Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Erina Ingin Hamil ?


__ADS_3

Flashback.


"Dasar nenek sihir..!!" teriak Karin.


"Kakak udah,jangan bertengkar nanti kak Gavin memarahi mu lagi." ucap Mila berusaha menahan saudari kembarnya.


"Minggir Mila.! akan ku hajar dia dan ku kirim kehutan Amazon,berani sekali dia memfitnah ku !" teriak Karin menunjuk Salsa.


Mila yang diusir Karin langsung berlari pergi, Salsa yang melihat kesempatan itu langsung mendekat kearah Karin. Saat itu usia Salsa 16 tahun sedangkan Karin berumur 10 tahun.


"Mau apa kau ?!" tanya Karin,tubuhnya seakan kecil melihat salsa yang berada diatasnya.


"Dengar ya,asal kau tidak menghalangi ku untuk bersama dengan Gavin,aku tidak akan menyentuh mu." ujar Salsa.


"Kamu.? hahahaha kakak ku tidak sebanding dengan wanita jahat seperti mu !" tekan Karin.


Karin sudah sangat muak mendengar Salsa selalu menyalahkan Karin dengan semua yang terjadi padanya,dia memanfaatkan ketidaksukaan Karin padanya untuk mendapat perhatian Gavin.


"Apa kau bilang.? berani sekali kau mengatai ku jahat, mau ku tunjukkan jahat itu apa hah.?! sini ku beritahu." Salsa menarik kerah baju Karin.


"Lepaskan dia..!!!" ucap seseorang.


Salsa yang terkejut langsung melepaskan cengkraman nya dibaju karin.dan melihat siapa yang meneriakinya.


"Kak Luna.?!" teriak Karin,ia langsung menghambur memeluk Luna.


"Kamu tidak apa-apa sayang ada yang sakit.?" ucap Luna lembut pada Karin. Karin menggeleng dan tersenyum menandakan dia baik-baik saja.


"Siapa kau.?" tanya Salsa.


"Aku rasa tidak penting memberitahu nama ku kepada orang seperti mu." ujar Luna.


"Dia sering memfitnah ku,agar mendapat perhatian kak Gavin," ujar Karin mengadu pada Luna.


Luna adalah kakak sepupu Gavin,saat itu usia Luna menginjak 19 tahun,ia sedang berkuliah dinegara A sedangkan orang tuanya (paman dan bibi Gavin) berada dinegara C.Luna tidak tinggal di Mansion bersama orang tua Gavin yang pada saat itu masih hidup,ia lebih suka mandiri dan bebas.


"Lemah juga ya kau,beraninya pada anak kecil " ujar Luna,"Harusnya lawan kau itu aku.!" teriak Luna dan menjambak rambut Salsa .


Salsa yang kesakitan berusaha membalas menjambak rambut Luna,namun karna kalah tinggi Salsa tidak bisa menggapai nya. Tidak punya cara lain Salsa mengarahkan tangannya ke arah pipi Luna,dengan cepat Luna menangkis,


"Kau ingin menampar ku ?sebelum itu biar aku yang duluan "


Plakkkk.. satu tamparan mendarat dipipi Salsa.


"Awwww.. kau .! berani sekali kau !!" Ketika salsa ingin membalas,namun Gavin muncul memanggilnya.Lantas saja Salsa berakting seakan tersakiti.


"Kenapa pipi mu.?" ujar Gavin heran.


"Gavin.. hikss. Dia mena.." belum sempet melanjutkan,Luna langsung merangkul salsa.


"Maafkan kakak ya Salsa,aku terlalu keras memukul mu,tapi nyamuk tadi memang sangat bahaya jika tidak dibunuh." ujar Luna berbohong.


"Iya kak Salsa,kata guru ku nyamuk jenis itu bisa membuat orang sakit DBD dan bisa meninggal," ucap Karin menambah nambahkan.


"Oohh.. kalau begitu berarti tidak sengaja,yaudah ayo aku kompers pipi mu." ujar Gavin menarik tangan Salsa.


Salsa melihat tajam ke Luna, Awas saja kau,akan ku balas suatu hari nanti..! - teriak Salsa dalam Hati.


Luna dan Karin bersorak kemenangan.


"Terimakasih ya kak Luna, aku puas sekali melihat nenek sihir itu menderita hahahha." ucap Karin.


"Sama-sama sayang,untung tadi kakak ketemu Mila,oh iya paman dan bibi dimana.?" tanya Luna.

__ADS_1


"Papa dan mama keluar kota kak,lusa baru kembali." ujar Karin.


"Kalau gitu ayo kita jalan-jalan bertiga sama Mila" ucap Luna.


"Horee..!! yuk kak ." ucap Karin bersemangat.


Comeback On.


"Benarkah itu kak.? tapi Salsa yang sekarang sangat baik." ujar Erina.


"Aku sih tidak yakin dia sudah berubah,melihat dia terobsesi dengan suami mu,tapi ya tidak tau kalau ia sudah berubah.. mungkin Tuhan membentur kepalanya." ujar Luna ketawa.


"Kakak ini.." ujar Erina.


"Tapi ku saran kan pada mu, hati-hati dengan Salsa, dia itu bukan orang baik,diluar perubahan yang kamu bilang tadi,aku merasa dia punya niat ga baik pada mu." ucap Luna.


"Ini,rutin konsumsi ini " Luna menyodorkan pil kepada Erina.


"Apa ini kak." ujar Erin.


"Ini pil penyubur kandungan,jika kamu hamil.. Gavin akan semakin terikat pada mu,dan si nenek sihir itu tidak akan berani mendekati suami mu lagi " ucap Luna.


"Tapi kak,Salsa sudah memberiku pil juga waktu itu,cuma belum habis." ucap Erina.


"Buang obat itu,dan ganti dengan ini.dan ini juga parfum khusus pasutri,kamu pakai ketika malam hari, dijamin Gavin akan memakan mu tiap malam." ujar Luna.


Erina mendengar itu menjadi merona,"Kakak ini bisa aja.. tanpa memakai itu dia selalu meminta tiap malam." ujar Erina menutup mulutnya.


"Tidak apa kali Erin,kita kan sesama istri.. tapi jika memakai parfum ini,dia akan semakin tergila-gila pada mu,ambil saja.. dan usap dileher dan bagian yang mudah dihirup." Luna menyerahkan obat dan juga parfum pada Erina.


"Baiklah kak, terimakasih.." ucap Erina dan meletakkan itu kedalam tas miliknya.


"Ini sudah selesai cemilan dan teh nya,ayo kita antar." ujar Luna.


"Chilla ayo mandi,ganti baju sekolah mu itu,sudah selesaikan menunjukkan nya ke paman mu " ujar Luna.


"Udah mah,oh iya chilla mau mandi nya bareng Tante itu." Chilla menunjuk Erina.


"Namanya Erina sayang,Tante Erin." ucap Luna.


"Ah iya,Chilla mau mandi sama Tante Erin." ujar Chilla berlari kearah Erina dan menarik tangan Erina.


"Mentang-mentang ada Tante Erin,jadi lupa sama paman." ucap Gavin pura-pura sedih.


"Paman laki-laki,ga boleh ikut Chilla mandi." ucap Chilla dengan telunjuk seperti seorang guru.


Gavin tertawa melihat tingkah menggemaskan ponakannya. "Silahkan mandi tuan putri ku,dandan yang cantik." ucap Gavin mengedipkan mata.


Erina melihat tatapan sayang Gavin pada Chilla, terlintas dibenak nya ingin cepat memiliki anak dengan Gavin, Pasti sangat menyenangkan jika aku memiliki seorang anak,Gavin pasti akan bersemangat setiap hari untuk pulang.- ucap Erina dalam hati.


"Tidak mandi pun aku tetap cantik paman." ucap Chilla membanggakan wajah imutnya.


Semua orang tertawa melihat tingkah gadis kecil ini.


"Anak papah memang cantik," ucap Sebastian.


Chilla dengan semangat menarik tangan Erina, Luna hanya menggeleng-geleng melihat tingkah putri tunggalnya."Pelan-pelan sayang." ujar Luna.


Selesai memandikan Chilla ,Erina duduk dimeja dapur sambil memotong bahan makanan sekaligus menunggu Luna menyiapkan Chilla dikamar.Luna memaksa Gavin dan Erina untuk makan malam sebelum pulang ke negara A.


"Sayang.. " Peluk Gavin tiba-tiba dari belakang.


"Ya ampun sayang.. kamu ngagetin aja,ini kenapa lagi tolong tangannya dikondisikan, nanti kak Luna lihat aku jadi malu." ujar Erina.

__ADS_1


"Ngapain malu,kita kan sudah sah." kecup Gavin mendarat dipipi Erina.


Mata Erina membulat. dia mencubit pelan pinggang suaminya.Gavin langsung saja menarik pipi Erina.


"Paman.? " ucap Chilla yang sudah memakai gaun merah jambu.


"Woww.. my princess." Gavin menggendong Chilla dan membawanya keruang tengah.


Erina menatap punggung suaminya lalu melanjutkan memotong bahan makanan yang akan dimasak untuk makan malam nanti.


"Loh Chilla dimana Rin.? " tanya Luna.


"Dibawa Gavin tuh kak ke ruang tengah." ucap Erina.


"Aduhh kamu ngapain,biar kakak aja.. nanti baju kamu bau bawang." ujar Luna.


"Udah kak,nggak apa-apa.. aku dulu sering memasak, cuma setelah menikah aku tidak pernah lagi menyentuh dapur." ucap Erina.


"Yasudah bagus kalo gitu,mari kita mulai pertempuran dengan bumbu-bumbu ini." ucap Luna.


Mereka berdua memasak makanan beraneka ragam. Luna juga memberi tau makanan kesukaan Gavin, Erina ingin memasak pertama kalinya untuk suaminya.


Setelah makanan siap,mereka makan bersama dimeja makan. Daniel kebetulan menyusul sudah datang untuk makan malam dirumah Sebastian.


"Coba aja kalian besok pulang nya,aku kan masih mau mengobrol dengan Erina." ucap Luna sambil menyuapi Chilla.


"Bulan depan kita berlibur kesana ya sayang,Chilla juga libur akhir tahun kan." ucap Sebastian.


"Ahh iyaa..Ga sabar untuk menginap diMansion." ucap Luna antusias.


"Ya ampun kak,kami aja masih disini.. sudah membayangkan bulan depan aja." ujar Gavin.


"Suka-suka kakak dong," ujar Luna.


"Wahh kak.. masakan mu mengalami kemajuan ya, enak sekali ." ujar Gavin.


Daniel yang mendengar itu langsung mengambil dan ikut merasakan,"Iya enak sekali,nyonya memang terbaik." ucap Daniel.


"Ya aku berharap nya sih begitu,tapi makanan ini semua buatan istrimu,aku hanya membantunya saja." ucap Luna.


"Pantas enak.." ucap Sebastian keceplosan.


"Apa kamu bilang.?" Luna melotot pada Sebastian.


"Hahaha makanan kamu juga enak kok sayang.." ucap Sebastian menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Ya ampun,bos besar pemimpin Mafia lagi,bisa takluk sama istrinya sendiri,memang perempuan ini ras terkuat di bumi.- Ujar Daniel.


"Sudah jangan dimakan lagi,ini buatan istri ku. kau makan nasi nya aja." ujar Gavin pada Daniel.


"Sayang jangan gitu,Makanlah Daniel,aku memang sengaja masak untuk mu." senyum Erina.


"Jangan tersenyum padanya," ujar Gavin yang kesal karna berbagi masakan Erina dengan Daniel .


Maaf tuan,saya tidak bisa mematuhi anda untuk urusan perut,ini enak sekali..- Ujar Daniel.


**Bersambung..


...Jangan lupa LIKE,VOTE,dan KOMEN yang selalu Autrhor tunggu.....


...Terimakasih telah membaca, Klik FAVORIT untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya....


...Love U Tomat❤️❤️❤️**...

__ADS_1


__ADS_2