Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
36


__ADS_3

anaya baru menyelesaikan shalat asar iya sedang melepas mukenah nya aron baru keluar dari kamar mandi sambil tersenyum melihat anaya


" kamu kenapa mas senyum senyum sendiri gitu" tanya anaya yang sedang membereskan alat shalat nya


" gak papa aku cuma lucu aja melihat hasil karya seni ku" ucap aron yang melihat ke arah leher anaya


" iii udah gak usah di bahas lagi masalah itu" ucap anaya dengan malu


" gak papa kan cuma kita berdua" ucap aron yang langsung memeluk anaya


" mas aku mau masak " ucap anya yang berusaha melepaskan diri dari pelukan aron


" gak usah masak kita makan di luar aja " ucap arin masih memeluk naya


" ya udah sana pakek baju dulu , aku mau ganti baju juga" ucap anaya


" kamu ada gak cadar" tanya aron


" ada sih mas buat apa " ucap anaya


" buat kamu aku gak mau kalau ada musuh aku yang mengenali wajah mu" ucap aron yang menghawatirkan keselamatan anaya


" baik lah nanti aku akan menggunakan cadar , udah sana pekek baju dulu" ucap anaya yang mendorong dada bidang aron


" iya aku pakek baju dulu " ucap aron yang langsung ke ruangan ganti pakaian


anaya bereskan tempat tidur yang berantakan dan mengganti seprei nya


" mau di bawa kemana seprei nya" tanya aron yang sudah rapi keluar dari ruang ganti



" mau aku cici lah mas" ucap anaya


" jangan di cuci ini mau aku jadi kan kenang kenangan kalau aku yang udah merenggut mahkota mu" ucap aron yang langsung mengambil seprai di tangan aron dan menyimpan nya di dalam lemari


" terserah kamu lah mas , aku mau ganti baju dulu" ucap anya yang berjalan ke ruangan ganti


Aron pun menunggu anaya berganti pakaian sambil menghubungi billi


" hallo bos" ucap billi dari sebrang telfon


" siapin beberapa anak buah buat ngawal gue sama anaya dari jarak jauh" ucap aron


" emang nya lo mau ke mana " tanya billi


" gak usah banyak tanya siapin aja " ucap aron yang langsung memutuskan sambungan telfon nya


" telfonan sama siapa mas" tanya anaya yang baru keluar dari ruangan ganti



" cantik " ucap aron yang melihat penampilan anaya


" ii aku nanya gak di jawab" ucap anaya


" aku telfon billi tadi" ucap aron


" kamu ngajak billi mas" tanya anaya

__ADS_1


" enggak tadi aku nyuru billi buat ngirim beberapa anak buah buat jaga kita dari jauh udah ah ayo kita berangkat" ucap aron menggandeng tangan anaya untuk keluar dari kamar


" kita mau makan di mana mas " tanya anaya


" ikut aku aja" ucap aron


mereka telah sampai di lantai dasar dia sana ad siti yang heran melihat penampilan anaya


" siti kita pergi dulu ya titip rumah" ucap anaya pada siti yang masih bengong


" kamu anaya" tanya siti


" iya kamu pikir aku siapa" ucap anaya


" aku kira tadi itu bukan kamu " ucap siti yang tak menyadari kalau ada aron di samping anaya


" ehem" ucap aron


" eh tuan ma'f tuan saya tidak tau kalau ada tuan di sini"ucap siti


" titip rumah aku sama anya mau makan di luar" ucap aron pada siti


" baik tuan " ucap siti


" mau kemana lo" tanya sean yang baru pulang dari kantor


" mau tau aja lo" ucap aron


" dih gue cuma nanya lo mau kemana , ini siapa" ucap sean yang menunjuk ke arah anya di samping aron


" istri gue" ucap aron


" beneran lo naya" tanya sean seolah olah tak percya


" kenapa lo pakek cadar " ucap sean


" biar musuh gue gak tau wajah anaya" ucap aron


" pinter juga lo" ucap sean yang menepuk pundak aron


" kita pergi sekarang ya " ucap aron pada anaya


Anaya hanya mengangguk kan kepalanya


" titip rumah selama gue pergi" ucap aron pada sean


" siap bos" ucap sean


" kita pergi dulu ya assalamualaikum" ucap anya


Aron langsung mengandeng tanan anaya


" walaikumsalam" ucap sean dan siti


" kayak nya bos aron udah dapet jatah deh sama anaya" ucap sean yang melihat kemesraan aron dan anaya


" dapet jatah apa mas" tanya siti yang masih di samping sean


"eh kamu masih di sini" tanya sean yang kaget kalau siti masih ada di samping nya

__ADS_1


" emang nya kenapa kalau siti masih di sini" ucap siti


" gak papa" ucap sean


" tadi kata mas tuan aron dapet jatah , jatah apa ya mas perasaan dari tadi siang tuan dan naya gak keluar kamar" ucap siti


" suatu saat nanti kamu akan tau" ucap sean yang meninggalkan siti


" apa sih maksud nya " ucap siti bingung


anaya dan aron menuju ke parkir an mobil


" kita pakek mobil ini aja ya" tanya aron



" terserah mas aja aku kan tinggal ikut" ucap anaya


" ayo masuk" ucap aron yang membukakan pintu untuk anaya


" terimakasih " ucap anaya yang langsung memasuki mobil aron


Aron langsung menutup pintu mobil nya lalu iya beralih ke samping untuk memasuki mobil nya


" udah siap sayang" tanya aron pada anaya


" siap mas" ucap anaya


Mobil pun melaju keluar dari halaman rumah aron menuju ke sebuah restoran


" ini kencan kita yang pertama ya" ucap aron sambil menggenggam tangan anaya


" iya mas , anaya juga baru pertama kali ini jalan sama cowok" ucap anaya


" benarkah" tanya aron tak percaya


" bener mas dulu sih sering orang mau ngajak aku buat makan bakso atau makan mi ayam namun aku tolak" ucap anaya


" kenapa kamu tolak" tanya aron lagi yang penasaran


" karena dia mau makan berdua aja sama aku ya aku gak mau lah mas kan bukan muhrim nya dan aku juga gak mau nanti jadi bahan gosipin di desa aku" ucap anaya


" oh gitu ya kok kamu mau aja saat aku ngajak kamu ke kota padahal kita belum jadi muhrim nya lo" ucap aron


" aku di paksa sama ayah kalau aku gak mau nurutin ucapan nya dia akan mengancam ingin membunuh ibu , aku tidak mau itu terjadi ibu sudah merawat ku seperti anak kandung nya sendiri dan sudah menganggap ku seperti anak kandungnya sendiri" ucap anaya


"jadi kamu bukan anak kandung bagas " tanya aron


" bukan mas aku di temukan oleh ibu di tempat sampah" ucap anaya sedih mengingat kalau dia tak di inginkan oleh orang tuanya


" benarkah" tanya aron tak percaya


" itu lah kenyataan nya mas waktu itu ibu dan ayah ku tinggal di pinggiran kota tak jauh dari pembuangan sampah ibu yang menemukan ku di tempat sampah , mereka pun sepakat untuk merawat ku dan memutuskan hidup di desa mereka juga tidak di karuniai anak " ucap anaya menceritakan yang pernah ibunya ceritakan dulu


" apa kamu mau mencari orang tua kandung mu" ucap aron


" tidak mas mereka tidak sudah membuang ku mereka juga tidak menginginkan ku" ucap anaya yang meneteskan air mata nya


" kamu jangan sedih aku akan selalu ada untuk mu jadi kamu tidak sendiri lagi sayang" ucap aron sambil mengelus kepala anaya

__ADS_1


" terimakasih mas" ucap anaya sambil tersenyum


' aku berjanji akan membahagiakan mu anaya malang' ucap aron dalam hati


__ADS_2