Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Pulang


__ADS_3

Erina berlari mengejar Mabil milik LUZIO GROUP, ia tidak perduli akan luka di telapak kakinya. "Kembali.!! jangan pergi, tolong aku..!!" teriak Erina ia menangis histeris, melihat mobil yang dikejar Erina menjauh, orang-orang yang lewat pun enggan membantu,ditambah melihat histeris membuat orang takut ingin mendekat.


Andre dengan sigap berlari mengejar Erina,ia menarik Tubuh Erina dan melemparkan nya kedalam mobil,Andre ikut masuk dan langsung mencekik Erina, Amarahnya membutakan matanya,muka Erina sudah memerah karna kehilangan Nafas,akhirnya pingsan ditangan Andre, "Jalan !" ucapnya pada Leo.


Setelah sampai dihalaman Villa,Andre mengangkat tubuh Erina ke kamar utama,Leo yang masih setia dibelakangnya mengikuti kemana Andre pergi.


"Ambilkan aku gembok" ucap Andre tegas.


"Baik bos," Leo mencari gembok yang dimaksud Andre lalu kembali ke kamar utama dan memberikan nya pada Andre. "Anda mau mengurung nona Erina bos." tanya Leo.


"Aku tidak mau mengambil konsekuensi apa pun,disaat aku tidak ada dia harus dikurung,suruh penjaga berjaga didepan pintu utama,bilang kepada seluruh pelayan bahwa Erina tidak boleh sekalipun melangkah keluar dari pintu utama," ucap Andre.


"Jika sampai dia keluar, kalian semua yang akan kena konsekuensi nya." ucap Andre tegas.


"Baik bos,akan saya katakan pada mereka." Daniel pun pergi untuk memberitahukan pelayan dan juga penjaga tentang perintah bos mereka.


Andre mengambil kotak obat lalu membersihkan luka pada kaki Erina saat dia berusaha kabur,ia membersihkannya dengan hati-hati,Andre tidak ingi mengasari Erina,ia sedih melihat ia harus mencekik Erina seperti tadi,Namun Andre tidak dapat menahan emosinya ketika Erina berniat meninggalkan nya.


"Jangan harap bisa pergi dari ku Erin,selama ini sekuat tenaga aku mencoba untuk mencintai orang lain,namun tidak berhasil. Aku tidak bisa menghilangkan mu dari pikiran ku." ujar Andre "Dan sekarang aku mendapatkan mu,kita akan memulai dari nol lagi."ucap Andre sambil mengoleskan obat pada kaki Erina.


Andre merebahkan diri disamping Erina,mengelus lembut kepala Erina,ia pun tertidur disamping Erina yang masih pingsan.


"Rey.!!" teriak Salsa diujung lorong,ia berlari ketempat Rey berdiri, "Gimana perkembangan Karin." tanya Sala.


Rey hanya menghembuskan nafas dalam,"Belum ada perubahan,dia masih koma,,aku sudah menyuruh orang menyampaikan kabar ini pada Gavin, sekarang aku bahkan tidak tau Nona Erina ada dimana." Ucap Rey frustasi.


"Dia kabur bersama simpanannya,apa


yang perlu dicari lagi." ucap Salsa.


"Kita belum menemukan bukti apapun yang mengarah bahwa nona Erina kabur,dalam kondisi seperti ini status nona Erina baru Hilang." Ucap Rey.


"Yasudah kita buktikan saja saat Gavin kembali,Erina itu tidak sebaik yang kamu pikir Rey,Sudahlah aku mau lanjut kerja." Ucap Salsa sedikit marah karna Rey yang masih belum percaya.


Salsa berlalu meninggalkan Rey,dan memasuki ruangannya.. "Aku sudah menyingkirkan wanita itu,tapi masih saja semua orang percaya padanya.!" ucap Salsa marah.

__ADS_1


Salsa meraih lembar foto Erina dan Andre saat masih sekolah,ada beberapa foto mereka berdua didepan toko Erina waktu itu,Leo adalah orang yang mengambil gambar mesra itu saat Andre mengunjungi toko Erina, walau sebenarnya tidak seperti yang terjadi waktu itu.


Melihat peluang besar Salsa langsung saja menuju ruangan Karin,disana ada Mila yang baru saja menyelesaikan tugas kuliahnya, "Mil,nih kakak bawakan kopi buat kamu." Salsa menyodorkan kopi tersebut pada Mila.


"Wah.. makasih kak,tau aja ." ucap Mila menyeruput kopinya,,


"Rey bilang dia sudah mengirim orang untuk mengabarkan Gavin,mungkin sebentar lagi kakak mu akan pulang." Ucap Salsa mengelus lembut pucuk kepala Mila.


"Benarkah kak.? semoga kak Gavin secepatnya kembali." ucap Mila melirik Karin yang tengah terbaring koma.Hatinya sedikit lega mendengar Gavin akan segera pulang.


"Masalah Erin.." ujar Salsa.


"Kak Gavin pasti bisa menemukan kak Erin,semoga kak Erina baik-baik saja.." ucap tulus Mila.


"Hmm.. tapi,sepertinya tidak seperti itu." ucap Salsa.


"Maksud kakak?" tanya Mila.


Salsa menyodorkan foto kebersamaan Erina dan Andre, Mila yang melihat itu merasa tidak percaya,tapi fakta sudah didepan matanya,Hati Mila merasa sakit, perasaannya bercampur aduk antara kecewa dan sayang.


"T..tapi kenapa kak Erin melakukan ini semua,apa alasannya kak Sa.?" ucap Mila berkaca-kaca.


"Apa?! Nikah kontrak maksud kakak,jadi alasan mereka menikah bukan karna saling mencintai tapi karna paksaan ?" Tanya Mila syok.


Salsa yang kaget mengira Mila sudah tau padahal tidak, Ini semakin mudah bukan.. "Jadi kamu tidak tau Mil, Kalau Erina dan Gavin itu nikah kontrak.? ya aku pikir awalnya mereka sudah saling jatuh cinta.. tapi melihat kejadian kemarin aku jadi paham kenapa Erina sampai kabur seperti itu." ujar Salsa.


"Dan dugaan aku penyebab Karin koma karna mereka,bisa jadi Karin memergoki mereka dan karna panik mereka menabrak Karin gitu aja lalu Pergi." ucap Salsa berusaha menghasut Mila.


Mila mendengar penjelasan Salsa yang terdengar masuk akal, "Aku bahkan sangat menyayangi nya seperti aku menyayangi kak Gavin dan kak Karin,kenapa balasan kak Erin sejahat ini." Ucap Mila menangis dan meremukkan foto yang ia pegang.


Salsa langsung memeluk lembut tubuh Mila,ia berusaha menguatkan Mila, seakan-akan mengatakan bahwa aku siap menjadi kakak ipar mu,Tapi Salsa hanya memeluk Mila,tanpa disadari oleh Mila ada yang melengkung disudut bibir Salsa.


"Sudah bisa.?" tanya Gavin tak sabaran,ia bahkan tidak bisa tidur karna mendengar kabar bahwa tiang sinyal siap Malam ini.


"Sudah tuan,saya sedang berusaha menghubungi Rey."

__ADS_1


Tidak lama kemudian telpon Rey terhubung, Daniel langsung menanyakan perihal apa Rey menyampaikan kabar darurat.Rey pun membicarakan hal penting ke Daniel,seketika muka Daniel berubah pias,Gavin yang melihat raut wajah Daniel langsung menyambar Hp tersebut.


"Hallo Rey,apa apa.?!" tanya Gavin tak sabar.


"Gavin,Karin.." ucap Rey menggantung.


"Ada apa dengan Karin.?! bicara yang jelas.!!" ucap Gavin marah.


"Karin koma." ucap Rey tersendat. Hatinya ikut merasa ngilu mendengar ucapan nya sendiri.


Gavin bagaikan disambar petir,kakinya menjadi lemas hampir saja ia terjatuh namun Daniel dengan cepat merangkul dan membantu Gavin untuk duduk.


"Apa maksudmu Rey,kenapa adik ku bisa koma.!!" Teriak Gavin,"Hallo.. Rey..?!! Halo..!!! Sialan.!! sinyal terputus, Urus barang-barang ku,kita pulang malam ini juga!." Ucap Gavin marah.


"Baik tuan." Daniel membereskan barang-barang Gavin dengan segera,lalu langsung memesan tiket ke negara A menjelang mereka sampai di ibu kota.


Apa yang terjadi dengan Karin,Rey hanya memberitahu tentang Karin saja kan,berarti Mila dan Erina pasti baik-baik saja.- Gavin.


"Sudah siap tuan, Kita langsung berangkat saja, tiket sudah saya pesan," Ucap Daniel.


"Kau gila..?!! suruh jet pribadiku mendarat di kota ini, aku tidak bisa lagi menunggu jika harus tiga jam hanya untuk sampai ke ibukota." Ucap Gavin.


"Maafkan saya tuan,akan saya menghubungi mereka." Astaga aku lupa lagi,karna dia kemarin meminta naik pesawat umum ku kira mau pakai itu juga - Ucap Daniel.


Daniel pun menjadi tidak karuan mendengar kabar mengejutkan dari Rey.


Apa yang terjadi saat kami tidak ada,Apa guna anak buah ku itu,awas saja kalian.


Gavin dan Daniel meluncur ke pusat kota untuk menunggu jemputan jet pribadi milik LUZIO GROUP. mereka langsung meluncur malam itu juga,kemungkinan sebelum fajar mereka akan sampai diNegara A.


Jangan tinggalin aku Karin,jangan seperti Ibu dan Ayah - Gavin.


**Bersambung..


...Jangan lupa LIKE, VOTE,dan KOMEN yang selalu Autrhor nantikan....

__ADS_1


...Terimakasih telah membaca,Klik FAVORIT untuk mendapat Notifikasi Update selanjutnya....


...Bye bye.. Love U Tomat ❤️❤️❤️**...


__ADS_2