Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Perubahan Sikap Gavin


__ADS_3

Gavin memutuskan untuk menjaga Erina,ia mengerjakan pekerjaan kantornya dari rumah,sedangkan Daniel menggantikan Gavin dalam rapat yang diselenggarakan hari ini.


Daniel atau pun Gavin itu sama saja,semua orang tau bahwa Daniel adalah orang kepercayaan Gavin, berhadapan dengan Daniel sama saja seperti berhadapan dengan Gavin.


Pagi ini Gavin memanggil dokter peribadinya tidak lain temannya sendiri untuk datang ke Mansion nya,


"Bagaimana keadaanya?"


"Kondisinya stabil,suhu badannya juga sudah normal, cuma saja tubuhnya masih lemah,cukup istirahat sampai 2 hari kedepan"


"jangan lupa perhatikan makannya,aku sudah resepkan vitamin untuk tubuhnya,, dan kau juga jangan menindasnya terus" seringai dari bibir Rey.


"Memangnya aku sekejam itu apa" ketus Gavin.


"Bukannya kau menikahinya hanya untuk jadi mainan mu? hati-hati loo nanti cinta" ejek Rey.


"Berisik,kau mengganggu tidurnya nanti,sana pergi.. kau tidak dibutuhkan lagi"


"Astagaaa kau masih Gavin yang tak punya hati" pura-pura sedih.


"Kalau aku tidak punya hati,sudah ku tendang kau dari jabatan direktur rumah sakit"


"Mentang-mentang kau yang punya,dasar.. Yasudah aku pergi dulu,kau tidak bersiap ke kantor? "


"Tidak,hari ini aku bekerja dari rumah"


"Whatt?? jangan bilang kau menemani istri mu.."


melihat Gavin yang diam saja membuat Rey semakin yakin bahwa Gavin jatuh hati pada Istrinya.


Dari kita kecil hingga sekarang beribu perempuan yang ingin menarik perhatian mu,tapi kau sama sakali tidak melirik mereka.. aku kira kau tidak suka perempuan hahahaha.


ucap Rey dalam hati,ya pasti dalam hati,bisa ditendang dia dari rumah sakit dan dikirim ke pedalaman Amazon kalau sampai dia mengatakan kalau Gavin itu Gay.


"Waahhhh ternyata memang kau sudah jatuh cinta sungguhan dengan Istri mu,, " tawa Rey


"Pergi kau sana, mengganggu saja"


"iya iya bawel.. yaudah aku pergi dulu,titip salam ku pada kakak ipar ya"


"siapa kakak ipar mu,dia bukan kakak ipar mu,pergi sana" usir Gavin .


"oke oke,aku pergi..jaga dirimu" ucap Rey keluar dari pintu.


Gavin membenarkan selimutnya Erina, tidak tau angin apa yang membuatnya melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan. Tanpa paksaan Gavin melakukan sesuai kemauan hatinya.


Dimeja makan Mila makan dengan gelisah,


"pak yan,apa sakit kak Erin parah?? bagaimana kondisinya sekarang?."


"Nona Erin hanya demam biasa Nona,suhu tubuhnya sudah normal kembali,nona muda hanya butuh istirahat"


"trus pak yan mau bawa makanan itu kemana??"


"ke kamar tuan muda nona,tuan muda meminta sarapan dikamar,dan juga bubur untuk nona muda"


"yasudah kalau begitu,itu saja pak yan"


"baiklah nona,saya permisi" pak yan menaiki lift ke kamar utama.


"Aku akan ke atas sekarang"


"Habiskan makanan mu dulu Mila" ucap Karin.


"Tapi aku mau lihat kondisi kakak Erin kak"


"iyaa nanti kita lihat sama-sama,habiskan makanan mu dulu"


"Baiklah kak".


"Tuan muda,sarapan Anda sudah siap tuan"


"Masuk pak yan"


"Ini tuan sarapan Anda,dan bubur nona muda .. ini vitamin yang anda minta"


"Baiklah,pak yan bisa pergi"

__ADS_1


"Kalau gitu saya permisi,anda bisa memanggil saya jika butuh apa-apa".


Tidak lama pak yan keluar,ada ketukan pintu.


"Masukk.."


"Kak Gavin,gimana kondisi kak Erin" tanya Mila yang dari tadi tidak sabaran ingin melihat kakak iparnya.


"Kondisinya sudah stabil,mungkin sebentar lagi bangun"


"Loh kak Gavin gak bersiap untuk ke kantor?" tanya Karin.


"Tidak,sudah ada Daniel yang menggantikan kakak dikantor"


Baru kali ini kakak tidak datang kekantor kalau tidak urusan penting,apa Kakk Gavin beneran mencintai kak Erin,bukannya yang aku dengar mereka menikah karna ada piutang.. Apa aku salah sangka selama ini.


Karin yang mengira kakaknya menikahi Erina karna ada Hutang itu hanya untuk bermain-main.


Karin memang benar,tapi ia tidak tau bahwa kakaknya yang berniat main-main ternyata jatuh cinta sungguhan dengan istrinya.


Kalau memang begitu aku sudah salah selama ini, Maafkan aku kak Erin,aku salah mengira selama ini - sedih Karin.


Erina mulai membuka mata perlahan,ia meraba dahinya.


"Sudah tidak panas lagi" ucapnya pelan.


Ketiga orang itu langsung menghampiri Erina,


"Kamu baik-baik saja?? bagaimana kondisi mu,apa yang kamu rasakan?"


Hahhh.. kenapa semua pada berkumpul,Mila dan Karin juga ada disini.


"Saya sudah baikan tuan,hanya tubuh saya masih lemah untuk bergerak" ucapnya seraya ingin duduk.


Gavin langsung membantu Erina duduk dan menyangga punggung Erina dengan bantal.


"Kata dokter tubuh mu butuh nutrisi dan vitamin, sebelum itu kamu makan dulu,aku sudah menyuruh pak yan membuatkan bubur untuk mu"


Kenapa tiba-tiba dia jadi perhatian begini.. ah mungkin karna aku sakit,dia juga bukan orang sekejam itu.


"Iya tuan, terimakasih banyak.. maaf merepotkan Anda"


"Kak Erina semoga cepat sembuh ya,maafkan sikap aku yang cuek selama ini sama kakak" tunduk Karin.


"Tidak masalah Karin, kakak tau kamu butuh waktu untuk menerima kakak,kakak mengerti itu.." senyum tulus Erina..


"Yeyyyy.. Mila senang deh,kalau kita sudah akrab, nanti kalau kak Erin sudah sembuh kita jalan-jalan bertiga ya kak,pasti menyenangkan" ucap Mila dengan semangat.


"Itu pastii,yang penting sekarang kak Erin fokus untuk sembuh yaa.." ucap Karin.


"Yasudah Kak Erin makan dan langsung istirahat ya, Mila dan kak Karin mau ke kampus"


"Bukan nya kamu bilang libur hari ini" tanya Karin.


"Ada pertemuan Dosen baru,jadi batal libur" cemberut Mila.


"Hahahaha yasudah ayo.. kak kami pamit" ucap Karin.


"Baiklah hati-hati dijalan"..


"Okeyyy,bye kak " serentak Karin dan Mila.


Erina membalas dengan melambai.. ia sangat senang melihat Karin sudah bisa menerima kehadiran nya.


"Ini makan dulu bubur mu," ucap Gavin sambil menyendok bubur.


"Saya bisa sendiri tuan"


"Sudah kamu diam saja,cukup buka mulut mu dan kunyah" sambil menyodorkan bubur lalu Hap, Erina memakan bubur itu.


Kenapa sikapnya jadi lembut begini,ini terlalu tiba-tiba.. oh tuhan.. aku harus bersikap seperti apa.


"Tuan tidak ke kantor" menyadari Gavin yang masih memakai piyama.


"Tidak.."


"Kenapa.. apa karna saya ya tuan,maafkan saya merepotkan Anda" tunduk Erina.

__ADS_1


Anda bahkan belum mandi tuan,ya ampun..


"tidak usah menyalah kan diri mu,aku yang ingin melakukan ini.. dan kenapa kamu masih memanggil ku tuan,bukannya sudah ku katakan panggil saja namaku"


"saya lupa tuan,eh Gavin.. hehe"


Bubur sudah ludes dimakan Erina, " kamu kembali istirahat,aku akan mandi sebentar.. "


"Iya Gavin, terimakasih" senyum tulus Erina.


Manis nyaa...


Deg.. jantung Gavin jadi berdetak tak karuan, pertama kali dia melihat senyuman cantik dari wajah Erina..


"tak masalah" ucap Gavin langsung menuju ke kamar mandi,ia tidak mau Erina melihat wajahnya yang bersemu.


Selesai mandi Gavin kembali berkutik dengan Laptopnya,sedangkan Erina berbaring sambil memainkan hp nya.


"Kenapa tidak tidur,kamu butuh istirahat."


"i-iya Gavin,saya sedang memberitahukan Mala kalau saya tidak masuk hari ini"


"Tidak hari ini saja,kamu harus istirahat sampai dua hari kedepan"


"Tapi bukannya saya sudah baikan,besok juga sudah sembuh"


"Jangan membantah Erinaa"


"i-iya Gavin,maaf hehe" Dari pada dia marah,nurut aja deh.


Keesokan harinya Gavin sudah bersiap mau kekantor,


"Aku harus ke kantor karna ada pertemuan penting, aku sudah suruh pak yan mengantar makanan kamu ke kamar,jangan banyak beraktivitas,kalau tidak ada yang penting istirahat saja"


"Baiklah Gavin,aku akan mengantarkan mu sampai mobil"


"tidak perlu,kamu tetap dikamar.. nanti aku akan pulang lebih awal"


"Baiklah kalo begitu, hati-hati dijalan.. eh tunguu".


"kenapa?"


Erina mengambil tangan Gavin lalu menciumnya selayak istri pada suaminya ketika hendak pergi bekerja.


"Selamat bekerja Gavin" sambil tersenyum.


tanpa aba-aba Gavin langsung mendekat dan Cup. Ia mencium kening Erina, "Aku akan pulang lebih Awal"


Erina bersemu,wajahnya tampak memerah menahan rasa yang sulit untuk diungkapkan..


Dia mencium ku,ya tuhannn aku hampir pingsan.


Gavin terburu-buru masuk mobil lalu memegang dadanya.. Perasaan apa ini,jantung ku berdetak dengan sangat cepat.. ciuman tadi.. kenapa aku sangat gugup.


Melihat gelagat tuannya tidak seperti biasa Daniel merasa Khawatir.


"Ada apa tuan muda,Apa anda sakit... kenapa muka anda memerah ." tanya Daniel


"Apa kita kerumah sakit tuan,atau saya suruh Rey datang ke kantor"


"Tidak perlu,aku tidak sakit, lanjut kan mobilnya.. Akan ada pertemuan hari ini kn"


"iya tuan,baiklah kalau tuan baik-baik saja"


Sikap dingin Gavin perlahan memudar.. selama Erina sakit Gavin memperlakukan Erina dengan kasih sayang.


Gavin menyadari perasaannya pada Erina,namun ia terlalu tidak percaya diri untuk mengungkapkan nya.


Erina yang mendapatkan perhatian terus menerus dari Gavin mulai memiliki rasa pada Gavin,namun ia simpan didalam hatinya,ia takut untuk mengatakan yang sebenarnya.. takut Gavin tidak mencintainya karna hubungan mereka hanya sebatas tuan dan pelayan.


**Bersambung...


...Terimakasih telah Setia membaca☺️...


...Jangan lupa LIKE,POIN,dan VOTE nya ya🤗...


...Insyaallah Update tiap Hari☺️🙏🏼...

__ADS_1


...Love U Tomat 🥰❤️**...


__ADS_2