
Setelah anaya melakukan shalat iya pun melihat lihat ruangan aron
" udah shalat nya" ucap aron yang baru masuk ruangan nya
" udah " ucap anya yang masih melihat lihat ruangan aron
" cari apa" tanya aron yang langsung duduk di kursi ke besaran nya
" gak cari apa apa aku cuma liat liat aja kok" ucap anya
" sayang sini deh" ucap arin menyuruh anya mendekat
Anaya pun menghampiri aron
" ada apa" tanya anaya
" kita nginep aja di sini ya aku males pulang" ucap aron yang langsung menarik anya duduk di pangkuan nya
" emang nya di sini ada kamar" tanya anaya
Aron menekan tombol yang ada di bawah meja nya dan otomatis lemari yang ber isi pajangan aron pun bergeser
" wah canggih banget " ucap anya yang berjalan menuju kamar aron
" ini apa isi nya mas" ucap anaya yang menunjuk ke sebuah pintu
" itu isi nya senjata sayang " ucap aron yang langsung memeluk anaya dari belakang
" kita tidur di sini emang nya ada baju ganti nya " ucap anya
" ada kok sebentar lagi juga Dateng baju kita" ucap aron yang masih memeluk anaya dari belakang dan tangan aron mulai nakal
" ih mas tangan nya di kondisikan ya" ucap anya yang menahan tangan aron
" kamu udah janji lo sayang " ucap aron
" janji apa " ucap anya yang pura pura lupa
" sini biar aku ingat kan sayang" ucap aron yang langsung menggendong anaya dan menidurkan anaya di kasur
" apa sudah ingat" ucap aron yang sudah di atas tubuh anaya
" iii kamu curang " ucap anaya
" curang apa nya aku cuma mengingat kan kalau kamu lupa sama janji kamu sayang" ucap aron sambil membelai wajah anaya
" boleh ya aku udah gak tahan sayang" ucap aron
anaya hanya mengangguk-angguk kepalanya tanda mengizinkan aron meminta hak nya
mereka pun melakukan hubungan suami istri lagi dengan mencoba ber bagai gaya
Billi yang hendak mengantarkan baju aron dan anya iya mendengar suara ******* dari dalam ruangan aron karena aron lupa menyalakan kedap suara di ruangan nya
__ADS_1
" sialan lo bos bikin gue iri aja ,kalau mau main coba nyalain dulu kedap suara nya supaya gak kedengaran orang , kasihan kan yang denger kaya gue jadi kepengen tapi gak ada yang buat melampiaskan " ucap billi dengan kesal
" kenapa kamu bil" tanya sinta yang baru datang ke markas
" gak papa " ucap billi yang langsung pergi meninggalkan sinta
" kenapa bili seperti orang kesal aja , ee suara apa itu" ucap sinta mencari sumber suara *******
" si bos lagi main sama siapa dia setau ku dia gak pernah main perempuan" ucap sinta yang ingin mendengar dengan jelas siapa wanita yang bersama aron
" kok suara nya kaya suara wanita kampungan itu ya " ucap sinta yang menempelkan telinganya di pintu ruangan aron dan terdengar aron menyebut nama anya
" kurang ajar itu beneran wanita kampungan itu liat aja aku akan membuat perhitungan sama dia " ucap sinta yang langsung meninggalkan ruangan aron dengan kesal
di pagi hari aron baru keluar dari ruangan nya dengan raut bahagia iya menuju ke dapur
" cerah bener tu muka dapet jatah berapa ronde bos" ucap billi yang meledek aron
" ngomong apa sih lo" ucap aron yang pura pura tidak mengerti ucapan billi
" lain kali kalau mau main lagi sama anaya jangan lupa nyalain kedap suara nya biar kita kita gak kedengaran suara nya" ucap billi
aron yang sedang minum kopi pun tersedak
" uhuk... uhuk..." aron tersedak
" lo denger " tanya aron pada billi
" ya bukan gue aja sinta juga tu" ucap billi sambil menunjuk sinta yang tengah asik memakan sarapan nya tanpa perduli ada aron dan billi
aron mengambil sarapan untuk anaya di kamar nya
" mau di bawa kemana sarapan nya bos" tanya billi yang melihat aron mengambil nampan dan piring untuk membawa sarapan
" buat anaya" ucap aron
" manja banget sih sampek gak mau makan di meja makan" ucap sinta
" bukan nya manja dia pasti kecapean melayani bos sampek pagi ya kan bos" ucap billi
" lo dengerin nya sampek gue selesai ya sampek tau kalau gue selesainya pagi" ucap aron pada billi sambil tersenyum
" sialan li bos gak lah gue asal tebak aja tadi" ucap billi kesal
" udah lah kalian lanjut aja sarapan nya gue mau sarapan bareng istri gue" ucap aron yang meninggalkan meja makan
" bos jangan lupa mobil gue" teriak billi
" lo pilih aja di sorum yang biasanya tar gue yang bayar" teriak aron saat iya menuju ke ruangan nya
aron pun memasuki ruangan nya terlihat anaya yang masih tertidur pulas setelah shalat subuh tadi anaya baru tidur
" sayang bangun sarapan dulu nanti di lanjut lagi tidur nya" ucap aron sambil membelai pipi anaya
__ADS_1
" emm" ucap anaya yang mulai merasa terusik
" bangun sarapan dulu sayang " ucap aron
" aku masih ngantuk mas" ucap anaya
" nanti di lanjut lagi tidur nya ya tapi sarapan dulu " ucap aron membujuk anaya
" baik lah" ucap anya yang langsung bangun dari tidur nya
" ini sarapan nya sayang makan lah" ucap aron yang hendak menyuapi anya
" aku bisa makan sendiri mas " ucap anya menolak
" baik lah kita sarapan bersama ya aku juga belum sarapan tadi" ucap aron
" siapa yang masak ini mas " tanya anaya
" di sini ada koki nya sayang" ucap aron
" pantesan enak" ucap anya sambil memakan sarapan nya
" lebih enak masakan kamu sayang " ucap aron
" gombal" ucap anaya sambil tersenyum
" aku gak gombal sayang beneran" ucap aron
" udah ah aku mau makan udah itu tidur aku masih ngantuk" ucap anaya
" ya udah cepet habisin makanan nya setelah itu baru tidur aku mau ngelatih anak buah aku dulu" ucap aron yang sambil memakan sarapan nya
" emangnya kamu gak capek mas semalem udah gak tidur siang juga gak tidur" ucap anaya
" aku udah biasa sayang pernah dulu sampek 1 minggu aku gak tidur sama sekali" ucap aron
" kamu kuat mas sampek gak tidur 1 minggu" ucap anya tak percaya
" iya dulu pas markas lama aku di serang " ucap aron yang mengingat saat markas nya di serang
" jadi ini markas baru " tanya anaya
" iya tapi aku emang sebelum markas lama di serang aku udah mempersiapkan mau pindah ke sini" ucap aron
" siapa yang menyerang markas kamu mas" tanya anaya lagi
" aku gak tau sampai sekarang pun aku masih mencari dalang nya" ucap aron
" sabar ya mas " ucap anaya
" iya cepet habisin sarapan nya udah itu tidur lagi " ucap aron
" iya mas " ucap anaya yang langsung menghabiskan sarapan nya
__ADS_1
setelah sarapan anya tidur lagi sebab iya masih sangat mengantuk sedangkan aron langsung ke ruangan latihan untuk melatih anak buah nya