
Dimeja makan Karin hanya melihat Mila yang sedang makan sendirian,ia tidak melihat Gavin dan Erina.
"Loh Mil, kak Gavin sama kak Erin kemana.. ?" tanya Karin.
"Kata pak yan kak Erin sama kak Gavin masih tidur.." ucap Mila yang melahap nasi gorengnya.
"Hah.. jam berapa ini, apa kak Gavin tidak ke kantor."
"Mana Mila tau,tapi kak.. nantikan kak Gavin mau berangkat.. ga mungkin masuk kerja sekarang."
"Eh iya juga ya.." ucap Karin melahap nasi goreng nya. "Kita pergi bareng ya Mil,biar nanti barengan aja ke bandara langsung.. kak Erin juga pasti sama kak Gavin perginya." jelas Mila.
"Oke kak.. " Ucap Mila.
Setelah melahap habis makanannya,mereka langsung bersiap berangkat."Pak Yan,kamu pergi dulu ya.. nanti bilang saja pada kak Gavin kalo kami langsung nyusul ke bandara aja.." ucap Karin.
"Baik nona,akan saya sampaikan.. hati-hati dijalan." bungkuk hormat pak yan.
"Aduh pak yan.. jangan membungkuk pada ku,pak yan sudah Karin anggap sebagai ayah Karin sendiri,pak yan yang merawat kami selama ini.. Mulai sekarang jangan pake membungkuk yaa.. ucapan saja sudah cukup." jelas Karin.
"Yang dikatakan kak Karin benar pak yan,kami ini sudah menganggap pak yan seperti ayah kami sendiri." ucap Mila.
"Baiklah nona,saya tidak akan mengulanginya.." ucap pak yan terharu..
"Yasudah kami pergi dulu,bye pak yan.." ucap Karin yang dilanjutin dengan Mila yang melambaikan tangan pada pak yan..
Ada sesuatu yang menganak disudut mata pak yan,ia terus memandangi punggung kedua nona kecilnya, Nona kecil yang secara langsung ia asuh sendiri sedari kecil.
Dikamar utama Erina mulai menggeliat dan membuka perlahan matanya,ia dapat melihat sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah gorden.
Seketika matanya membulat melihat suaminya masih tertidur pulas disampingnya..
"Hah.. sudah jam berapa ini,ya ampun.. aku bangun kesiangan.." Erina langsung membangunkan Gavin.
"Sayang.. kamu gak kerja,maaf sayang aku kesiangan.." ucap Erina pada Gavin.
Mendengar itu bukannya langsung duduk,Gavin malah semakin menenggelamkan tubuhnya dibawah selimut.
"Aku tidak masuk sayang,kamu juga jangan masuk kerja.. temani aku,nanti sore kamu mengantar ku ke bandara." Ucap Gavin yang langsung menutup kepalanya,ia merasa sangat mengantuk dan melanjutkan tidurnya.
"Aku lupa kalau nanti sore keberangkatan Gavin,yasudah kalau gitu aku mau mandi dulu.." Erina berjalan dengan tubuh polosnya mengambil semua pakaian yang tergeletak dari tadi malam.
Erina meletakkan pakaian nya didalam keranjang kotor dan masuk kedalam kamar mandi.. ia memutuskan untuk berendam dengan air hangat,
"Aku pasti akan rindu dengan suami ku nanti,Huff padahal cuma dua mingguan saja,kenapa berasa akan ditinggal dua tahun.." ucap Erina memikirkan ia akan tidur sendiri mulai malam nanti.
Selesai mandi,Erina turun kebawah untuk sarapan..
"Pagi Nona Muda.." ucap sopan pak yan.
"Jangan panggil nona muda pak,panggil Erina aja.." ucap Erina pelan.
"Baiklah nona Erina,mau saya siapkan sarapan..?" tawar Pak Yan.
"Boleh deh pak,siapkan juga untuk Gavin ya pak.. saya akan antar keatas.. Kami seharian akan berada dikamar." ucap Erina.
"Baik nona Erina." ucap Pak Yan yang meletakkan nasi goreng ke hadapan Erina.
"Karin sama Mila udah berangkat ke kampus ya pak?"
"Sudah sedari tadi nona,mereka berangkat berdua.." jelas pak yan yang sedang menyiapkan sarapan untuk Gavin.
"tumben sekali berangkat berdua.." ucap Erina.
"Katanya nanti mereka menyusul anda dan tuan muda ke Bandara nona." ucap pak yan.
"Oohhh.. begitu.." Erina melahap nasi goreng sampai habis.. "Sudah siap sarapannya pak..? ini piring kotor saya.." ucap Erina yang menghampiri pak yan sambil membawa piring kotornya.
"Ya ampun nona,biarkan saja diatas meja nanti bisa saya ambil,jika piring ini jatuh dan pecah,nona bisa terluka nanti.." ucap pak yan dengan hati-hati mengambil piring dari tangan nona muda nya.
__ADS_1
"Aduh pak yan.. itu terlalu berlebihan,saya sudah terbiasa kok,tidak apa-apa.." ucap Erina dengan senyum tulus.. "Ini pak sarapannya.. biar saya bawa aja,mungkin sekarang Gavin lagi mandi.." ucap Erina.
Pak yan merasa ragu membiarkan nona muda nya membawa nampan makanan sendiri,namun Erina tetap bersikeras membawa nampan itu sendiri.
Pak yan tidak dapat melarang nona muda nya,dan hanya memperhatikan nona muda nya membawa nampan hingga kedepan lift.
"Bagaimana saya bisa membiarkan akan kesulitan nona,sedangkan sekarang anda adalah wanita berharga dihidup tuan muda." gumam pak yan,lalu ia menuju dapur menyelesaikan pekerjaan nya.
Pak yan memang kepala pelayan diMansion ini,tapi kalau soal makanan untuk penghuni Mansion,ia langsung yang memasak dan menyiapkan,pelayan yang lain hanya membantu menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan.
Ceklekkk.. Erina membuka pintu kamarnya,ia tidak melihat suaminya ditempat tidur,ia mendengar suara air mengalir dikamar mandi,Gavin tengah mandi.
Gavin yang selesai mandi melihat Erina sedang mengganti seprai tempat tidur mereka, "Sayang.. kenapa kamu yang mengganti itu sendiri,suruh saja pelayan yang ganti.." ucap Gavin mengelap rambutnya..
"Tidak apa-apa sayang,ini kan pekerjaan yang mudah, lagian aku sedang tidak sibuk.." ucap Erina yang membentang bad cover lalu meletakkan seprai lama dikeranjang pakaian kotor.
"Ya istriku memang sangat rajin,Sayang.. tolong keringkan Rambut ku.." ucap Gavin yang menyodorkan handuk ke arah Erina.
Erina mengambil handuk lalu duduk disofa..sedangkan Gavin duduk diatas karpet wol yang lembut.
"Sayang itu sarapan kamu ya.. aku sudah sarapan tadi dibawah.." ucap Erina yang sedang mengeringkan rambut suami nya.
"Terimakasih istriku.." ucap Gavin yang menikmati sentuhan lembut di kepala nya .
Selesai mengeringkan Rambut,Gavin langsung lahap memakan sarapannya..
"Sayang.." Gavin mengeluarkan benda berbentuk bintang, "Ini adalah alat pendengar,sudah ku bentuk seperti mainan gelang,sangkut kan ini di gelang mu.. ini akan merekam percakapan kamu dengan orang lain. Aku bukannya tidak percaya kamu tapi ini untuk menjaga kamu selama aku pergi." jelas Gavin.
Erina langsung memakai mainan kecil itu digelang couple nya bersama Gavin."Baik sayang,aku mengerti kok.. ini juga ada alat pelacak..?"
"Otomatis sayang,jadi aku bisa tau posisi kamu,akan terhubung dengan ponsel ku.. aku juga pakai satu digelang ku.. Jika bintang digelangku berwarna merah berarti bintang gelang mu sudah tidak aktif lagi."
"Canggih ya sayang.. " ucap Erina terpesona melihat benda kecil namun sangat berharga.
"Ini semua untuk kamu sayang," ucap Gavin.
"Iya aku tau kok sayang,dengan ini aku akan merasa kalau kamu terus berada didekat ku.." ucap Erina..
"Pak yan,aku berangkat dulu,ku titip Erina dan si kembar.. jaga mereka selagi aku tidak ada." ucap Gavin pada pak yan.
"Baik tuan muda,saya akan melakukan yang terbaik.. Hati-hati dijalan tuan.." hormat pak yan pada Gavin.
Mobil Gavin melaju keluar Mansion,Kali ini diantar dengan sopir karna Daniel akan berangkat bersama Gavin.. "Jaga istriku baik-baik saat pulang nanti." pada sopir nya.
"Baik tuan muda." jawab sopir tersebut.
"Daniel bagaimana,sudah siap semua kan.." tanya Gavin
"Sudah tuan muda,semuanya sudah beres." ucap Daniel.
Sepanjang jalan Gavin hanya memeluk dan menciumi istrinya, Sesampainya didalam bandara,Erina melihat Karin dan Mila sudah duduk menunggu Mereka.
"Sayang itu Karin dan Mila.." tunjuk Erina.
Mereka bertiga menghampiri Karin dan Mila yang sudah menunggu, Mereka berdua menghambur memeluk Gavin "Kakak hati-hati ya,kirim pesan kalau sudah sampai."
"Nanti akan aku suruh Daniel mengirim pesan pada kalian,tetapi saat di pertambangan aku akan kesulitan menghubungi karna cuaca ekstrim yang berubah disana.."
"Baiklah kak,tidak apa.. kakak jaga diri disana,cepat pulang.. " ucap si kembar.
"Kalian tenang aja,aku akan segera kembali.." lalu memeluk adik kembarnya.
Selesai memeluk adiknya,Gavin langsung memeluk tubuh istrinya,ia mencium bertubi-tubi pucuk kepala istrinya.. " Jaga dirimu sayang,aku akan segera kembali." ucap Gavin.
"Iya sayang,kamu hati-hati disana.. jika cuaca bagus jangan lupa hubungi aku,oke.." ucap Erina.
"Oke sayang.." ucap Gavin sembari tersenyum.
"Tuan sudah waktunya kita memasuki pesawat." ucap Daniel.
__ADS_1
"Baiklah.. aku berangkat dulu.. Byee.." Gavin melambaikan tangannya pada istri dan adik kembarnya.. begitu juga dengan Daniel.
Erina dan sikembar hanya membalas lambaian Gavin dan Daniel.. Ada yang menganak disudut mata Erina,ia pasti sangat merindukan suaminya untuk dua Minggu kedepan..
Mila yang sudah menangis dipeluk oleh Karin,Karin juga menangis melihat kepergian kakak tersayangnya. padahal mereka dulu sudah biasa ditinggal jauh,ntah kenapa sekarang mereka merasa berbeda.
"Kita tunggu sampai pesawat nya lepas landas ya.." ucap Erina pada si kembar.
"Iya kak.. " ucap mereka serentak.
Akhirnya pesawat Gavin lepas landas.. mereka bertiga memandangi pesawat yang membawa Gavin menghilang keatas langit sampai tertutupi dengan awan..
"Gavinnn..!!!! " teriak Salsa yang membuat tiga perempuan itu melihat ke arah sumber suara.
"Salsa..? " gumam Erina.
"Ngapain Nenek sihir itu datang,hancurin suasana aja." ketus Karin.
"Kak Karin,jangan ngomong gitu,ga boleh," ucap Mila menegur Karin.
Karin yang hampir bete berubah menjadi senang karna ada Rey yang berjalan dibelakang Salsa,ia langsung tersenyum cantik ketika melihat Rey menatapnya.
Rey membalas senyuman Karin, Begini saja sudah bikin meleleh.. ucap Rey dalam hati .
"Gavin mana..? " tanya Salsa yang sudah terengah menahan nafas.
"Barusan lepas landas kak sa,kakak sih telat.." ucap Mila.
"Tuh kan,ini semua salah kamu Rey,kita jadi telat ketemu Gavin.." ucap Salsa marah pada Rey.
"Kok jadi aku?? kamu yang lama sekali siap-siap,pake acara mandi pula,maunya kita langsung saja tadi." Ketus Rey,dia tidak ingin terlihat tidak cool Dimata Karin yang kini sudah menjadi pacarnya.
Salsa hanya menahan emosi dalam hatinya, Sialan..!!! harusnya aku bisa ketemu Gavin, maki Salsa dalam hati.
"Yasudah mari kita pulang.." ucap Erina.
"Yok kak.." Mila menggandeng kedua tangan kakaknya.
Rey dan Salsa mengikuti dari belakang.. "Kalian mau langsung pulang..? apa tidak ingin mampir main ke Mansion..?" tanya Erina.
"Hehe makasih Erina,aku ada urusan lain sebenarnya.. lain kali ya.. oh iya kita jadikan jalan-jalannya bertiga.." ucap Salsa.
"Mau kemana kita kak..?" antusias Mila.
"Kita piknik bareng.. ya kayak zaman sekarang, kita para wanita berkumpul.." ucap Salsa riang. "Tapi nanti kalau kakak dapat libur yaa.. okee.." ucap Salsa riang.
Diihh..sok asik. ucap Karin dalam Hati.
"Kamu atur aja Salsa,kamu tinggal ikut aja kok.." ucap Erina..
"Aku boleh ikut ya.." Rey nimbrung.
"Nggaklah..! ini acara perempuan, laki-laki tidak boleh ikut." ucap Salsa. Yang ada rencana ku berantakan kalau Rey sampai ikut.
"Iya nih kak Rey.. ini hanya untuk ciwi-ciwi kak," ucap Mila nimbrung.
"Ya deh kalo gitu.." ucap Rey cemberut. " Aku boleh main ke Mansion kan.. hehe lumayan numpang makan malam.." ucap Rey..
"Kalau itu boleh sekali kak Rey.. ayoo.." Ajak Mila.
Mereka ber empat menuju pulang ke Mansion, sedangkan Salsa kembali ke apartemen nya,kini ia fokus untuk menjalankan Rencana yang sudah matang ia susun.
**
Bersambung...
...LIKE, KOMENTAR,dan VOTE yang selalu Author tunggu dari kalian🤗...
...Terimakasih telah Setia membaca,Nantikan terus ceritanya yaa..🙏🏼☺️...
__ADS_1
...Love U tomat❤️❤️❤️❤️**...