
Dirumah sakit Rey sedang melihat laporan dari seorang pemimpin apoteker dirumah sakit Pratama. Ia juga melihat rekaman percakapan Salsa dengan Andre tepat saat Karin dilarikan kerumah sakit.
"Apa sudah kalian selidiki se rinci mungkin,aku tidak ingin terjadi kesalahpahaman atau fitnah kedepannya, sudah cukup kacau sejauh ini."
"sudah berulang kali saya pastikan,semuanya tetap sama,sesuai bukti yang saya bawakan."
"Baiklah kau boleh keluar, terimakasih untuk kerja keras mu,aku akan memberi bonus bulan ini,oh iya satu lagi. Jangan sampai siapapun tau "
"Baik direktur, terimakasih atas kerendahan diri anda, saya akan menjaga rahasia ini seperti nyawa saya sendiri.Mohon undur diri."
Jadi kekacauan ini berasal dari kamu sa,apa yang harus aku lakukan,jika orang lain yang melakukan ini aku akan langsung menghancurkan nya,tapi ini kamu.. Apa yang bisa aku lakukan terhadap mu.
Rey sangat frustasi melihat semua bukti tentang keterlibatan Salsa dalam kekacauan,mulai penculikan sampai obat kontrasepsi.
"Daniel.. aku harus menemui Daniel." Rey membereskan semua bukti dan menyimpannya dengan baik.
Diapartemen nya,Erina sedang menjemur beberapa pakaian dibalkon,ia dikejutkan dengan suara teriakan laki-laki persis disebelah balkon nya.Langsung saja ia mengintip dibalik tembok,ia melihat seorang laki-laki yang sedang menangis memegang pisau. Sontak itu membuat Erina sangat terkejut.
"Jangan..!!" teriak Erina yang hanya bisa melambaikan tangan karna terhalang tembok.
Lelaki itu menoleh menatap Erina,melihat Erina lelaki itu pun masuk ke kamarnya. Erina yang takut juga tidak bisa diam saja langsung keluar dari kamar nya dan mengetuk pintu lelaki yang menjadi tetangganya tersebut.
Lelaki itu membukakan pintu,tanpa basa-basi Erina langsung menerobos pintu itu,
"Jangan melakukan hal bodoh,kalau ada masalah mari kita bicarakan bersama,pikirkan keluarga mu."
Lelaki itu menatap Erina bingung. "Maksud kamu apa."
"Jangan mengelak, kamu mau bunuh diri kan ? jelas-jelas aku melihat kamu memegang pisau sambil berteriak dibalkon tadi."
Lelaki yang awalnya bingung menjadi paham maksud dari wanita didepannya,bukannya marah lelaki itu malah tertawa.
Apa-apaan ni orang,malah ngetawain? sepertinya dia memang depresi.
"Kamu sepertinya salah paham nona,tidak ada yang bunuh diri disini."
"Apa ? tapi tadi aku lihat kamu.."
"Ah itu saya sedang memotong bawang,mata ku sensitif,jadi baru dua siung aku kupas dan potong mataku sangat perih,jadi aku keluar untuk menenangkan nya,aku berteriak karna nahan sakitnya,haha maaf ya membuat kamu salah paham."
"Oh begitu.. lain kali jangan asal teriak,orang akan salah paham nanti."
"Haha baiklah nona,maafkan aku.. oh iya saya baru melihat kamu disini,orang baru kah ?"
"Iya saya baru disini,baru dua hari.Yasudah kalau begitu saya permisi,maaf mengganggu."
"Eh nona,"
"Ya ? "
"Boleh kah aku minta tolong,aku tidak sanggup lagi memotong sisa bawangnya,kalau tidak keberatan bisa kamu tolong saya memotongnya.?"
"Kalau aku keberatan gimana.?"
"Hm.. kalau gitu yasudah tidak apa nona,maaf mengganggu."
__ADS_1
"Haha.. becanda,mana sini aku bantu,kamu masak sendirian begini buruan punya istri."
"Saya sudah menikah."
Erina menatap dari ujung rambut hingga ujung kaki,
"Maaf saya tidak tertipu."
"Ha ? bagaimana kamu tau aku berbohong."
"Heh bocah,melihat dari muka dan sifat kamu,mana mungkin sudah punya istri, terlebih lagi umur kamu pasti masih muda,sepertinya kamu seumuran dengan Adikku."
"Kalau begitu berarti kamu lebih tua dari aku dong,"
"Sepertinya iya," Erina mulai memotong bawang tersebut.
"Kalau gitu aku boleh manggil kamu kakak.?"
"Boleh,kamu seumuran adik ku ya sudah seharusnya memanggil ku Kakak."
"kalau boleh tau nama kakak siapa ?"
"Nama ku Erina."
"Oh kak Erina,kalau namaku Dean kak."
Setelah selesai membantu Dean,Erina kembali ke kamarnya,ia merasa semakin nyaman tinggal di apartemen saat ini,ditambah dia sudah memiliki tetangga baru,walau seorang lelaki tapi sudah seperti adiknya,jadi Erina tidak terlalu ambil pusing.
Setelah selesai pulang kerja Randy akhirnya dijemput oleh Mila, sebelumnya Mila sudah membicarakan maksud kedatangan nya.
"Harusnya kamu tidak perlu bersusah payah menjemput ku,aku bawa mobil."
"Yasudah kalau gitu ayo."
Dan di kantor Gavin sedang duduk dikursi kerjanya,sudah beberapa hari ini dia tidak makan dengan baik.
"Tuan,anda beristirahat lah.. biar saya yang akan mengurusnya,jika tidak ingin pulang,bisa menginap disini atau dirumah saya."
"Aku baik-baik saja,besok atur pertemuan ku dengan investor dari Grup J.. Soal Erina,apa kalian sudah menemukan nya ?"
Saya sudah tau tuan,tapi ini demi anda dan nona Erina,terpaksa saya rahasiakan sementara dari anda, saya ingin melihat anda sadar betapa pentingnya nona Erina bagi anda,setidaknya inilah terakhir kalinya anda menyakiti Nona.
"Belum tuan, perusahaan sangat sibuk aku tidak konsen untuk itu,tapi pencarian akan terus berlangsung."
"Baiklah kalau begitu,Daniel apakah aku terlalu jahat pada istriku,Harusnya disaat dia menjadi orang tertuduh,akulah satu-satunya orang yang mempercayai dia kan.. dia pasti kecewa hingga memutuskan untuk pergi."
"Mungkin nona Erina butuh waktu tuan,melihat masalah yang tidak kunjung selesai,ditambah tuan tidak mempercayai nya."
"Kalau kau sudah menemukannya,jangan menyuruhnya pulang,biarkan aku yang akan datang padanya.. aku sendiri yang akan membujuknya untuk pulang."
Wajah Gavin tampak sedih,berat badannya berkurang.. Gavin benar-benar tersiksa dengan semua yang terjadi,penyesalan yang harus ia tebus saat ini.
Dikamar Karin,Randy dan Mila sudah berkumpul membicarakan kepergian Erina.
"Coba kalian pikirkan,kemana orang akan pergi jika ingin menenangkan diri,"
__ADS_1
"Banyak kak,bisa ke mal, shopping,atau naik gunung."
"Bukan itu maksud ku,kita lihat dari kepribadian mereka,Ran menurut mu dengan tipe orang seperti kak Erin biasanya menyukai tempat seperti apa .?"
"Kakak ku itu tidak banyak teman,lebih tepatnya nggak ada teman,dia lebih suka menghabiskan waktunya sendirian dibanding berada ditempat ramai. Tapi kak Erin takut sepi senyap,setidaknya tempat itu ramai suara ntah itu dari kicauan burung,atau ombak dilaut."
"Ombak dilaut ya.. apa jangan-jangan kak Erina pergi kesana,tapi bisa saja berada disana,dia sendirian, tidak suka tempat Hening dan sepi,tapi tidak suka berada di keramaian manusia.Berada dipinggir laut sendirian adalah hal yang bisa kak Erin lakukan."
"Tapi apa yang Kak Erin lakukan disana ? " ucap Mila bingung.
"Aku tau.!! ada dua tempat pinggir laut,di dua tempat itu ada apartemen dan juga homestay untuk para pengunjung ataupun menetap sementara. Besok kalian berdua cari kesana,eh tidak,aku ikut saja dengan kalian."
"Apa? kakak gila,dengan kondisi kakak seperti ini mau pergi,aku ga mau kakak kenapa-kenapa nanti dijalan,, Kak Gavin akan ngamuk kita nggak ada disini."
"Melihat kak Gavin bodoh seperti ini aku jadi tidak takut lagi padanya."
"Kakak. bicara apa ini,terus kalau kak Erin tidak ada disana,gimana.?"
"Ya pulang lah Mil,kamu ini sama aja sama kak Gavin."
Mila cemberut mendengar ucapan pedas saudari kembarnya.
"Baiklah besok pagi-pagi sekali kita berangkat ,biar aku yang menjemput kalian "
"Baiklah." Serentak Karin dan Mila.
Dikantor Rey tengah mati kutu melihat kemarahan Gavin,ia terpaksa mengungkapkan semuanya pada Gavin.
Bagaimana ini,niat ku ketemu Daniel kan,kenapa ketemu sama Gavin sih,mana mulut ku ini ember sekali. Lagian aku mana tau dia dikantor.
"Dimana Salsa ?!" teriak Gavin.
"Kau tenanglah,aku adalah orang pertama yang mencarinya,tapi dia tidak masuk tugas tadi."
"Kau temukan dia secepatnya,kenapa harus Salsa ! orang yang sudah aku anggap sebagai saudara sendiri, aku bahkan menyakiti istriku karna kepercayaan ku padanya,"
"Itu bukan salah mu Gavin,wajar kau mempercayai nya, dia wanita yang dekat dengan mu selama ini,tapi kalau soal Nona Erina,itu memang kesalahan mu "
"Hahh!! ini memang salah ku,akan ku urus Salsa nanti, sekarang aku harus menemukan Erina."
"Yasudah karna kau sudah tau semua kini kau fokus pada pencarian istri mu,aku yang akan mengurus Salsa disini."
Malam hari diapartemen,Erina sedang menyiapkan makan malamnya,namun harus terhenti karna ada tamu yang datang.
"Malam kak.." dengan senyum secerah mentari.
"Dean,ngapain malam-malam kemari ?"
"Ini aku membawakan sup yang aku buat tadi,mohon dimaklumi kalau rasanya tidak seenak restoran bintang lima "
"Ishh kamu ini,selagi bisa dimakan pasti enak rasanya."
"Ya semoga kakak suka,ini Terimakasih ku karna kakak bantuin aku motong bawang hehehe.Kalau gitu aku balik ya kak, dah."
"Dah.. terimakasih sup nya ya."
__ADS_1
"Iyaa.." ucap Dean yang sudah menghilang didalam pintu kamarnya.
Bersambung..