
Tek terasa kini aron , billi , sean , bastian dan papa rozi belajar mengaji sudah tiga bulan , mereka kini sudah bisa sholat dan mengaji meskipun masih terbatah batah
Dan twin saat ini sudah berusia tiga bulan mereka sudah bisa tertawa saat di ajak berkomunikasi
" sayang" panggil aron pada anaya
" ya mas , ada apa " jawab anaya yang langsung menghampiri suami nya sambil menggendong syakil
" loh sykil belum tidur , kamu nak" tanya aron yang langsung mencium syakil dan sykil pun tertawa di cium oleh ayah nya
" belum , gak tau ni syakil tumben banget jam segini belum tidur , adek nya udah tidur dari tadi dianya masih asik ngajak ngobrol terus" ucap anya
" ya udah sini aku yang nidurin syakil , tapi kamu jangan tidur dulu ya , ada sesuatu ynag pengen aku omongin sama kamu" ucap aron yang langsung mengambil syakil dari gendongan anaya
" emang ya mau ngomong apa sih , mas" tanya anya yang penasaran
" tunggu aja bentar aku nidurin sykil dulu" cap aron
" baik lah " ucap anaya yang duduk di sofa yang ada di kamar nya, sedang akan aron sedang menidurkan sykil, tak butuh waktu lama sykil pun tertidur , dan aron segera meletak kan sykil di boks bayi di samping adik nya
" cepet banget mas sykil , kamu tiduri" ucap anaya yang heran aron menidurkan sykil dengan waktu cuma beberapa menit saja
" ya , mungkin sykil pengan aku yang nidurin sayang " ucap aron yang langsung duduk di samping anaya dan langsung merangkul pinggang anaya
" kata nya mau ada yang di omongin , emang nya kamu mau ngomong apa sih mas" tanya anaya yang penasaran
" begini sayang , menurut kamu bagai mna kalau pernikahan papa dan ibu kita laksanakan dekat dekat ini" ucap aron
" emang nya ibu usah mau apa" tanya anaya
" ya pasti mau lah sayang , papa sekarang udah bisa sholat ya meskipun ngaji nya belum lancar banget" ucap aron
" kalau aku sih ,terserah sama ibu dan papa aja " ucap anaya
" kalau dari pendapat aku ni ya sayang, seperti nya ibu itu lagi menunggu papa ngajak nikah , tapi papa yang gak peka sayang" ucap aron
__ADS_1
" ya kamu bilang dong sama papa mas , kalau ibu itu sudah pengen di nikahin" ucap anaya
" sudah sayang , tapi papa belum berani karena papa ngaji nya masih belum lancar" ucap aron
" ya udah kalau kaya gitu , nanti kita ajak mereka bicara , setelah itu baru kita kelangkah selanjut nya" ucap anaya
" sayang , kalau mereka nanti sudah menikah , biarkan mereka tinggal di sini ya " ucap aron
" ya mereka harus tinggal di sini , aku pengen satu rumah sama ibu" ucap anaya
" oh , sukur lah kalau begitu , aku fikir kamu gak mau tinggal sama mertua" ucap aron lega
" ya gak lah mas , mertua ku kan orang tua kamu , yah wajib aku urus juga , lagian juga aku mau membalas budi aku ke ibu yang dulu sudah merawat dan membesar kan aku dengan kasih sayang nya" ucap anaya
" istri aku ini solehah sekali sih" ucap arong yang langsung mencium kening anaya
" iya dong istri nya siapa dulu" ucap anaya sambil tersenyum
" sayang " panggil aron
" kamu udah selesai kan nifas nya" tanya aron
" ya usah lama kok , emang nya kenapa" tanya anaya
" kok kamu gak ngasih tau aku sih sayang , kamu tau gak kalau aku selalu menunggu saat saat kamu selesai nifas" ucap aron kesal
" mas kan gak nanya " ucap anaya dengan mengulum senyum nya
" iya juga ya , sayang pokok nya aku mau minta jatah aku malam ini juga" ucap aron yang langsung menciun anaya dan langsung mengangkat anaya menuju ke kasur
" malam ini aku tidak akan melepas kan kamu sayang " ucap aron yang sudah di atas tubuh anaya, arin langsung melanjut kan aksi nya
" jangan berisik sayang nanti anak kita bangun" ucap aron di tengah tengah aksi nya , anaya hanya menjawab dengan anggukan
Di kamar sebelah papa rozi tengah memikirkan nagai mana cara mengajak ibu sumarni menikah dengan nya
__ADS_1
" bunyi apa itu" ucap papa rozi yang mendengar suara aneh , ia mencari sumber suara itu dan ternyata dari kamar aron
" dasar bocah sambleng , gak tau apa di kamar ini ada seorang duda yang tengah mengingin kan seorang istri , kalau begini kan aku jadi kepingin, nasip nasip jadi seorang duda , bisanya hanya bersoloria" ucap papa rozi yang langsung menuju ke kamar mandi
Di kamar sebelah kiri kamar aron adalah kamar billi, billi juga sedang memikirkan bagai mana cara untuk membujuk via agar membatalkan mahar yang via minta
" bagai mana ya cara nya agar yayang via bisa merubah mahar dan persyaratan nya ya, aku baru belajar tiga bulan namun belum lancar , aku harus berapa lama lagi hidup sendiri seperti ini , aku sudah pingin seperti bos , punya istri dan anak , setiap pagi gendong anak yang lucu lucu" ucap billi sendiri ia sedang duduk di balkon kamar nya sambil menikmati secangkir kopi
" eh suara apa itu" ucap billi yang tengah mendengar dengan seksama suara suara aneh
" masa , ada mbak kunti bunyinya seperti itu sih " ucap billi yang mencari cari sumber suara
" tapi di sini gak ada pohon yang besar , terus mbak kunti nya nangkring di mana ya" ucap billi yang melihat kesana kemari mencari mbak kunti
" tapi kayak nya bukan mbak kunti deh ,suara apa ya itu" ucap billi lagi yang mendengarkan dengan seksama di mana asal suara itu berada
" dasar bos gak ada akhlak , gak tau apa kalau di sini ada seorang perjaka yang belum menikah , masa aku harus bersoloria sih, di kamar kamar mandi, " ucap billi dengan kesal karena mendengar suara aron dan anaya
di pagi hari nya semua, orang tengah berkumpul di meja makan , aron baru turun sambil membawa kedua anak ya yang sudah ia mandikan sendiri
" selamat pagi semuanya" ucap aron sambil menggendong anak anak nya
" anaya mana ron , kenapa kalian aja yang turun" tanya ibu lastri yang langsung mengambil salah satu anak aron
" anaya masih tidur buk" jawab aron
" pasti karena kecapean ya semalem" ucap billi
" dapet berapa ronde ron, sampek anaya gak bisa bangun pagi" tanya papa rozi
" maksud papa apa ya" tanya aron yang tak mengerti
" udah lah bos gak usah pura pura gak mengerti deh , asal lo tau ya bos lo semalem berisik banget sampek sampek gue gak bisa tidur semaleman" ucap billi dengan kesal
" iya , lain kali tu di aktifin dulu kedap suara nya , biar tetangga gak kedengeran " ucap papa rozi dengan kesal
__ADS_1