
Mansion yang dulu tampak mati, sekarang telah hidup dengan kehangatan dari para penghuni nya.
mereka lebih sering menghabiskan wktu bersama semenjak kehadiran Erina,
"selamat malam kak Gavin,kak Erin." ucap Mila dan Karin dengan kompak.
"Selamat malam Karin,Mila.."
Erina menyendok kan nasi kepiring Gavin,mereka makan malam dengan hangat,tidak seperti dulu sebelum Erina tinggal diMansion,makan malam cuma Karin dan Mila saja.,sedangkan Gavin menghabiskan waktu nya untuk bekerja.
"Kak Gavin,boleh gak besok kami jalan-jalan sama Kak Erin.." tanya Mila..
"kemana.." tanya Gavin yang menyuap nasi kemulutnya.
"Taman hiburan yang dipusat kota kak,boleh yaa.. kan kami bertiga.. Mila,Kak Erin dan kak Karin."
"Ada aku kok sayang,kapan lagi Mila dn Karin ada waktu luang buat hiburan" bujuk Erina.
"Kalau yakin kalian bisa jaga diri disana yasudah pergilah" ucap Gavin.
"Yeyyy terimakasih kak Gavin" seraya menyenggol kaki Karin dan memberi tanda BERES.
Karin dan Mila memang bebas kemanapun sendiri,tetapi harus meminta izin jika ingin ke suatu tempat diluar kegiatan kampus.
Selesai makan malam mereka pergi ke kamar masing-masing..
Dikamar utama Gavin sedang berkutik dengan Laptopnya,, Erin yang selesai berganti baju tidur langsung naik ketempat tidur,berbaring sambil menutup mata..
"sayang kamu sudah mau tidur.." tanya Gavin sambil menutup laptopnya.
"iya sayang, hari ini ditoko ramai sekali.. ditambah ada barang masuk,aku lelah sekali hari ini.."
Gavin langsung menarik Erina dalam pelukannya.
"Jangan terlalu lelah.. kesehatan mu sangat penting, kamu jangan suka makan sembarangan diluar sana,kamu tau kan aku tidak suka"
"iyaa sayang aku tau kok,aku hanya makan apa yang boleh kamu suruh makan."
"itu baru istriku.." Gavin mencium bibir Erina,memperdalam ciumannya..
"Sayang ..." senyuman Gavin yang sangat dikenal Erina,hampir setiap malam ia meminta jatah.
"kamu ini gak ada bosannya ya" sambil mencubit pipi suaminya pelan..
"Kamu terlalu Sexy untuk aku anggurin sayang"
Gavin memulai aksi nya, mencumbu seluruh lekuk tubuh istrinya tanpa terlewatkan,Erina hanya pasrah menerima kenikmatan yang diberikan suaminya,, Malam ini adalah malam yang panjang bagi mereka berdua.
Keesokan Hari
"Kak karinnn.. udah siap belommm,lama amat.. "
gerutu Mila didepan kamar Karin.
Ceklek.. "Kamu ini gak bisa nunggu sebentar apa, ini aku udah siap kok,mana kak Erin.."
"Kak Erin udah dibawah dari tadi,kak Karin yang lama kali dandanya"
"Idih bentaran doang dibilang lama,ayo cepet.."
Mila hanya memutar bola matanya malas.
"Yokk kak Erin,kita pergi pake mobil aku aja,mana tau kita nanti shopping,bagasi aku lebar soalnya.. hehehe.." ucap Karin.
"Kak Karin punya bagasi besar memang tujuannya untuk hobi shopping nya kak Erin.. jangan heran ya" gelak Mila.
"Yasudah ayo kita pergi."
"Eh.. kita mau kemana dulu nih.."
"Taman bermainnnn..!!" jawab Mila dan Erin dengan semangat.
"okey let's go..!!" Karin menancap gas menuju taman hiburan dipusat kota.
Sesampainya mereka disana,, mereka bertiga menaiki hampir semua wahana.. Mereka seperti seorang anak yang baru pertama kali diajak ke taman liburan oleh kedua orangtuanya..
Gelak tawa tak lepas dari mereka bertiga,,
"Kak ayo kita main pukul kepala babi yang disana, ada yang untuk 3 orang"
__ADS_1
tanpa pikir panjang ketiganya bermain pukul kepala babi,mereka bertiga berusaha memukul kepala babi yang timbul,Karin yang paling heboh dari mereka bertiga.
" ih.. ih.. ih.. masuk,masuk, masuk hahahaha"
"Kak Karin..!! kepala babinya yang dipukul,kenapa malah kepala Mila..!! " ucap Mila Emosi.
"Eh aku tidak sengaja Mila,hahahahahah" tawa Karin yang terlalu bersemangat sampai mengenai kepala Mila.
Karin dan Erina tertawa terbahak-bahak melihat kening Mila yang merah karna kena pukulan Karin.
"sakit ya adikkuu.. sini kakak cium"
"Ihhhh..gak mau ah,yang ada makin merah kening ku" cemberut Mila
Karin yang merasa bahagia tidak berhenti ketawa karna mampu membuat Mila kesal,selama ini Mila terus yang mengejeknya.
Manisnyaa.. sekarang aku punya adik ipar yang sebaik dan semanis mereka,Tuhan.. berterimakasih saja tidak cukup rasanya dengan apa yang terlah engkau berikan pada ku saat ini.
"Sudah yuukk,kita cari tempat istirahat.."
"Yukk kak .." jawab serentak si kembar.
Mereka pergi kesalah satu tempat makan yang tidak terlalu ramai pengunjung, "Disini aja ya,tidak terlalu ramai soalnya.."
"Iya gapapa kak Erin".
Mila yang memesan makanan kembali membawa beberapa makanan dan minuman,mereka melahab sampai habis tak tersisa.
Tanpa mereka sadari,ada seseorang yang menatap mereka dari luar cafe.
Karin yang merasa ada yang melihat kearahnya tidak sengaja tertuju pada pria yang berdiri diluar cafe, memakai jaket hitam dan topi hitam,,wajahnya setengah terlihat,,
Kenapa aku merasa pria itu memperlihatkan kami ya.
apa itu hanya perasaan ku saja,kaya tidak asing atau memang sekedar mirip yang ku kenal aja,ah sudahlah.
Karin tidak terlalu mengambil pusing hal itu lalu kembali pada obrolan Mila dan Erin.
"Udahh kita shopping aja,kita cari barang-barang lucu yang sama untuk kita bertiga..," ajak Karin.
"Seru juga tuh,biar kita samaan kan.. hahahaha"
Mereka bertiga tertawa bersama..
"Tunggu.. Mall ini milik Gavin?,atau cuma sponsor saja?"
Mila dan Karin saling pandang.
"Ya punya kak Gavin lah kak, sponsor apaan,emng perusahaan mana yang mampu disponsori LUZIO GROUP"
"Yasudah ayoo.. walaupun Mall ini milik keluarga kita, kita tetap harus bayar kalo belanja kak," ucap Mila .
"Ya iyalah tetap bayar Mila, yakali ngutang" ucap Erina.
"Hahahaha yukk kita masuk,itu dia tempatnya.."
Mereka bertiga memasuki toko aksesoris,,
"Disini lengkap banget,eh ini lucu.." Mila memegang boneka beruang.
"Apa aku bilang..disini menjual barang couple juga banyak" ucap Karin..
Akhirnya mereka memilih gantungan ponsel yang sama, beberapa baju dan juga tas..
"yukk kak kita pulang, sudah mau sore.. nanti kak Gavin marah kalau kita pulang malam" ucap Mila.
"Eh tunggu kak Erin.. Kakak nggak mau beli barang untuk kak Gavin.. ya barang couple mungkin"
"Ah iyaa juga yaa.." ucap Mila.
"sebenarnya kakak sudah milih tadi,tapi kakak tidak yakin untuk membelinya,takut kakak kalian tidak suka" ucap ragu Erina
"Kak Gavin memang tidak suka menerima hadiah dari siapapun kecuali kami,tapi sekarang posisi kakak ipar itu adalah istri sahnya Kak Gavin,mana mungkin kak Gavin gak terima hadiah kakak.." jelas Karin
"jangan banyak mikir kak.. ayo kita belik,Karin yakin kak Gavin pasti sangat menyukainya,apa lg yang memilihkan istri tercintanya" ucap Karin.
Wajah Erina merona senang..
"Ciyeeeee" Mila dan Karin serentak.
__ADS_1
Akhirnya Erina membeli gelang couple yang dia lirik dari tadi.. setelah puas berbelanja mereka langsung menuju parkiran untuk pulang..
Saat menuju ke mobil Karin, ada sebuah mobil berwarna hitam melaju ke arah mereka.. Dengan gerakan cepat mereka menarik tangan Erina dan memaksanya masuk kedalam mobil dan segera pergi.
Barang-barang yang dipegang Erina terjatuh termasuk ponsel Erina.
"Kak Erin...!!!!!!" teriak Karin dan Mila bersamaan.
Mereka begitu syok melihat kakak iparnya dibawa oleh orang asing.
"Kak karinn,kakak ipar sepertinya diculikk kak... hiks.... bagaimana ini.. "
"Kak Gavin,ayo kita ketempat kak Gavin."
Mereka mengambil barang Erina yang terjatuh lalu dengan cepat menuju Mansion...
"Bagaimana ini Kak karinn.. ponsel kak Erin bersama kita.. bagaimana cara kita menemukan kak Erin.." tangis Mila .
"Kamu lupa siapa kita Mila,kamu jangan cengeng.. Kak Gavin bukan orang selemah itu,dia pasti bisa menemukan kakak ipar dalam keadaan baik-baik saja."
Mobil Karin memasuki halaman,ia memarkirkan mobilnya sembarang tempat,
Mila dan Karin dengan cepat berlari masuk tidak mendapati siapapun.
"Pak yan,Kak Gavin dimana?!!" ucapan panik Karin.
"Tuan muda ada diruang kerjanya bersama tuan Daniel"
tanpa pikir panjang mereka langsung menaiki lift dan lari menuju pintu ruang kerja Gavin.
Ceklekkk.. tanpa ketukan mereka membuka paksa dan masuk...
"Kak Gavin.." ucap Mila menangis.
Gavin yang melihat kondisi adiknya langsung menghentikan pekerjaannya,Daniel yang juga sama terkejutnya melihat Karin dan Mila yang berantakan.
"Ada apa?! kenapa dengan kalian?!" melihat Erina tidak bersama adiknya " dimana kakak ipar kalian?"
"Kak Gavin tolong kak Erin.. hiks.. tadi saat kami hendak menuju mobil, tiba-tiba ada mobil yang berhenti ke arah kami dan langsung menarik kak Erin.. " ucap Mila yang terlihat sangat takut.
"Kejadian ini begitu cepat kak,aku dan Mila bahkan tidak bisa menjangkau kak Erin.. mobil itu langsung pergi dengan cepat" jelas Karin..
"Apa..??!!" Gavin yang mendengar hal dikatakan adiknya langsung Mendidih.
"Kak kami takut .." tangis Mila.
"Karin,kamu yang bisa kakak andalkan,tolong jaga Mila,kalian berdua jangan keluar dari Mansion ini mengerti..?! kakak akan segera membawa kakak ipar kalian kembali" ucap Gavin .
Ting..! nomor tidak dikenal mengirim pesan ke hp Karin,saat Karin buka.. betapa terkejutnya dia melihat apa yang ada didalam pesan itu.
"Kak Gavin.. lihat ini.. i-ini kakak Erin" histeris Karin yang melihat Erina sedang diikat diatas kursi.
Gavin yang melihat istri tercintanya diikat membuat seluruh darahnya mendidih.
"Daniel,bawa ponsel Karin,lacak nomor yang mengirim Vidio ini..dia secara tidak langsung sengaja menyuruh kita datang"..
"Baik tuan muda" dengan cepat Daniel menghubungi anak buahnya yang jago IT untuk menemukan lokasi Erina.
"Tuan,saya dapat posisi nona Erina"..
"Bagus,ayo kita langsung kesana.. Karin Mila.. pergi kekamar kalian,kakak akan pergi menjemput Kakak ipar kalian" ucap Gavin pada adiknya
"Baik Kaka Gavin,bawa kakak ipar kami dengan selamat" ucap Karin.
Gavin bergegas menuju mobilnya...
"Sudah kau atur kan Daniel"
"Sudah tuan muda,beberapa orang kita telah mengepung tempat itu"..
"Kerja bagus.." Gavin yang tiba-tiba merasa takut kehilangan Erina mencoba untuk menenangkan hati dan pikiran nya,jika ia salah langkah,Erina mungkin akan celaka..
Bertahanlah sayang.. kamu akan baik-baik saja apapun yang terjadi.
**Bersambung...
...Terimakasih telah membaca ☺️🙏🏼...
...Insyaallah update tiap hari 🤗...
__ADS_1
...Jangan lupa LIKE, KOMEN,dan VOTE nya ya...
...Love U Tomat🥰❤️**...