Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Makan Malam


__ADS_3

Di Mansion Gavin sedang menunggu Erina untuk Turun, sambil mendiskusikan pekerjaan dengan Daniel.


"Kamu sudah mempersiapkan yang diperlukan saat kita disana,3 hari lagi kita akan berangkat"


"Sudah tuan,saya mencari tempat yang cocok,walau sinyal disana tidak lancar setidaknya kita bisa mendapatkan sinyal." ucap Daniel.


"Baguslah kamu terus pantau agar tidak memakan waktu disana.." Gavin yang mendengar Daniel tidak menjawabnya malah bergumam membuat Gavin melihat ke arah mata Daniel.


Erina baru saja keluar dari lift dan berjalan menuju Gavin yang sedang duduk,Gavin yang melihat itu langsung terpesona dengan kecantikan Erina malam ini,Erina memakai dres panjang berwarna kebiruan yang terbelah sampai keatas lutut nya,betis indahnya terpampang saat ia berjalan..


"Berhenti memandangi istriku,hanya aku yang boleh" ucap Gavin yang menepuk bahu Daniel.


"Haha maaf tuan," Cantik sekali nona Erina. Puji Daniel dalam hati.


Gavin menghampiri dan menggandeng tangan Erina, "Kamu cantik sekali sayang.. Ah aku jadi kesal kamu kelihatan cantik untuk ketemu orang lain" ucap Gavin dengan cemburu.


"Hahaha sayang ini,bagus dong aku cantik,biar gak malu-maluin kamu.." ucap Erina


"Itu lebih baik dari pada berbagi kecantikan kamu dengan pria lain" ucap Gavin posesif.


"Aku akan terus disamping kamu sayang,jadi orang tau kalau aku ini milik kamu,tuan Gavin Candra.. mereka tidak akan pernah mendekati ku walau hanya untuk memandang ku.." ucap Erina mengelus lembut tangan kekar Gavin.


"Kamu memang yang terbaik sayang,ayo kita pergi" Gavin menggandeng Erina sampai kedalam mobil, sampai didalam mobil pun ia tetap menggenggam tangan istrinya seakan tidak ingin Erina berjarak dengannya sedikitpun.


Setelah sampai didepan Restoran bintang lima,Gavin masuk melalui pintu VIP khusus untuk pembisnis,pejabat ataupun artis papan atas. Gavin tidak mau ia tersorot oleh kamera,apa lagi ia sedang membawa istrinya,Gavin enggan Erina menjadi topik hangat,ia tidak suka wajah cantik istrinya dilihat banyak orang. Hanya dia seorang yang berhak.


Pertemuan berlangsung diruang VVIP Restoran mewah ini,berada dilantai paling atas sambil bisa menikmati makanan dengan ditemani gemerlap nya ibu kota dimalam hari.


"Silahkan duduk istriku.." Gavin menyeret kursi untuk diduduki istrinya..


"Terimakasih sayang,Indah sekali ya disini.. aku bisa melihat seluruh ibukota dari sini." ucap Erina antusias.


"Benarkah?? kamu suka?? aku akan buat makan malam berdua disini nanti.." ucap Gavin.


Erina berbinar mendengar ucapan suaminya "Benarkah sayang..?kamu baik sekali.. terimakasih sayang" Ucap Erina bahagia.


"Kamu dengar itu Daniel..?" ucap Gavin.


"Iya tuan,saya mendengarnya.. akan saya atur setelah kerjaan kita selesai." Terus aja tuan,keluarkan keromantisan kalian,biar aku disini yang menanggung sesak didada hiks. ,ucap Daniel yang hanya bisa melihat keromantisan tuan nya.


"Selamat malam Gavin.. Maaf menunggu.." Ucap suara beratnya.. berjalan mendekat ke meja didampingi oleh tangan kanannya.


Gavin langsung berdiri untuk menerima salam dari lelaki tersebut,diikuti dengan Daniel sedangkan Erina hanya tegak dan tersenyum.


"Selamat datang Tuan Sebastian.." ucap Gavin sambil bersalaman dengan Sebastian.


"Issshhhh kamu ini,panggil saja seperti itu jika dalam bisnis Gavin,umur kita hanya beda dua tahun.. panggil saja nama ku jika kita hanya berdua." ucap Sebastian.


"Hahaha i'm sorry brother.. Kenalkan dia istriku" ucap Gavin.

__ADS_1


Erina mengulurkan tangan dan bersalaman dengan tuan Sebastian.


"Erina.." senyum tulus Erina.


"Sebastian.." ucap Sebastian lalu duduk kembali.


"Istri kamu cantik Gavin,sangat serasi dengan mu.. Aku ingin membawa istriku juga tapi dia lagi dinegara B, anak ku baru masuk sekolah jadi ya dia tidak bisa ikut."


"Tidak apa Sebastian,lain kali kami yang akan berkunjung ke rumah mu." ucap Gavin.


"Benarkah..?? wah tidak sabar bos besar kita akan berkunjung.." ucap Sebastian antusias.


Sebastian sangat senang bisa bekerjasama dengan Gavin, perusahaan yang ia dirikan melaju pesat berkat LUZIO GROUP,dan Gavin sendiri tau apa pekerjaan lain yang dijalani Sebastian,Gavin tidak peduli jika Sebastian ketua mafia karna hubungan kerjasama antar mereka hanya terkait perusahaan.


Berkat pengaruh LUZIO GROUP pada Sebastian,ia menjadi lebih aman menjalani dunia kotornya,karna tidak ada yang berani menyentuhnya. Sebastian bisa dibilang kebal hukum dinegara nya,karna ia adalah boss besar dinegara B ditambah ia teman dekat Gavin, orang enggan menyentuhnya apa lagi berurusan dengan Sebastian.


"Ya aku kan berkunjung saat Bulan madu nanti" ucap Gavin.


"Bagus kalau begitu,istri ku pasti senang bertemu dengan nona Erina.. ohya Daniel kapan kau menyusul Gavin?? jangan sampai jadi bujang lapuk loh hahahaha"ucap Sebastian.


"hahaha tuan ini bisa saja.. belum terpikir sampai sana tuan." Ini nih aku malasnya kalau berkumpul sama orang yang sudah berkeluarga.Ditanya kapan nikah,udah nikah ditanya Kapan punya anak,udah punya anak ditanya kapan punya cucu,ehh udah punya cucu ditanya kapan mati,dasar manusia.


"Aku sudah menandatangani kerjasama kita seminggu yang lalu,kenapa kamu repot-repot datang menemui ku.?"


"Biasa.. Bisnis ku" kedip mata Sebastian pada Gavin, Gavin yang sudah tau maksud Sebastian hanya mengangguk paham.


"Dasar.. kapan kamu puasnya, perusahaan kamu sudah no.1 dinegara B loh.. Sudahlah berhenti dan nikmati hasilnya,," ucap Gavin sambil memotong steak.


"Ya ya ya.. kau memang keras kepala.." Gavin memberi steak yang sudah dipotong kedepan Erina,dan mengambil steak dipiring Erina yang baru terpotong sedikit. "Makan yang ini saja sayang.. biar ga repot" senyum manis Gavin pada istrinya.


...Ya ampun tuhann,, tampan sekali suami ku "i-iya sayang makasih.." senyum Erina pada Gavin....


"Aduh duhhh.. Daniel coba periksa AC nya sepertinya rusak,panas sekali disini."ucap Sebastian sambil meminum minumannya.


"Sepertinya sudah memasuki musim panas level 100 tuan." ucap Daniel yang ikut-ikutan.


Alex tangan kanan Sebastian pun ikut menahan gelaknya.


"Wahh wahh.. sejak kapan es batu ini tertawa" ucap Gavin pada Alex.


"Maafkan saya tuan Gavin." ucap Alex tertunduk.


"Hahaha tidak apa,tertawa saja berdua nih sama Daniel,kalian bisa menertawakan kejombloan kalian" ucap Gavin yang tertawa keras.


Daniel dan Alex yang mendengar itu langsung memasang wajah masam sambil memakan makanan mereka masing-masing.


Mereka menikmati makan malam dengan canda tawa, mungkin orang diluar sana tidak akan menyangka jika melihat kedua bos besar ini sekarang,dua orang yang sama-sama terkenal dingin dan ditakuti hanyalah sepasang manusia biasa saat berkumpul.


Selesai mereka makan Gavin menyuruh Erina memasuki mobil terlebih dahulu,

__ADS_1


"Terimakasih waktu mu,aku senang bisa bertemu dengan mu Gavin,jangan segan-segan meminta bantuan ku jika ada apa-apa,kau tau kan aku akan selalu disamping mu." ucap Sebastian sambil merangkul Gavin.


"Itu pasti,yang penting jaga dirimu.. kalau sudah bosan cepat keluar dari dunia itu,kasihan istri dan anak mu nanti.. Kalau ada masalah hubungi aku" ucap Gavin pada teman baiknya.


"siap boss.. aku tidak pernah takut,kan ada kamu" ucap Sebastian mengedipkan matanya.


"Dasar kau,cepat pulang sana hati-hati dijalan" ucap Gavin lalu memasuki mobil nya..


Alex langsung membungkuk hormat pada Gavin,begitu juga dengan Daniel "saya permisi tuan"..


"Hati-hati menyetir,jaga adik ku.. " ucap Sebastian.


"Itu pasti tuan" ucap Daniel memasuki mobilnya.dan melaju meninggalkan restoran.


Sebastian memasuki mobil nya dan melaju menuju hotel tempat ia menginap.


"Kau tau Alex..Aku bahagia melihat Gavin saat ini, aku melihat cinta dimatanya,dia bukan Gavin yang berhati kosong dan hampa." ujar Sebastian,ia telah jauh mengenal Gavin sebelum kedua orang tua Gavin meninggal,ia sering ikut bersama ayahnya untuk berbisnis kebetulan ayahnya Gavin adalah sahabat karib ayahnya Sebastian.


"Kenapa anda begitu menyayangi tuan Gavin, sepertinya anda menyayangi dia melebihi teman baik." ucap Alex.


"Ayahnya sangat baik kepada ku,dia selalu membela ku saat aku dimarahi ayah ku,dia mengenalkan Gavin pada ku,dia bahkan menitipkan Gavin untuk aku jaga kalau dia berumur pendek.. ternyata itu benar-benar terjadi." ucap Sebastian yang terdengar lirih ditelinga Alex.


"Saat kematian ayahnya Gavin,ayahku sangat terpukul, ia menangis sambil memegang foto mereka berdua.. Ayahku bilang,aku bisa tumbuh dan tidak kekurangan berkat ayahnya Gavin,ayahnya Gavin sudah sebagai malaikat penolong bagi ayah ku."


"tidak heran ayah anda begitu menyayangi ayahnya tuan Gavin,tuan Gavin benar-benar beruntung memiliki anda.." ucap Alex.


"Kau salah Lex,akulah yang beruntung memiliki Gavin dihidupku,dia sudah ku anggap adikku sendiri " ucap Sebastian.


Tidak ada yang menyangka jika bos mafia seperti Sebastian memiliki hati dan cinta yang besar untuk orang-orang berharga dihidupnya,dia bahkan tidak melupakan jasa seseorang padanya.


Dikamar utama Gavin dan Erin sudah bersantai diatas tempat tidur.. "Sayang.. aku lihat tadi kamu dan tuan Sebastian tidak seperti rekan bisnis,,"


"Benarkah?ya dia sudah seperti kakak bagiku.." ucap Gavin sambil tersenyum..


"Kakak..? berarti kalian sangat dekat donk.."


"Ya tidak selalu dekat,tetapi selalu ada dan saling melindungi." Gavin langsung mematikan lampu dan menarik Erina dalam dekapan nya.


"Sudahlah mari tidur.. aku sangat lelah.." ucap Gavin memeluk erat istrinya..


"Iyaa sayang.. selamat malam suamiku"


"Selamat malam istri ku" mengecup kening Erina dan memejamkan matanya.. nafas mereka saling bertautan dengan pelan.. menandakan mereka berdua sudah memasuki alam Mimpi.


**Bersambung...


...Jangan lupa LIKE,KOMEN,dan VOTE nya yang selalu Author tunggu ya🤗...


...Insyaallah Update setiap hari🙏🏼...

__ADS_1


...Terimakasih telah membaca,Love U Tomat ❤️**...


__ADS_2