Gadis Terbuang Milik Presdir

Gadis Terbuang Milik Presdir
Move On


__ADS_3

Mila menaburkan bunga yang ia beli diatas makam kedua orang tuanya.


"Ma.. Pa.. Mila berkunjung lagi,maaf Mila jarang kesini.Mila mulai sibuk mengurus skripsi, Mama tau bentar lagi kak Gavin akan menjadi ayah, dan lebih bahagianya lagi mereka kembar ma.. pa.. Kalau kalian masih hidup pasti mama lebih sayang sama kak Erin dari pada Mila kan. Tapi Mila nggak cemburu kok, Mila malah bahagia kak Erin ada dihidup Mila,ia bisa sebagai kakak dan juga mama buat Mila."


"Kak Karin juga sudah punya calon suami,mereka akan menikah tahun depan,mama tau siapa calonnya? dia kak Rey mah, bocah nakal yang selalu deketin kak Karin,dulu Mila ingat mama suka ngejewer telinga kak Rey karena nggak berhenti ngikutin kak Karin. Lucu ya mah.. jodoh ternyata adalah orang yang dekat dengan kita."


"Sekarang tinggal Mila,kalau mama dan papa masih ada mungkin Mila tidak akan sesedih ini. Mila kangen sama kalian.." Ucap Mila menangis.


Hampir dua jam Mila bersimpuh diantara makam kedua orang tuanya.ia mengeluarkan seluruh kesedihan yang terasa sesak di dadanya, bukan tidak ingin cerita pada Karin atau Erina,namun ia takut membuat mereka cemas akan keadaannya,jadi Mila memilih cerita pada kedua orang tuanya.


Setelah puas mengeluarkan seluruh kesedihannya, Mila berjalan keluar dari pemakaman dan melajukan mobilnya ke danau buatan pusat kota. Ia juga membeli makanan dan cemilan untuk dirinya sendiri.


Orang-orang yang melihat Mila sendirian hanya menganggap bahwa Mila adalah putri kaya raya yang sedang menikmati kehidupan nya.Padahal mereka tidak tau apa yang sedang Mila rasakan dalam hatinya.


Banyak sekali orang yang melihat orang lain dari sisi luarnya saja,yang tampak punya segala belum tentu bahagia dengan apa yang ia punya,sebaliknya orang yang terlihat tidak memiliki apapun namun terdapat kebahagiaan walau hanya segenggam beras yang mereka punya.


Itulah kehidupan,si kaya bergumam jika si miskin bahagia karna rasa bersyukur nya,namun si miskin bergumam kalau si kaya bahagia karna memiliki segalanya.


Kehidupan sebenarnya tentang bagaimana cara kita melihat dan mengartikan.Tidak ada yang namanya hidup itu mulus,setiap orang pasti memiliki kesulitan dan kesedihan masing-masing.


"Mila ?"


"Kamu ?" Mila terkejut melihat siapa yang berada di belakangnya.


"Kamu ngapain disini,sama teman kamu ya?"


"Nggak kok,aku sendiri. kalau kamu ngapain disini ren? bukannya jam kerja ya sekarang."


Randy menggaruk kepalanya yang tak gatal,Mila mempersilahkan Randy yang duduk disamping nya.


"Aku sedang libur dulu menjelang lamarannya Rasty, dan lagi pula papa sudah masuk kantor kemarin jadi kantor sudah bisa aku tinggal."


"Benar kah? syukurlah kalau begitu,kak Erin pasti senang kalau mendengar kabar ini."


"Iya,aku lupa ingin mengabari kak Erin.ngomong-ngomong kamu ngapain sendiri disini,dan banyak sekali cemilan "


"Hehe silahkan dimakan,ini minuman juga ada dua. satu untuk mu. Aku disini hanya menenangkan diri,ya sesekali gak apalah ya, kamu sendiri ngapain disini?"


"Aku juga menenangkan diri,mencari hiburan."


"Memangnya ada masalah?"


"Ada."


"Masalah perusahaan ? atau lamaran Rasty?"


"Bukan,hm.. masalah hati tepatnya."


"Waw.. berat ya,sama kita "


Randy tergelak,ia mengambil salah satu cemilan dan memakannya.

__ADS_1


"yah namanya juga hidup,aku mengagumi seseorang.. namun saat ingin berterus terang tentang perasaan ku ternyata dia sudah ada yang punya." gelak Randy sambil mengunyah makanan.


Mila menepuk bahu Randy .


"Jangan putus,semangat !kamu pasti bisa move on kok. direktur kaya kamu siapa yang tidak mau."


"Kamu bisa aja,ya aku sedikit sedih tapi tidak masalah kok,hidup masih akan terus berjalan. Kalau kamu kenapa?"


"Hm.. ya biasa,cinta bertepuk sebelah tangan."


"Ohh biasa itu,berarti dia bukan jodoh mu,sebelum kalian bersama lebih baik seperti ini."


Lebih tepatnya ditinggal nikah sih,hiks.


"kamu benar,ayo bersulang menyemangati nasib kita,toss.."


"Toss !!"


Mereka saling bercerita sambil melahap semua cemilan yang Mila beli,hanya gelak tawa yang terdengar dari mereka berdua,kini Mila merasa jauh lebih baik,melihat Randy yang harus berhenti bahkan saat ia baru ingin memulai membuat Mila berpikir jika dia belum apa-apa nya dibanding Randy. Mila baru hanya diam-diam suka pada Dean. masih belum terlambat bagi Mila menghilangkan seluruh perasaannya pada Dean.


Senja hari mobil Mila baru saja memasuki halaman Mansion.Di dalam mobil ia masih tersenyum-senyum mengingat obrolannya dengan Randy.


"Dasar, humoris banget jadi cowok,sepertinya aku cocok jika berteman dengannya ,happy terus bawaannya." gelak Mila yang tidak sadar jika Dean sudah berada didepan kaca mobil nya .


"Astaga !" Mila terkejut melihat Dean,ia keluar dari mobilnya.


"Kamu ngapain ? ngagetin aja."


"Kepo." Mila berjalan masuk.


"Sedang jatuh cinta ya,ciyeee."


"Ihhh sok tau kamu,eh besok acara lamarannya kan, ciyeeee.". kini gantian Mila yang menjahili Dean.


"Apa an?"


"Eh kamu yakin mau nikahin anak orang." bisik Mila.


"Yakin lah,sudah melalui semedi yang lama untuk itu."


"Idih,kamu kira pesugihan apa."


"Woii bantuin !" teriak Karin dari pintu masuk.


Mila dan Dean langsung membantu Karin yang membawa beberapa hantaran.


"Ini tempatnya dan isi nya,nanti malam kita rangkai ya guys. sekarang tolong susun diruang tengah,aku mau mandi dulu, Gilak aku sampai berebut cincin ini sama cewe lain,padahal aku duluan yang melihat "


"Maaf ya Karin,harusnya aku temani kamu."


"Santai Dean,aku suka kok direpotkan,kan ada kak Rey hehe.. eh Mil,kamu sudah sembuh ya."

__ADS_1


"Sembuh apaan? siapa bilang aku sakit."


"Kak Erin bilang tadi pagi."


"nggak kok,mungkin kak Erin salah lihat."


"Mungkin kali,yaudah aku mau Keatas,mau mandi udah lengket banget ni badan."


Karin berlari menaiki tangga.


"Kakak jangan lari !!"


"Eh lupa ! "


Karin melengos berjalan dengan cepat menuju kamarnya,Mila hanya menggeleng melihat tingkah kakaknya.


Setelah makan malam,semua berkumpul diruang tv. Erina ikut membantu Karin dan Mila yang sedang merangkai hantaran. sedangkan Dean membantu menggunting kan selotip dan merangkai pita.


Gavin jangan ditanya,ia hanya mengganggu Erina yang sedang fokus merangkai hantaran. ia bahkan tak hentinya menyuapi Erina buah segar.


"Aku udah kenyang sayang,udah ah kamu ganggu aja."


"Ini tinggal dikit lagi,habiskan pokoknya."


Dengan mulut penuh Erina mengunyah buah yang dimasukkan Gavin kedalam mulutnya.Melihat itu hati Gavin jadi senang.


Betul kata dokter,aku harus lebih lembut lagi jika Erina ingin menuruti ku.


Waktu sudah menunjukkan tengah malam, Karin dan Mila baru saja selesai merangkai seluruh hantaran, Dean yang melihat semua nya selesai langsung ambruk di sofa.


Sedangkan Gavin baru saja menggendong Erina masuk kedalam kamar,Erina tertidur karna matanya sudah tak sanggup diajak kompromi.


"Yaudah yang penting sudah selesai,besok aja kita rapih kan ya, sekarang ayo ke kamar. besok kita semua kan libur jadi bisa tidur agak siangan."


"kakak benar,ayo kita tidur " ucap Mila sempoyongan mengambil ponselnya.


Karin juga menarik tangan Dean agar masuk kekamar, mereka bertiga manaiki tangga dan masuk kedalam kamar masing-masing.


Sedangkan Gavin baru saja mengganti baju tidur Erina,ia juga sama ngantuknya dan ambruk setelah selesai memakai baju tidur.


Keesokan paginya,matahari masih segan untuk keluar, Erina terbangun karna merasa tubuhnya dingin. Saat membuka mata ia melihat selimut nya berada ditubuh Gavin semuanya.


"Baru jam segini,aku masih ingin tidur."


Erina menarik sebagian selimut itu dan menyelimuti tubuh ya,dan kembali tidur. Selang waktu Gavin terbangun,ia kebelet ingin buang air kecil,ia berjalan sempoyongan menuju kamar mandi.


Gavin tetap menutup matanya sambil berjalan menuju closed,namun karna tidak melihat jalan,ia tersandung dan menabrak dinding kaca.


PRANGGggg..!! kaca tersebut retak dan sebagiannya hancur.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2