Gadis Desa Milik Mafia

Gadis Desa Milik Mafia
118


__ADS_3

saat ini keluarga aron akan menjenguk anaya di rumah sakit , termaksud manda , ia memaksa ingin ikut , ia ingin meminta maaf langsung kepada anya


Yang tinggal di rumah hanya lah billi, via dan ibu lastri untuk menjaga twins di rumah


Selah sampai mereka di rumah sakit , mereka langsung menuju ke ruangan anaya


Tok... Tok..


" masuk" ucap aron yang sedang menyuapi anaya makan siang


papa rozi, ibu sumarni , bastian dan manda pun masuk ke dalam ruangan rawat anya


" assalamualaikum" ucap mereka semua


" wallaikumsalam" ucap aron, anaya , sean dan siti


" bagai mana ke adaan anya ron tanya ibu sumarni


" anaya sudah mulai membaik buk" ucap anya


" sukur lah , apa yang kamu rasakan nay" tanya papa rozi


" perut aku yang masih agak sakit pa " jawab anaya, manda berjalan mendekati anaya


" anaya , maaf kan aku ya , semua ini kerena ulah perbuatan ku" ucap manda sambil menunduk kan kepalanya di hadapan anaya


" apa ini maksud nya" tanya papa rozi yang tidak tau kebenaran nya, semuanya terdiam tidak berani menjawab pertanyaan papa rozi


" maaf om , anaya seperti ini karena ulah saya , saya yang dulu berniat membalas dendam akan kematian suami saya " ucap amanda yang mengakui kesalahan nya


" apa , jadi kamu penyebab masalah ini" ucap papa rozi dengan nada tinggi


" pah ,udah pah , manda sudah mengakui ke salahnya , dia juga sudah menyesali perbuatan nya pa" ucap bastian yang memenangkan papa nya


" ya pa , semua itu suah berlalu , aron dan anya pun sudah memaafkan manda " ucap aron yang ikut bicara


" anaya benarkah kamu sudah memaafkan kesalahan ku" tanya manda


" ini semua bukan sepenuh nya kesalahan kamu kok , aku ngerti kenapa kamu melakukan semua itu, jadi kita saling memaafkan ya" ucap anaya sambil tersenyum

__ADS_1


" terimakasih anaya , ternyata bener apa kata aron kalau kamu itu orang nya sangat baik hati " ucap manda


" ah itu mungkin gurauwan suami ku saja , oh ya manda , aku harap kedepannya kita bisa menjadi teman baik" ucap anya


' sayang , kamu memang luar biasa , kamu suah kehilangan anak kita , karena ulah manda,tapi kamu malah mengajak dia berteman baik , aku sangat beruntung bisa menjadikan mu istri ku' batin aron


" benarkah nay" tanya manda memastikan


" ya , tapi kalau kamu mau jadi teman aku" ucap anya yang pura pura sedih


" aku sangat mau nay , selama ini aku tidak memiliki teman , aku selalu di kurung oleh alex di rumah nya, dia selalu melarang aku untuk berpergian " ucap manda yang menngingat waktu masih bersama alex


"kita sama manda , aku juga di kurung terus oleh suami ku , aku di larang keluar dari rumah" ucap anya sambil tersenyum dan sambil melirik aron


' sayang , aku tidak pernah melarang kamu untuk keluar rumah ya , aku cuma takut hal buruk terjadi pada mu saat kamu di luar rumah" protes aron


" sama aja ma" ucap anya, semua orang yang ada di sana pun tertawa


' anaya kamu memang luar biasa , semoga saja nanti aku bisa mendapat kan jodoh seperti anaya' batin bastia


' kamu memang membawa warna di keluarga ini naya' batin papa rozi


" memang nya ada orang yang ma sama janda seperti saya ini tante" ucap manda


" kalau kamu mau manda , ini om masih punya anak bujang satu lagi "ucap papa rozi sambil melirik bastian , bastian langsung melotot melihat ke arah papa nya


" iya tu manda , masih ada bujang lapuk belum sunat , hahaha" ucap aron , semua orang tertawa mendengar ucapan aron barusan


" kaka , jangan membongkar aib ku ya" ucap bastian tidak terima , pipi bastian sudah memerah menahan malu


" loh , memang kenyataan nya begiti kan , aku gak salah dong , salah sendiri si suru sunat dari dulu gak pernah mau" ucap aron yang mengungkit bastian belum berani untuk sunt


" tapi kan kak, jangan mepermalukan aku juga di depan perempuan lagi, ah jatuh deh harga diri ku" ucap bastian yang kesal dengan aron


Amanda hanya tersenyum mendengar bastian belum di sunat


" tian , kenpa ak sekarang aja sunnat nya pumpung kita lagi di rumah sakit " ucap ibu sumarni, muka bastian seketika lngsung memucat


" nah betul tu apa kata ibu mu , ayo papa temani" ucap papa rozi

__ADS_1


" udah sana , ketimbang nanti kamu aku berangin masa syakil " uap aron


" tapi kan gak sekarang juga" ucap bastian


" kalau kamu gak mau di sunat , bararti kamu gak usah nikah " ucap papa rozi


" ya jangan gitu dong pa , iya deh aku mau sunat , tapi setelah aku sunat , aku nikah ya pa" uca bastian


" mau nikah sama siapa kamu pacar aja gak ada, jangan kan pacar temen cewek aja gak ada" ucap aron


" ya itu tugas kaka sama papa lag , buat cariin aku jodoh" ucap bastian


" bas kamu itu ganteng , masa gak ada yang mau sama kamu" ucap ibu sumarni


" banyak bu yang mau sama aku tapi , mereka hanya ingin hrta ku saja, jadi aku males meladeni mereka" ucap bastian


" ya udah kamu sama manda aja bas, tapi kalau manda nya mau sama kamu ya" ucap anaya


" ya kalau aku sih gampang , kalau diaa nya mau ya ayo , aku gak akan menolak nya" ucap bastian tanpa basa basi


" wah , udah ngebet banget pengen nikah nih kayak nya " ucap aron


" iya lah , umur udah 32 , nunggu apa lagi aku " ucap bastian


"manda bagai mana ,apa kamu mau sama bastian yang bujang lapuk belom sunat ini" tanya aron


" kak gak usah di sebutin bujang lapuk belum sunat nya ,malu aku" ucap bastian protes yang tak terima di bilang bujang lapuk belum sunat


"udah kamu diem aja, aku gak bertanya sama kamu ,aku nanyanya sama manda ,gimana manda, apa kamu mau sama dia" ucap aeon sambil menunjuk bastian


" em kamu kan baru kenal ,jadi aku belum bisa menjawab nya sekarang" ucap manda malu malu


" kamu gak usah khawatir manda , bastian itu orang nya baik ,penyayang , sabar , murah hati , pokok nya baik semua lah setau aku cuma kurang nya dia belum sunat aja" ucap anaya


" nay gak usah di omongin terus yang belum sunat nya" ucap bastian kesal pada anaya


" mangkanya bas ,sana sunat ,biar gak di bully terus " ucap sean yang ikut bicara


" ya udah deh iya ,aku mau sunat ,ayo pa temani aku ketemu dokternya, aku mau sunat sekarang juga , aku udah capek jadi bahan bulian terus" ucap bastian yang langsung menggandeng tangan papa rozi mengajak keluar dari ruang rawat anaya

__ADS_1


__ADS_2