung memeluk anaya yang masih menggendong syakil
" ya udah ayo , tapi aku cuma liat kamu aja ya" ucap anya dengan manja
" iya sayang , oh ya sayang syakil titip dulu sama billi ya , kasihan kalau syakil di ajak ke dapur" ucap aron
" ya udah , ni bil anak aku , di jagain yang bener , jangan sampek nangis , awas kamu kalau anak aku sampek nangis , aku potong burung kamu" ucap anya mengancam billi
Gelek ... Billi menelan saliva nya sendiri saat mendengar ancaman anaya
" iiya nay" ucap billi gagap , aron hanya tersenyum melihat billi ketakutan saat di ancam anaya
" ayo sayang kita ke dapur" ajak aron sambil merangkul pinggang anaya
" mas jangan pegang pegang aku , kamu bau"ucap anya yang melepas kan rangkulan aron , billi menahan tawa nya saat anaya bilang aron bau
" bau apa sayang , aku masih wangi gini kamu bilang bau" ucap aron yang mencium badan nya sendiri
" gak kamu bau banget" ucap anaya
__ADS_1
" sayang , kamu tadi pagi beneran lagi palang merah ya" tanya aron
" iya , tapi cuma pagi aja sekarang gak ada lagi " ucap anya
" kamu pernah gak sebelum nya seperti itu" tanya aron
" gak pernah sih , baru kali ini aja" ucap anya
" apa mungkin kamu hamil sayang , aku pernah baca artikel tanda tanda wanita hamil" ucap aron
"gak lah , aku gak hamil , lagian anak kita masih kecil kecil mas , kalau aku hamil lagi siapa yang akan mengurus mereka , kamu tau sendiri sean dan siti mau tinggal di rumah mereka nanti nya, via dan billi pun juga begitu nanti nya , gak mungkin kan kalau aku harus suruh ibu buat ikut jagain anak kita" ucap anya
" tapi sayang , aku gak pernah pakek pengaman saat berhubungan , kamu juga gak pakek KB" ucap aron, seketika naya terdiam , dan melihat aron dengan tatapan tajam
" kalau aku sampek hamil lagi , awas kamu mas , aku akan menghukum kamu" ucap anya kepada aron dengan tatapan yang sangat mengerikan
' dulu dia yang takut sama aku , kok sekarang aku yang takut sama dia, kenap dia sekarang jadi lebih kejam dari aku yang dulu' batin aron
" ngerti gak mas" ucap anya yang melihat aron hanya bengong saja
" iya aku ngerti sayang" ucap aron
Setalah sampai di dapur aron langsung mempersiapkan segala keperluan untuk memasak dan ia pun segera memasak nya , sedangkan anya hanya mengajari saja , setelah satu jam lama nya akhir nya aron selesai memasak
" mas coba kamu cicipi dulu masakan kamu , kalau enak baru aku mau memakan nya" ucap anya
' kayak nya dia ini sengaja pengen ngerjain aku deh' batin aron
" ayo dicicipin , kok malah bengong aja" ucap anya , aron pun mencicipi hasil masakan nya
" emm anak sayang , aku gak nyangka kalau aku bisa masak seenak ini" ucap aron yang mencicipi masakan nya yang enak menurut nya
" sini sekarang aku yang mencipi nya" ucap anaya yang memakan masakan aron sedikit
" gimana sayang, enak kan" tanya aron pada anya
" gak enak " ucap anya yang bangkit dari duduk nya , ia menuju ke reskuker untuk mengambil nasi
" masa sih gak enak , ya udah kalau dia gak mau biar aku sendiri aja yang memakan nya , ini baru pertama kali makan daun singkong dan aku sendiri yang masak " ucap aron sendiri
Anaya kembali lagi ke meja makan sambil membawa dua piring nasi
__ADS_1
" ini untuk apa sayang" tanya ron bingung anya membawa dua piring nasi
" tumisan daun singkong kurang enak kalau gak pakek nasi " ucap anaya yang langsung mengambil daun singkong nya dan memakan nya dengan nasi
" aku kira kamu tadi gak mau sayang" ucap aron
" emm ini baru enak " ucap anya sambil makan , aron yang melihat istri nya makan , ia pun mencoba nya dengan nasi
" iya sayang ini enak banget "ucap aron yang ikut makan
"enak ini apa spageti" tanya anaya , karena aron sangat menyukai spageti
" enak ini sayang , spageti mah lewat" ucap aron makan dengan lahap nya
" hy , kalian berdua sedang makan apa" tanya papa rozi yang menghampiri aron dan anya di meja makan
" makan masakan aku pa" ucap aron
" kamu bisa masak" tanya papa rozi
" bisa di ajarin , istri tercinta ku" ucap aron
" kamu masak apa itu ron" tanya papa rozi lagi
" tumis daun singkong pa , enak banget cicip deh pa" ucap aron
Karena penasaran papa rozi pun mencicipi tumisan daun singkong nya
" gimana pa " tanya anya
" emm enak nay , ini beneran aron yang masak" tanya papa rozi seolah olah tak percaya
" ya iya lah pa " ucap aron sombong
" dapet dari mana daun singkong nya" tanya papa rozi yang ikut makan di piring aron
" aku minta sama yang punya kebun di belakang pegar rumah" jawab aron
" sini ron ini buat papa aja , nanti kamu minta lagi daun singkong nya , terus kamu masak lagi kaya gini" ucap papa rozi yang merebut piring nasi yang ada tumisan daun singkong milik aron , dan membawa nya pergi dari meja makan
" pa , aron belum selesai makan , sayang minta dong" ucap aron
__ADS_1
" sini aku siapin aja ya" ucap anaya yang menyuapi aron dengan menggunakan tangan