
Semua orang melihat ke arah anaya saat anaya mengatakan kalau anaya adalah ana angkat
" jadi kamu tidak tau siapa orang tua kamu nay" tanya ibu lastri
" tidak bu yang aku tahu adalah ibu sumarni ibu aku" ucap anaya
" malang sekali nasip mu nay" ucap ibu lastri yang kasihan kepada anaya
" apa ibu mbak naya masih hidup" tanya via
" ibu ku masih hidup aku sebenernya menikah dengan mas aron karena ibu ku " ucap anaya yang kecepelosan
" maksud kamu apa nay" tanya papa rozi penasaran
" eh gak kok pa aku asal bicara aja" ucap anaya yang panik
" kamu jangan takut nak papa akan melindungi kamu ayo ceritakan yang sebenar nya" ucap papa rozi
" sebenernya aku di berikan ke mas aron untuk melunasi hutang ayah ke mas aron karena ayah kalah berjudi dan aku juga meminta mas aron untuk membiyayai operasi ibu sampai ibu sembuh" ucap anaya
" pantas saja saat aron papa suruh dia menikah dia langsung menyanggupi nya ternyata ada kamu , terus bagaimana nasip ibu mu setelah kamu menikah dengan aron" ucap papa rozi
" aku belum pernah bertemu dengan ibu ku lagi setelah menikah dengan mas aron , aku pernah mendengar kabar dari teman ku kalau ibu ku sudah bisa berjalan kembali namun belum sepenuh nya pulih dia menyuruh ku untuk menemui nya tapi aku belum sempat menemuainya " ucap anaya sambil menangis mengingat ibu nya
Bu lastri langsung memeluk anaya dan mengelus kepala anaya yang di balut jilbab
" apa kamu mau bertemu dengan ibu mu" ucap papa rozi
" mau tapi aku takut ayah akan mengadukan kepada mas aron kalau aku di sini" ucap anaya
" tidak akan nanti papa akan menyuruh detektif untuk mencari informasi tentang ibu mu'" ucap papa rozi
" terimakasih pa" ucap anaya
" sama sama , sebaik nya kalian masuk lah ke kamar untuk istirahat kalian pasti lelah , oh ya nay besok akan ada orang yang meminta foto ibu mu kamu kasih saja ya tidak udah menunggu papa kemungkinan papa besok banyak kerjaan di kantor" ucap papa rozi
" baik pa " ucap anaya
" mbak anya yang sabar ya sekarang ada aku dan ibu yang jadi keluarga mbak" ucap via
" iya nay kamu jangan sungkan sama ibu anggep saja ibu ini ibu kandung kmu juga ya" ucap ibu lastri
" terimakasih " ucap anaya sambil memeluk ibu lastri dan via
__ADS_1
" ayo sekarang kita istirahat dulu " ajak ibu lastri
" ayo , oh ya om kamar aku dan ibu mana ya" tanya via
" wati" panggil papa rozi kepada ART nya
" ya tuan" ucap wati beru datang dari arah dapur
" tolong kamu antar kan mereka ke kamar , dan tunjuk kan kepada mantu saya kamar aron " ucap papa rozi
" baik tuan , mari saya tunjuk kan kamar nya" ucap wati
mereka pun mengikuti wati dari belakang menuju kamar mereka
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
di tempat lain aron tengah duduk melamun di balkon kamar nya sambil memeluk baju anaya
" sayang kamu di mana sih kenapa susah sekali menemukan mu sudah sebulan kamu pergi tapi aku tidak menemukan mu" ucap aron sambil mencium baju anaya
" ternyata lo di sini gue cariin kemana mana"ucap billi yang baru datang
" ada apa lo nyari gue," ucap aron
" anak buah kita mendapat kan informasi tentang anya " ucap billi
" kata anak buah kita anaya pernah tinggal di Bogor bersama seorang gadis dan ibunya yang janda , anaya dan gadis itu sempat berjualan selama dua minggu setelah itu mereka pergi meninggalkan rumah nya entak kemana bahkan warga di sana pun tidak tau kapan mereka pergi perkiraan warga mereka pergi di malam hari " ucap billi
" dengan siapa naya tinggal di sana" tanya aron
" dengan gadis yang bernama via dan ibu nya lastri yang membawa anaya ke desa itu adalah via" ucap billi
" apa kalian sudah mencari informasi tentang gadis yang membawa anaya ke desa itu" ucap aron penasaran sebab anaya di kota ini tidak mengenal siapa siapa kecuali sindi ada sandi
" gadis yang membawa anaya adalah seorang pelayan yang dulu ingin meracuni lo dan lo tolong waktu di restoran " ucap billi
" apa jangan jangan mereka tertangkap oleh bastian " ucap aron
" maksud lo cewek yang lo tolong itu tertangkap oleh bastian " ucap billi
" bisa jadi sebab bastian memang sedang mencari perempuan itu yang gagal bunuh gue" ucap aron
" terus kita harus bagai mana bos" tanya billi
__ADS_1
" lo suruh sean ke sini sekarang gue mau membongkar kecurangan bastian dan gue mau mengambil perusahaan nya , untuk memastikan kalau anaya ada pada nya atau tidak" ucap aron
" baik bos" ucap billi
"lo jangan lupa bilang sama billi suruh pakek baju warna pink ya " ucap aron
" baik bos " ucap billi sambil tersenyum
Billi langsung mengambil henfon nya langsung menghubungi sean
" hallo " ucap sean
" lo di mana " tanya billi sambil tersenyum membayang kan ekspresi sean saat di suruh memakai baju warna pink
" baru pulang kantor kenapa" tanya sean
" lo di suruh bos kesini pakek baju warna pink hahaha" ucap billi yang sudah tidak tahan menahan tawa nya
" whattt gue lagi yang kena kenapa gak lo aja sih" ucap sean yang kesal
" mana gue tau lo yang bos minta , udah cepetan sini tar bos marah lo lama kesini nya" ucap billi
" jatuh deh harga diri gue nanti saat bertemu siti" ucap sean yang langsung mematikan sambungan telfon nya
"hahaha" billi tak bisa lagi menahan tawanya mendengar ucapan sean tadi
" kenapa lo ketawa sampek segitu nya" tanya aron yang heran melihat billi tertawa tawa
" gue ketawa karena sean mau pakek baju warna pink dan dia bilang jatuh deh harga dirinya di depan siti nanti saat mereka ketemu" ucap billi masih tertawa
" siapa bilang cuma sean yang memakai baju warna pink lo juga harus memakai baju warna pink " ucap aron
Billi yang sedang menertawakan sean pun langsung berhenti
" gue juga bos" tanya billi memastikan ucapan aron
" iya nih udah gue cariin buat lo " ucap aron yang memberikan baju daster berwarna pink
" bos sean aja ya gue gak usah " ucap billi memohon
" gak ada lo sama sean harus memakai baju warna senada " ucap aron yang langsung melemparkan baju daster warna pink
" bos gue mohon banget sama lo bier sean aja ya yang mekek baju warna pink " ucap billi masih berusaha membujuk aron
__ADS_1
"gue bilang pakek baju itu sekarang atau lo gue kirim ke Afrika " ucap aron mengancam billi
" iya iya gue pakek baju ini ketimbang gue di kirim ke Afrika" ucap billi sambil kesal