Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
67


__ADS_3

Billi terus memandangi via di bawah sinar bulan


' cantik banget sih kamu vi, rasa nya pengen cepat cepat menghalal kan kamu' batin billi sambil terus memandangi wajah via


" kalau mas gimana bisa berteman dengan tuan aron" ucap via


Billi tak mendengar ucapan vie dia masih asik memandang wajah via


" mas , hallo" ucap via sambil melambaikan tangan nya di depan muka billi


" ah iya kamu tadi ngomong apa"tanya billi


" jadi dari tadi aku ngomong gak di dengerin sama mas" ucap via yang kesal


" di dengerin kok , kamu kesini itu karena anaya kan" ucap billi


" iya , terus mas bagaimana bisa berteman dengan tuan " tanya via


" aku dan sean sama seperti anaya kami seorang anak yang tidak di harap kan , aku di besar kan di panti asuhan di sana lah aku bertemu dengan sean , suatu ketika panti asuhan kami terbakar , ibu anti dan pengurus kami meninggal akibat kebakaran itu " ucap billi sedih mengingat masa masa itu


" terus temen teman mas yang lain" tanya via penasaran


" dari 200 anak di panti itu hanya aku dan sean yang selamat , kebetulan aku dan sean ketiduran di rumah pohon yang letak nya tak jauh dari panti " ucap billi


" ya Allah kasihan sekali nasip kalian" ucap via yang ikut menetes kan air mata mendengar cerita billi


" tak lama kejadian itu aku dan sean memutus kan untuk pergi dari panti sebab di sana tidak ada makanan, kami mencari makanan di tong sampah dan mengamen di lampu merah untuk mencari sesuap nasi, ada sekitar empat bulanan lah kami hidup di jalanan , pada saat itu sean sedang sakit aku bingung harus bagai mana jadi aku nekat mengendong sean dan rencana nya akan ku bawa kerumah sakit namun saat di jalan kami tertabrak mobil nya om rozi, kami dibawa ke rumah sakit oleh om rozi, terus om rozi menanyakan orang tua kami, dan aku menceritakan kalau kami tidak punya orang tun dan hanya tinggal di panti dan panti nya telah terbakar,dari sana lah om rozi ingin kami menemani aron yang tengah bersedih akibat di tinggalkan oleh ibu nya" ucap billi


" jadi tuan aron di tinggalkan oleh ibu nya , aku dan ibu ku kira istri om rozi itu meninggal" ucap via


" tidak ibu nya aron pergi dengan laki laki lain kalau sekarang ibu nya aron sudah meninggal" ucap billi


" oh jadi begitu ya aku gak meyangka ternyata kalian memiliki masalalu yang kelam " ucap via


" itu kan dulu kalau sekarang kan tidak" ucap billi sambil tersenyum


" ya kalau sekarang pasti udah bahagia bersama keluarga yang sangat baik seperti om rozi" ucap via


" tapi masih kurang kebahagian ku" ucap billi


" apa lagi yang kurang mas " tanya via

__ADS_1


" kurang istri dan anak " ucap billi sambil tersenyum


" hehehe iya juga ya , ya udah sana cari istri dulu terus nanti bisa punya anak" ucap via


" kamu mau gak jadi istri aku" ucap billi


Via terkejut mendengar ucapan billi


" mas sudah malam aku masuk ke kamar dulu ya takut di ariin sama ibu" ucap via yang lengsung meninggalkan billi sendirian


" apa aku terlalu cepatan ya mengatakan nya" ucap billi yang melihat via masuk ke dalam rumah


" tapi aku gak akan menyerah aku akan mengejar mu via " ucap billi yang ikut masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar nya


🌸🌸🌸🌸🌸


Jam suda menunjuk kan pukul tiga dini hari anaya terbangun dari tidur nya


Aiya melihat ke arah aron yang masih tertidur pulas di samping nya sambil memeluk nya


Anaya mengecup kening aron dan langsung benranjak dari kasur menuju ke kamar mandi untuk mengambl wudu


Azan subuh pun berkumandang anya segera membangun kan aron untuk sholat


" mas bangun kita sholat subuh yuk udah azan tu" ucap anaya membangun kan aron


" em apa sayang aku masih ngantuk nih" ucap aron


" udah azan subuh ayo kita sholat dulu" ucap anaya mengajak aron


" kamu duluan aja ya sayang aku nanti aja ini ngantuk banget" ucap aron yang hendak tidur lagi


" sholat gak boleh di tunda tunda mas, ayo bangun ita sholat" ucap anaya


" baik lah " ucap aron yang langsung bangun dari itudr nya dan memasuki kamar mandi untuk berwudu


Setelah berwudu mereka pun melaksanaka sholat suuh bersama aron masih mengikuti gerakan anay dari samping


Anaya sengaja mengeras kan bacaan nya agr aron bisa menirukan nya


setelah solat aron langsung berlari ke kamar mandi, aron mutah muta lagi

__ADS_1


" mas kamu kenapa" tanya anaya yang panik melihat aron mutah mutah


" aku gak papa sayang ini sudah jadi kebiasaan aku kalau pagi" ucap aron lemah


" ya Allah mas kasihan sekali kamu , sini aku bantu ke kamar ya " ucap anaya


" gak udah sayang kamu suru sean atau billi aja ke sini kamu gak akan kuat mengangkat aku" ucap aron yang sudah lemah dan kembali mutah muta


" masih mau muntah lagi" tanya anaya sambil memijit tekuk leher aron


" udah gak sayang kamu tolong paggilin billi atau sean ya buat angkat aku ke kasur" ucap aron


" baik lah mas tunggu di sini sebentar ya" ucap anaya yang langsung keluar dari kamar


anaya menuju kamar billi yang letak nya di samping kamar aron


Tok.... Tok...


" billi , tolongin mas aron" teriak anaya mengetok pintu kamar bili


Cekerek


" ada apa nay pagi pagi gini udah gedor ngedor pintu kamar gue" tanya billi


" tolong pindahin mas aron ,dia abis mutah mutah , badan nya lemes aku gak kuat mengangkat nya" ucap anaya


" dia masih muntah muntah lagi , gue kira setelah bertemu kamu dia gak akn muntah muntah lagi ya udah ayo gue kita jenguk aron" ucap billi


" ada apa nay" tanya papa rozi yang datang ke kamr aron setelah mendengar teriakan anaya


" mas aron pa dia mutah mutah dan badan nya lemes banget anaya gak kuat membantu mas aron pindah ke kasur , mangkanya aku minta bantuan billi" ucap anaya


" ya udah ayo kita bantu aron" ucap papa rozi yng khawatir


Mereka pun menuju ke kamar mandi billi dan papa rozi terkejut saat melihat aron memakai baju kokoh dan sarung


" cepat bantuin gue ke kasur bill, gue lemes banget" ucap aron yang membuyar kan lamunan papa rozi dan billi


Billi pun langsung memebantu aron menuju ke tempat tidur


Papa rozi dan billi juga melihat ada sajaah dua seperti habis melaksanakan sholat

__ADS_1


__ADS_2