
Erina menghapus air matanya, Bukan saatnya untuk menangis Erin..! lalu beranjak menuju kamar Karina.
"Kenapa kau disini.?! pergi..! lihat.!! tidak cukupkah membuat kakak ku sekarat." ucap Mila melihat Erina memasuki kamar Karin.
"Mila,biarkan dia." ucap Gavin datar.
Mila hanya diam dan menunjukkan rasa tak suka nya pada Erina.
"Gavin,aku sudah konsultasi dengan dokter dinegara C, disana banyak kasus seperti Karin yang berhasil, terlepas dari apa yang terjadi saat ia sadar,yang terpenting sekarang kita menyelamatkan hidup Karin." Ucap Rey.
"Baiklah kalau memang itu yang terbaik,kapan Karin bisa kita bawa kesana."
"Hari ini juga bisa,mereka juga sedang menunggu kedatangan Karin."
"Baiklah Rey,aku serahkan semua pada mu. Daniel akan menyiapkan keberangkatan kalian,." Gavin langsung menelpon Daniel untuk menyiapkan jet pribadi milik LUZIO GROUP.
Rey segera menyiapkan peralatan Karin dan kebutuhannya ketika disana.. ia berusaha semaksimal mungkin membuat denyut jantung Karin normal hingga tiba dinegara C.
Gavin memeluk Mila yang menangis melihat tubuh lemah saudari kembarnya,ia tidak pernah sekalipun berjauhan dengan Karin,untuk pertama kalinya Mila dan Karin berpisah sangat jauh.
"Cepat kembali kak..hiks.. Mila sayang kakak." ujar Mila menangis terisak.
"Milaa.. "
"Kak Salsa..!!" Mila melepas pelukan Gavin dan menghambur kepelukan Salsa.
"Jangan menangis sayang,Karin pasti akan sembuh, dia akan kembali kemari seperti semula." Itupun kalau dia mampu.
"Iya kak,hanya kak Salsa yang Mila punya sekarang.. " Mila menangis dipelukan Salsa.
Erina yang melihat itu hanya bisa menangis tanpa air mata,hatinya sakit.. hancur.. melihat gadis yang dulu sangat manja padanya kini sangat membencinya.
Sebelum Erina berbicara,Gavin dengan cepat menarik tangan Erina. dan membawanya ke kamar utama. sedangkan Salsa melihat perlakuan kasar Gavin ke Erina,hatinya senang penuh kemenangan.
Mila sudah ada di pihak ku, tinggal Gavin dan setelah itu.. aku yang akan menggantikan posisi wanita kampung itu .
"Sakit sayang.." ujar Erina memegang pergelangan tangannya.
"Ku mohon saat ini jangan buat keributan,kau bisa lihat Mila kan.. dia sudah tidak mempercayai mu lagi. Jangan paksa dia menerima mu,."
"Tapi sayang aku juga ingin mengantar Karin." ucap Erina menangis.
"Tidak perlu,anggap ini konsekuensi mu,diam dirumah dan jangan kemanapun,," ujar Gavin.
Gavin mengganti bajunya dan ikut mengantar keberangkatan Karin.Saat ini pikirannya penuh dengan kondisi Karina. melihat denyut jantung adiknya yang melemah,nafas Gavin ikut terhenti. ia tidak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu yang buruk pada Karin.
Tak lupa Gavin pun mengunci pintu kamar utama,ia takut Erina nekat menyusulnya.
Pak yan mengira tidak ada siapapun diMansion ini karna semuanya pergi mengantar Karin,ia tidak tau jika Erina ada dikamar utama,karna terkunci Erina tak bisa turun untuk sekedar sarapan.
"Sudah siang.. kenapa Gavin belum kembali.. Aku lapar sekali." ujar Erina.
Erina menunggu hingga tertidur namun Gavin tak kunjung datang. Menjelang malam hari Erina terbangun,ia sangat haus dan lapar.. karna tak sanggup menahan laparnya,Erina meminum air keran yang ada dikamar mandi.
"Kalau seperti ini perut ku bisa sakit,Ini sudah mau Malam.. kemana semua orang.." Ujar Erina.
Erina hanya terbaring ditempat tidur dengan segelas air kran,ia akan meminumnya sewaktu-waktu ia merasa lapar lagi.
Tidak kerasa waktu sudah menunjukkan tengah Malam,Gavin baru saja pulang dari tempat Salsa.. Mila memaksa tidur diapartemen Salsa karna tidak ingin bertemu dengan Erina.
__ADS_1
Saat memasuki Mansion,pak yan menyambut Gavin. "Malam tuan muda,maaf tuan.. Nona Erina Mila kemana ? kenapa tidak pulang bersama tuan."
Seketika Gavin teringat mengunci Erina dikamar Mereke,tanpa menjawab pak yan Gavin langsung menaiki lift.
"Pak bawakan makanan dan minuman ke kamar ku." ucap Gavin yang masuk kedalam Lift .
Ceklekkk.. Gavin membuka pintu kamarnya,ia mendapati Erina tengah tertidur. ia melihat gelas yang berisikan air putih.
Dari mana dia dapat minum air putih,Gelas ini seperti gelas tempat sikat gigi.
Mata Gavin melotot,Jadi dia dari pagi minum air kran, apa yang aku lakukan.
"Erin.. bangun." ucap lembut Gavin.
Erina yang tersadar langsung terduduk melihat Gavin sangat dekat dengannya. "Sudah pulang.." ucap Erina memucat.
"Maafkan lupa bahwa aku mengunci mu." ucap Gavin.
Erina menutup mulutnya,ia serasa ingin muntah.. ia mendorong Gavin menjauh dan masuk kedalam kamar mandi,Gavin yang cemas langsung menyusul istrinya.
Gavin melihat Erina yang memuntahkan semua air kran yang ia minum tadi,sambil mengelus-elus punggung Erina.
"Sudah baikan..? " Tanya Gavin.
Erina mengangguk dan berjalan menuju tempat tidur. "Aku sangat lapar."
"Pak yan sedang menyiapkan makanan, bersabarlah." ucap Gavin.
Selang beberapa waktu Pak Yan mengantar makanan,ia tidak tau jika Erina dikamar,dia minta maaf pada Gavin,namun Gavin bilang bahwa semua ini karna keteledoran nya.
Setelah makan Erina menjadi lebih baik,Gavin segera matikan lampu, "Bagaimana.. maaf aku lupa kalau aku mengunci mu." ujar Gavin pada Erina.
"Jangan tanya itu,itu hanya membuat ku marah.. jangan tanya diluar masalah kita berdua." ucap Gavin.
"Baiklah sayang.. soal tadi pagi.."
"Jangan bahas sekarang,aku lelah.. sudah tidur lah lagi." ucap Gavin membelakangi Erina.
Erina yang merasa dijauhi oleh Gavin langsung saja memeluk Gavin dari belakang.
"Kamu boleh marah sayang,asal kita jangan seperti ini,jika tidur tetaplah memelukku." ujar Erina.
Gavin yang mendengar itu langsung membalikan badannya, dan memeluk tubuh kecil istrinya.
"Tidurlah, sudah malam."
Mereka berdua tertidur memasuki mimpi masing-masing.
Keesokan paginya Erina bangun lebih pagi,ia langsung masuk kedalam kamar mandi.Gavin meraba tempat disebelahnya,tidak ada Erina. lalu ia menyibakkan selimut,Erina juga tidak ada.
"Darah.." wajah Gavin pias melihat seprai bagian Erina terdapat bercak darah.
Ia segera turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi,tanpa pikir panjang ia langsung saja membuka kamar mandi.
"S..sayang..!" ucap Erina terkejut langsung menyembunyikan pakaian dalamnya yang berdarah.
"Darah apa yang ditempat tidur mu,kenapa banyak sekali " ujar Gavin cemas.
"Ah itu aku menstruasi sayang,hehe. Kamu keluarlah dulu,aku akan bebersih sebentar." Erina pun mendorong tubuh Gavin dan menutup pintu.
__ADS_1
Astaga kenapa bisa sebanyak ini ya,apa karna tersendat sewaktu aku meminum obat kontrasepsi, jika dihitung sudah dua Minggu lebih aku tidak meminumnya lagi,berarti bisa dibilang aku normal kembali.
Erina terpingkal senang,jika pengaruh obat kontrasepsi itu sudah hilang,ia bisa meminum penyubur kandungan yang diberikan Luna waktu itu.
Kalau aku bisa mengandung,Gavin tidak akan mempermasalahkan obat kontrasepsi itu kan, eh tunggu.. aku harus bertemu dengan Salsa. Kak Luna benar,Salsa bukanlah orang yang baik.
Setelah Erina keluar kamar mandi,ia melihat Gavin sedang duduk disofa menunggu nya,,
"Perut mu baik-baik saja.?yang aku tau sedikit,jika hari pertama itu pasti sakit bukan?" tanya Gavin.
"Aku baik-baik saja,ya memang sedikit nyeri tidak nyaman,tapi itu 1-2 hari aja kok setelahnya tidak sakit lagi.. Eh seprai noda darah tadi mana.?"
"Sudah ku suruh pelayan ganti."
"Apa.?! aku harus membersihkan darahnya dulu sayang,aku tidak enak jika orang lain yang membersihkan nya " ujar Erina.
"Sudahlah,lagian mereka juga perempuan pasti paham,untuk itu aku menggaji mereka sayang." ucap Gavin menepuk pipi istrinya.
"Aku akan ke kantor,kerjaan ku sudah menumpuk.kamu ingin tinggal diMansion atau ikut dengan ku."
"Aku ingin ke toko sayang."
"Tidak untuk sekarang, pilihan mu hanya ada dua."
"Tapi sayang aku sudah lama sekali tidak melihat toko ku."
"Erina,emosi ku turun naik saat ini.. jangan memancing ku memarahi mu, menurut lah."
"Baiklah,aku ikut dengan mu saja,tapi bolehkah aku meminta ponsel,untuk menghubungi Mala." ujar Erina.
Gavin masuk kedalam lemari bajunya dan menyodorkan tas milik Erina yang ia pakai terakhir kali.
"Ponsel ku, terimakasih sayang." Erina memasukkan ponsel kedalam tas yang lain,ia menyiapkan barangnya untuk dibawa ke kantor Gavin.
Gavin sedang bersiap-siap,sedangkan Erina mengganti kembali bajunya dengan baju yang bagus.ia tidak ingin dilihat tidak sebanding dengan suaminya saat kekantor nanti.
Selesai dengan baju,Erina menuju tempat Gavin untuk memasangkan dasi "Kenapa baju mu diganti.?"
"Yang tadi terlalu santai sayang,nanti aku malah mempermalukan kamu, bagaimana bagus tidak."
"Kamu pakai apapun tetap cantik." Gavin mencium bibir mungil Erina.
"Sayang.. aku sedang datang bulan,ingat ya."
Gavin menghembus kasar nafasnya " ya aku tau,yuk berangkat."
Erina dan Gavin turun kebawah untuk sarapan,Erina hendak ingin menanyakan keberadaan Mila ,namun ia tahan karna tidak ingin membuat Gavin marah.
Setelah sarapan .Erina menaiki mobil bersama dengan Gavin. "Pagi Daniel,"
"Pagi nona,pagi tuan." Daniel lalu mengemudi kan mobil nya ke gedung pencakar langit milik LUZIO GROUP.
...**Bersambung.....
...Jangan lupa LIKE, VOTE,dan KOMEN nya yang selalu Author tunggu....
...Terimakasih telah membaca, Klik FAVORIT untuk mendapatkan Notifikasi....
...Love U Tomat❤️❤️❤️**...
__ADS_1