Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Kemarahan Erina


__ADS_3

"Halo Leo,ada apa.?" jawab Andre pada kanan kanannya.


"Maaf boss.. tuan Sebastian meminta anda untuk menemuinya,"


"apa ada yang tertangkap..? "


"Tidak bos, penyeludupan malam ini berjalan dengan lancar,tuan Sebastian ingin mendiskusikan barang baru. Para anggota disuruh berkumpul."


"Baiklah aku kesana sekarang"


Selama ini Andre menjadi salah satu anggota Mafia negara B,ia dapat memajukan perusahaan nya dengan cepat berkat dunia Mafia,Ayahnya tidak tau jika anaknya yang dia anggap murni berbakat itu tidak sepenuhnya memakai kemampuan nya.


Saat lulus sekolah Andre memang berencana membalas perasaan Erina,namun karna ayahnya memaksa ia untuk membantu perusahaan ayahnya,ia tidak jadi untuk mengatakan perasaannya,ia memang memiliki perasaan tersendiri pada Erina walau perasaannya tidak sebesar milik Erina.


Perusahaan ayah Andre mengalami penurunan yang membuat nya hampir bangkrut,Andre yang saat itu masih remaja bingung ingin memulai dari mana,sampai akhirnya ia bertemu dengan tuan Sebastian,dan meminta bantuan pada Pria tersebut,namun tuan Sebastian memiliki syarat bahwa Andre harus menjadi salah satu anggotanya.


Andre yang saat itu ragu namun membutuhkan bantuan akhirnya mengiyakan dan menjadi anggota mafia. Tuan Sebastian pun menyuntik kan dana yang tidak sedikit pada perusahaan Andre.


Andre pun menjadi sangat bersemangat,dia terjun kedalam dunia kotor tersebut sampai saat ini, awalnya posisi Andre hanya anggota, tetapi tuan Sebastian yang melihat kinerja Andre yang bagus dan berkat Andre penjualan barang haram melaju pesat ia pun mengangkat Andre menjadi salah satu tangan kanan tuan Sebastian.


"Aku akan kembali nanti Erina" Andre melajukan mobilnya meninggalkan toko Erina,, Andre ingin membawa pergi Erina dari sisi Gavin,ia merasa sudah mampu karna ia juga memiliki kekuasaan yang tidak kalah kuat dengan Gavin.


"Mba ada perempuan,mau ketemu katanya."


"Suruh masuk saja,itu pasti Karin" ,


"Oke mba.."


Saat pintu terbuka Erina yang mengira itu adalah Karin,tetapi matanya membulat melihat siapa perempuan yang dimaksud Mala.


"Hayy.." sapa Salsa yang membawa kue ke toko Erina.


"Hay.. nona Salsa,," Erina langsung berdiri dan menyuruh Salsa untuk duduk.


"Panggil saja Salsa.. sepertinya kita seumuran,"


"ah iya Salsa.. kok bisa tau toko ku..?"


"Dari Rey.. katanya dia pernah kesini,kan aku berkerja dirumah sakit yang Rey pimpin,jadi aku setiap hari bertemu dengan Rey.."


"Oh begitu.. tunggu sebentar ya.."


Erina mengambil Teh kemasan yang ada dikantornya, Salsa melihat sekeliling toko Erina,


jadi ini kehidupan wanita ini, lumayanlah untuk wanita sepertinya.


"Silahkan diminum.." Erina menyodorkan teh kemasan kepada Salsa.


"Terimakasih.. btw aku kesini mau minta maaf karna pertemuan pertama kita,aku refleks saja memeluk Gavin,aku masih merasa tidak enak dengan mu" ucap Salsa.


"tidak apa-apa Salsa,aku ngerti kok,kalian kan sahabat"


"Ya aku dan Gavin memang paling dekat, dia tidak suka berdekatan dengan siapapun kecuali aku,ya waktu dulu ia sakit aku yang selalu menemaninya." Salsa menceritakan bagaimana kedekatan nya dengan Gavin, ia sedikit melebih-lebihkan seakan mengatakan bahwa ia sangat berharga di hidup Gavin.


Kenapa dia bercerita seakan menyuruhku tau batas ya, istrinya Gavin kan aku,ya dia memang sahabat sejatinya Gavin tapi aku istrinya sekarang.


Erina hanya mengangguk sambil mendengarkan cerita Salsa,ia tidak ingin menunjukkan raut tidak nyamannya kepada Salsa. Setelah beberapa lama Salsa mengobrol ia pamit untuk kembali ke rumah sakit. Erina pun mengantar Salsa sampai kedalam mobilnya.


"Lain waktu kita pergi jalan-jalan ya,ajak Mila dan Karin juga" ucap Salsa dari dalam mobilnya.


"Aman.. hati-hati dijalan" lambai Erina pada mobil Salsa yang semakin menjauh.

__ADS_1


Erina langsung masuk dan kembali ke meja kerjanya,ia memakan Kue yang khusus dibelikan Salsa untuknya..


"Sepertinya Enak.. aku makan siang ini saja.." Erina memakan kue itu dengan lahap.


"Dia sepertinya baik,tapi kenapa cara ia bercerita tadi seperti menyuruh ku tau batasan, ahh dahlah.. mungkin cara berbicara nya saja yang seperti itu," Erina tidak ingin memikirkan yang aneh-aneh tentang Salsa karna bagaimanapun Salsa adalah Sahabat suaminya.


Ponsel Erina berdering,Erina yang melihat Vidio call dari suaminya langsung mengangkat telpon tersebut.


"Hay sayang.. kamus sedang apa?? itu apa yang dimulut mu..?"


"Ah aku sedang makan sayang,tadi Salsa main kesini dan membawakan ku kue," Erina memperlihatkan kue yang dibawa Salsa untuknya.


"Baguslah kalau kalian sudah berteman,oh iya sayang nanti malam aku ada acara makan malam dengan rekan bisnis ku,kerjasama antar kami ini sangat penting.. aku ingin mengenalkan mu pada nya,,"


"Tapi sayang,apa yakin membawa ku.. nanti aku malah malu-maluin kamu disana"


"Siapa yang malu punya istri secantik kamu sayang.. rekan bisnis ku ini adalah orang terpercaya,dia orang yang hebat.. tidak mungkin orang sehebat dia tidak bisa menilai orang"


"Biasanya tidak bawa aku,kenapa sekarang dibawa?"


"Dia dan aku sudah seperti teman baik sayang,kalau bukan dia aku tidak mau membawa mu,enak saja mereka melihat istri cantik ku"


Muka Erina bersemu merah.. "Baiklah sayang,aku ikut. Tapi baju ku??"


"Daniel sudah menyiapkan segalanya,kamu tinggal siap-siap saja nanti."


"Iya sayang..",


"Kalo gitu ku tutup dulu,bye Sayang"


"Byee juga sayang" Gavin langsung mematikan video call nya.


Erina bergegas menyelesaikan kerjaannya,,


"Ada yang bisa saya bantu tuan.." tanya salah satu karyawan Erina.


"Saya mau ketemu dengan Erina,ada..?"


tanya lelaki itu.


"tunggu sebentar ya.." lalu bejalan kearah kasir,"kak Mala ada yang mau ketemu mba Erin"


Mala melihat pria itu dari atas sampai bawah,"Maaf tuan cari mba Erin..?"


"iya.. saya teman nya,udah janjian tadi"


"Owh gitu,mari tuan ikuti saya.." Malam membawa lelaki itu naik ke ruangan Erina.


Tok tok "Mba Erin ada teman mba ni,silahkan masuk tuan" Lalu Mala kembali menutup pintu.


"Kamu..!!" Erina terperanjat melihat Andre datang ke tokonya. "Andre kamu ngapain kesini.." ucap Erina panik.


"Aku cuman mau ketemu kamu Erin." ucap Andre.


"Aku sudah bilang berkali-kali jangan temui aku lagi..!! kenapa tidak mengerti juga. Pokoknya kamu pergi, pergi dari sini." Erina menarik tangan Andre keluar tokonya,Mala dan karyawan lain hanya bisa diam melihat bos nya menyeret paksa seorang lelaki.


"Pergi..!! aku mohon jangan temui aku lagi ndree" Erina mengatupkan tangannya memohon.Namun Andre malah maju dan menggenggam tangan Erina.


Cekrekkk.. Seorang pria mengambil foto mereka dari balik parkiran.


Erina langsung melepas tangannya,"Jangan menyentuh ku! Pergi atau ku lapor polisi..!!" ancam Erina yang sudah terbawa emosi karna tidak dapat mengusir pria didepannya.

__ADS_1


"Baik-baik.. aku akan pergi,asal kamu tau, aku tidak akan menyerah sampai aku mendapat kan mu!! camkan itu" ucap Andre penuh penekanan,lalu pergi menuju ke mobilnya.


"Dasar gila..!! " teriak Erina.Ia langsung masuk ke tokonya tanpa berbicara apapun,Mala dan karyawan yang lainnya enggan untuk bertanya.


"Gila.. dasar gila..! Kalo Gavin sampai tau dia pasti marah padaku,kenapa Andre tiba-tiba mengejar Ku seperti ini sih.. dia loh yang ninggalin,bukan aku.. kenapa sekarang aku yang seperti dimintai jawaban"


Erina meremas cemas tangannya.. ia merasa takut kalau Andre sampai nekat menemuinya terang-terangan didepan Gavin.Erina bergegas mengambil tas nya," Mala mba pulang cepat,mba titip toko ya.. kalau tidak begitu rame,tutup cepat aja"


"Baiklah mba, hati-hati dijalan" ucap Mala.


Erina membalas dengan senyuman dan pergi menuju mobilnya.


"Kak,mba Erin kenapa ya.. kaya nya lagi marah"


"ya mungkin lagi ada masalah,oh iya kalo menjelang malam gak ada pelanggan lagi kita boleh langsung tutup," ucap Mala.


"Hore pulang cepat hihihi" ucap karyawan yang lain.


Mobil Erina melaju dengan agak cepat,pikirannya hanya dipenuhi rasa cemas tentang Andre.Saat memasuki halaman Mansion ia tidak sadar hampir menabrakkan mobilnya ke mobil Karin.


Erina yang sadar mengerem dengan cepat,"Astaga..!" Erina langsung turun dan mengecek mobil, "Untung saja nggak baret" ucap Erina yang bernafas lega.


"Kak Erin ada apa..?" Karin yang keluar sambil memakan Es krim ditangannya.


"Ah gak ada hehe tumben kamu udah pulang,Mila mana?" ucap Erina mengalihkan pembicaraan.


"Mila masih ada praktek dikelasnya kak,kalau aku cepat pulang karna dosen ku berhalangan hadir.. Kakak sendiri tumben pulang cepat.." ucap Karin yang mengekor Erina.


"Kakak nanti diajak makan malam sama kakak kalian" ucap Erina sambil merebahkan tubuhnya disofa tv.


Karin yang mendengar jawaban Erina tidak jadi memasukkan es krim kemulutnya, "Lah.. jadi kami makan malam berdua dong.." ucap Karin cemberut.


"Hehe kakak juga gak mau awalnya,tapi Gavin bilang ia ingin mengenalkan kakak pada rekan bisnisnya yang sudah dia anggap teman baik,ya kakak nurut aja.." ucap Erina sambil memeluk Karin..


Karin yang cemberut masih melahap es krim nya, "ya deh kalo gitu kak,,"


"Oh iya tadi Salsa main ke toko kakak,katanya dia mau ajak kita jalan-jalan lohh.." bujuk Erina supaya Karin tidak merajuk.


"Ih sok akrab kali dia sama kakak,pasti ada modusnya itu.. " ucap Karin


"Isshh kamu ini,niat baik orang ga boleh dianggap remeh loo" ucap Erina.


Karin meletakkan es krim dan memegang kedua bahu Erina, "Dengarkan aku kak,Karin tidak tau apa kak Salsa itu sudah berubah atau belum,tapi yang Karin tau dia itu bukan orang seramah itu kak,Kami aja yang adik kandung kak Gavin dia membatasi kami bermain dengan kak Gavin,hanya dia yang mendominasi.." Karin melepas cengkeramannya dibahu Erina dan melahap kembali es krimnya.


"Karin bukan orang yang ramah seperti Mila,tapi Karin tau,mana yang niat buruk mana yang nggak.. Kakak waspada saja sama dia.. jangan mudah percaya."


Erina yang mendengar penjelasan Karin kembali memikirkan itu semua..


"Ya semoga aja dia sudah berubah ya Karin, dengan dia yang berusaha dekat dengan kalian lagi semoga awal hubungan kita semua kembali membaik." ucap Erina.


"Semoga aja ucapan kakak benar" ucap Karin sambil melahap habis es krim nya.


Erina teringat kembali kata-kata Karin,


Tidak ada salahnya juga waspada pada Salsa,dan semoga aja kecurigaan Karin tidak benar.


**Bersambung...


...Jangan lupa LIKE,KOMEN,dan VOTE kalian yang selalu Author tunggu ya🤗...


...Insyaallah update tiap hari...🙏🏼...

__ADS_1


...Terimakasih telah membaca,Love U Tomat❤️**...


__ADS_2