Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Melupakan


__ADS_3

Dengan tangan yang dingin Gavin melihat Rey yang berusaha menenangkan Erina,Rey menyuntikkan cairan ke tubuh Erina,yang membuat nafas Erina perlahan membaik.


"Kenapa dia diam Rey ?"


"Kau tenanglah,kak Erin sudah membaik, kalau tidak cepat dia bisa kehilangan nyawa dan juga anak kembar kalian."


"Apa maksud mu ?"


"Kak Erin mengalami Alergi,ini mengakibatkan kematian bagi penderita nya jika tidak cepat ditangani."


Gavin menatap tajam pada kedua adiknya,Karin dan Mila pun berubah pias saat melihat ekspresi muka sang kakak.


"Karin ! apa yang kamu kasih ke kakak ipar mu ?!"


"A..aku tidak memberi yang aneh-aneh kak,hanya buah , yogurt dan keju.. itu saja.. aku bersumpah tidak memasukkan yang aneh-aneh.."


"Apa kak Erin alergi keju kak Rey ?" tanya Mila.


"Tidak,melihat gejalanya ia alergi terhadap jenis kacang-kacangan,seperti Almond.."


"Salad ku tidak ada jenis kacang,sumpah nggak ada.." Karin merasa takut.


"Eskrim ! ya kak Erin memakan eskrim sebelum makan salad buahnya kak Karin,,"


Gavin terduduk lemas.. ia tidak tau kalau eskrim yang ia beli itu mengandung Almond,ditambah ia tidak tau kalau Erina memiliki riwayat Alergi.


"Kamu yakin Mil ?" tanya Karin.


"Yakin lah kak,aku ikut makan kok tadi.."


"Berarti eskrim itu penyebab nya,," Ujar Rey.


"Ini semua salah ku,aku yang membelikan eskrim itu untuknya,," Gavin merasa menyesal,ia sungguh tidak tau.


"Kau tidak tau apapun,jangan terlalu menyalahkan diri mu."


"Apa dia sudah baik-baik aja ?"


"Sudah, kondisinya stabil. mungkin butuh beberapa jam agar kemerahan di muka kak Erin menghilang,."

__ADS_1


Gavin menggenggam tangan Erina,tangannya yang dingin menyentuh tangan Erina yang hangat, ia menyesali perbuatannya,sekalipun Gavin sendiri tidak tau,tapi jika terjadi sesuatu kepada Erina itu akan membuat Gavin menyalakan dirinya bahkan seumur hidupnya.


"Kau bisa oleskan ini dimuka kak Erin,saat ia sadar nanti langsung beri ia susu dan makanan yang ringan saja, tapi kalau dia tidak mau makan juga tidak masalah."


Gavin hanya mengangguk,,


"Sebelum pergi makan malam dulu disini,Karin maafkan kakak karna menuduh mu,kalian bisa keluar." ucap Gavin pelan.


"Iya kak,nggak apa-apa. aku ngerti kakak pasti sangat khawatir sama kak Erin." Karin menarik tangan Rey untuk keluar begitu juga Mila mengikuti dari belakang.


Dimeja makan Dean sedang sibuk menyiapkan sesuatu.


"Eh udah turun,duduklah."


"Itu apa kak ?" Mila menunjuk makanan yang dibawa Dean.


"Oh ini pesanan kakak ipar ku,kata Rasty dia suka sekali sama bakso yang diujung jalan rumahnya dulu."


"Kak Erin belum boleh makan itu.."


"Kenapa ? bukannya dia sering beli bakso ya."


"Apa ? terus sekarang kondisi nya bagaimana?"


"Udah membaik bro,untung mereka cepat mengabari dan juga Mila inisiatif memberi oksigen itu sudah sangat membantu." Rey menepuk bahu Dean.


Mereka duduk dimeja makan mengobrol seputar alergi Erina,sedangkan dikamar Gavin tengah mengoleskan gel penghilang kemerahan diwajah Erina..


"Maafkan aku sayang.."


***


"Ibu !!"


"Eh Li,kamu baru pulang ya.."


"Ibu dari mana aja sih,bikin aku khawatir aja.."


Dia Lia,penjaga sekaligus sopir Erina..

__ADS_1


"Ibu tadi jalan-jalan seperti biasa "


"Ke taman itu lagi ? disana tidak aman bu, kalau ibu sampai kenapa-kenapa nanti ngomong apa Lia ke bunda."


Lia membopong wanita paruh baya itu duduk dikursi makan.


"Lia sengaja pulang cepat karna Lia beliin ibu kue, enak loh Bu.. kemarin Lia udah coba berdua sama nona."


"Nona bos kamu itu..?"


"Iya.. dia kan lagi hamil,jadi suka makan apa aja termasuk kue ini, kebetulan Lia nyobain kemarin."


"Kamu kenapa malah jadi penjaga orang sih nak, bunda mu kan maunya kamu jadi perawat atau dokter.."


"Itu bukan bidang Lia Bu,Lia itu sukanya bela diri, atau sejenis Intel juga suka,lagian siapa yang menolak bekerja di LUZIO GROUP,masa depan terjamin."


Sang ibu itu terdiam,dia seperti pernah mendengar nama itu,tidak asing ditelinga nya..


"kalau boleh tau nama bos kamu siapa?"


"Tuan Gavin Candra Luzio, Presdir sekaligus yang punya LUZIO GROUP.."


"Apa ? Gavin ?.. berarti orang yang kamu jaga itu.."


"Beliau istri sah tuan Gavin,nona muda Erina Luzio,dia yang Lia bilang sedang mengandung.."


Erina.. jadi selama ini Lia berada disisi Erina,dan aku tidak mengetahui nya..


"Ibu permisi dulu,mau istirahat."


"Loh kok,kuenya gimana Bu ?"


"Simpan aja nanti ibu makan,kamu segera mandi dan istirahat,besok harus bekerja.."


"Iya Bu.." kok sikap ibu aneh..


Ibu itu masuk kedalam kamarnya,ia mengambil selembar foto lalu menangis terisak memeluk foto itu,, dengan perasaan yang sesak,ia merobek foto itu dan membuangnya ditempat sampah..


"Orang yang sudah tiada,tak seharusnya muncul kembali "

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2